Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 58 S2


__ADS_3

Hari cepat berlalu, hari ini waktu nya mereka pergi ke kapal pesiar. Perjalanan panjang akan di mulai pada hari ini juga. Masing-masing dari mereka membawa berbagai macam barang yang tersimpan didalam koper. Total ada 25 koper untuk mereka berempat. Koper sebanyak itu untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan berlibur.


"Mewah sekali," ucap Roger.


"Aku juga belum pernah naik kepala pesiar, ini pertama kali nya untuk ku," kata Aldy.


"Hahaha kalian berdua norak," saut Riga.


"Riga emang kau pernah," tanya Aldy.


"Hehehe tidak pernah juga si," jawab Riga sambil tertawa.


"Kalian ini ya, sudah ayo masuk ke ke kamar masing-masing. Nanti baru kita berkumpul lagi," kata Varo.


"Sayang aku ingin berendam," ucap Jolie.


"Berendam atau berenang," tanya Varo.


"Berenang, salah aku. Aku ingin berenang, tadi aku melihat kolam renang," jawab Jolie.


"Nanti saja lah, kita bereskan semua pakaian dulu," ucap Varo.


Di dalam kamar. Varo membereskan semua pakaian mereka ke dalam lemari yang tersedia. Sedangkan Jolie memilih bikinin yang akan ia pakai untuk berendam. Varo benar-benar suami idaman. Ia mengerti jika Jolie belum terlalu paham tugas nya sebagai istri, ia tidak masalah mengganti tugas Jolie sebagai istri.


"Sayang aku pakai ini ya," kata Jolie.


"Tidak," ucap Varo karena bikinin yang di pakai Jolie terlalu seksi.


"Kenapa ini sangat cocok untuk ku," kata Jolie.


"Itu terlalu terbuka, nanti ada pria yang mendekati mu bagaimana," ucap Varo sambil mendekati Jolie.


"Kan ada kamu, kamu harus tetap di samping ku," kata Jolie.


"Tidak sayang, pakai yang lebih tertutup," ucap Varo sambil melepaskan bikinin itu. Ia mengambil sesuatu yang lebih tertutup dari benda itu.


"Pakai ini," kata Varo.


"Tidak mau, kenapa tidak kamu suruh saja aku pakai baju panjang saat berenang," ucap Jolie sambil naik ke atas kasur. Ini pertama kali nya Jolie ngambek pada nya.


"Jolie aku tidak pernah melihat istri ku ngambek karena larangan ku, lagi pula larangan ku itu benar bukan kesalahan." Varo naik ke atas kasur dan memeluk Jolie dengan erat. Ia harus lebih bisa mengerti sosok Jolie yang masih kekanak-kanakan.


"Tidak mau tau," kata Jolie.


"Jangan ngambek seperti ini, ya sudah kamu boleh berenang memakai bikinin tapi jangan yang seperti tadi," ucap Varo.


"Hanya itu yang aku punya."

__ADS_1


"Pakai ****** ku mau," tanya Varo.


"Jangan aneh aneh, aku sudah tidak mood untuk berenang."


Di kamar lain Riga malah memaksa istri nya memakai bikinin, semua itu ia lakukan untuk memenuhi fantasi aneh Riga.


"Tidak mau sayang perut ku sudah membesar, aneh lah jika aku memakainya," kata Alfi.


"Bukan aneh, tapi lucu dan menggemaskan," ucap Riga.


"Lucu bagaimana, perut ku sudah membesar. Kalau badan ku masih bagus seperti sebelum hamil aku mau," ucap Alfi.


"Hmmm ya sudah lah, nanti kamu juga di lirik pria lain pula," kata Riga.


"Siapa yang mau dengan wanita hamil seperti ku," ucap Alfi.


"Mau jalan jalan," tanya Riga.


"Mau dong, aku juga lapar," jawab Alfi.


Mereka berdua keluar dari dalam kamar. Kapal raksasa itu memiliki banyak Fasilitas mewah dan lengkap Dari restoran, ruang gym, kolam renang, mall dan lain sebagainya. Kali ini mereka berdua ingin ke restoran untuk makan sekaligus menikmati waktu berdua.


"Kamu tunggu sini aku ingin membeli sesuatu," kata Riga.


"Jangan lama lama," ucap Alfi.


"Hay cantik," ucap pria itu.


"Hmmm," gumam Alfi, ia tidak mau menanggapi pria itu.


"Jangan cuek begitu dong, wah seperti nya kamu sedang hamil, aku suka dengan wanita hamil."


"Jangan macam macam pada ku." Alfi menatap tajam ke arah pria itu.


Pria itu tidak takut di tatap seperti itu oleh Alfi, ia malah semakin merasa tertantang. Rasa nya ia ingin mencium Alfi yang menurut nya sangat menggemaskan.


"Sayang," pria itu semakin berani pada Alfi.


"Jangan kurang ngajar, aku peringatkan pada mu, kau bisa mati," ucap Alfi.


"Hahaha kau sangat menggemaskan sayang." Pria itu sudah berani menyentuh wajah Alfi.


Dari kejauhan Riga melihat itu semua. Wajahnya langsung memerah menahan amarah. Tangan nya mengepal dengan sangat kuat. Dengan cepat Riga berlari mendekati Alfi dan pria itu.


"Bajingan," teriak Riga sambil menarik pria itu.


Tangan nya mengepal dengan keras sambil mengarahkan ke wajah pria itu. Bukan hanya sekali pukulan, beberapa pukulan mendarat di wajah pria itu.

__ADS_1


"Kau berani kau menggoda istri ku." Riga sudah tidak bisa terkontrol lagi. Jika tidak di pisahkan pria itu bisa mati di tangan Riga.


"Bruk..." Satu pukulan mendarat di wajah Riga. Ntah dari mana beberapa pria datang membantu pria itu.


"Bunuh dia," ucap pria itu.


"Kau pikir aku takut, kalian semua bajingan," ucap Riga.


"Sayang jangan, mereka banyak, sudah ayo pergi," kata Alfi.


"Pergi Alfi, harga diri ku sudah diinjak-injak oleh mereka," ucap Riga.


Pertarungan sengit pun terjadi, meskipun pada akhirnya tau bagaimana endingnya. Riga tidak mau menyerah begitu saja. Harga diri nya sudah di injak-injak jika mati pun dia rela.


Untung saja Roger dan Aldy segera datang. Alfi yang memberitahu mereka berdua agar datang membantu Riga. Dengan bantuan mereka berdua, mereka bisa memukul balik gerombolan pria jahat itu.


Satu tembakan peringatan terdengar. Polisi kapal pesiar itu datang untuk memisahkan mereka semua.


"Urusan kita belum selesai." Pria itu pergi meninggalkan Riga dan yang lainnya. Diikuti teman teman nya yang jumlah nya sangat banyak.


"Kau tidak papa," tanya Roger.


Masih tanya mau mati aku," jawab Riga.


"Sayang, jangan seperti ini aku sangat takut." Alfi memeluk Riga dengan erat.


Untuk mengobati luka Riga, Riga dibawa ke kamar. Ia tidak mau diobati oleh dokter, ia ingin bersama dengan istri nya sekaligus meminta penjelasan dari Alfi.


"Bagaimana bisa, kamu menggoda nya," tanya Riga.


"Aku tidak ada menggoda nya, niat sedikit pun tidak. Dia saja yang tergoda dengan ku," jawab Alfi.


"Kamu memang cantik, lain kali jangan jauh jauh dari ku," kata Riga.


"Kan kamu sendiri yang menjauh dari ku, sudah jangan keluar dulu."


"Aku tetap tampan kan," tanya Riga.


Meskipun sudah bonyok seperti ini Riga masih saha memikirkan ketampanan nya.


"Jangan gila, kamu jelek seperti ini," kata Alfi.


"Kami tidak papa kan, apa bajingan itu menyentuh mu, pasti tangan kotor nya sudah menyentuh wajah mu," tanya Riga.


"Sudah jangan memikirkan ku, pikirkan kamu sendiri, tangan kamu sampai seperti ini Kaki kamu pincang, kita mau liburan atau apa ini. Aku tidak bisa kamu seperti ini, sebelum kapal ini terlalu jauh lebih baik kita putar balik," ucap Alfi.


"Untuk apa putar balik," tanya Riga.

__ADS_1


"Ke rumah sakit lah," jawab Alfi.


__ADS_2