
Alfi dah Riga duduk berdampingan, tangan Riga reflek menarik Alfi agar Alfi lebih dekat dengan nya, hal itu cukup mengejutkan Alfi, ia hampir berteriak karena belum biasa dengan perlakuan Riga pada nya.
"Riga, kalau aku teriak bagaimana, jangan asal menyentuh ku," kata Alfi.
"Maaf aku juga tidak sengaja," ucap Riga.
"Mau pesan apa mas mbak," tanya pelayan warung.
"Ayam bakar satu, ayam goreng satu dan ini kerang saus padang satu, minum nya tes es," jawab Alfi.
"Mas nya apa," tanya Pelayan.
"Hmmm ehhhhh, aku tidak tau, pesan kan aku Alfi, kau memesan sendiri," jawab Riga.
"Sama kan saja mas," ucap Alfi.
"Oke, mohon di tunggu." Pelayan itu pergi meninggalkan Alfi dan Riga.
Tak lama menunggu pesanan mereka berdua pun jadi, tanpa pikir panjang Alfi langsung menyantap makanan nya. Berbeda dengan Riga yang masih kebingungan, ia tidak menemukan pisau dan sendok di tempat ini. Melihat Alfi yang memakan pakaian tangan langsung membuat nya sedikit geli.
"Alfi aku makan pakai apa," tanya Riga.
__ADS_1
"Pakai tangan lah, kau mau makan apa kaki," jawab Alfi.
"Ya kau tau pakai tangan tapi mana sendok dan pisau," kata Riga.
"Tidak ada pisau, makan pakai tangan langsung saja, jika pakai sendok tida akan bisa pasti kau akan kesulitan," ucap Alfi.
"Tidak papa, aku tidak mau makan secara langsung," kata Riga.
Alfi berjalan mengambilkan sendok untuk Riga. Setelah mendapatkan nya ia memberikan sendok itu dan kembali menyantap makanan nya. Riga sangat kesulitan memakan makanan di depan nya, ia hampir putus ada karena hanya bisa memakan secuil ayam di piring nya. Alfi kembali melihat ke arah Riga, ia sangat tidak tega pada Riga. Alfi mengambil piring Riga dan membantu Riga makan dengan tangan nya langsung Alias menyuapi Riga.
"Buka mulut mu," kata Alfi.
"Enak kan," ucap Alfi.
"Iya enak, terimakasih," kata Riga.
Alfi terus menyuapi Riga sampai makanan yang ada di piring nya habis. Alfi tidak tau jika apa yang di lakukan nya membuat Riga semakin kagum dan mencintai nya. Hanya saja rasa gengsi di atas segalanya.
Saat melihat mata Alfi Riga langsung mengingat wanita di masa kecil nya. Ia masih penasaran kenapa Alfi selalu membuat nya ingat teman masa kecil nya itu.
"Kenapa," tanya Alfi.
__ADS_1
"Tidak ada, rasa nya sangat enak, apalagi kau yang menyuapi ku," jawab Riga.
"Jangan bohong pada ku, kenapa kau menatap ku seperti itu," tanya Alfi.
"Aku hanya kagum dengan mu, kau tidak jijik melakukan itu pada ku. Terimakasih banyak istri ku, tapi kau jangan terlalu GR aku tidak suka dengan mu," jawab Riga.
Jawaban Riga mengandung beberapa kata yang membuat Alfi senang sekaligus jengkel, sudah di angkat tinggi tinggi di jatuhkan secara mendadak.
"Hmmmm iya iya iya," kata Alfi.
Setelah selesai makan Alfi ke kasih untuk membayar makanan mereka berdua. Ia tidak menggunakan uang nya tetapi uang Riga yang ia ambil diam diam saat ia sedang menyuapi Riga makan.
"Dia yang membayarnya, wah istri ku sangat baik," batin Riga, padahal nyata nya uang yang di pakai adalah uang nya sendiri.
"Ini dompet mu," kata Alfi.
"Dari mana kau ambil dompet ku," tanya Riga.
"Tadi aku ambil saat kau sedang makan, kenapa kau marah. Aku kan istri mu, kau berhak memberikan ku nafkah," jawab Alfi.
Note, setelah ini akan Flasback ke masa kecil nya Riga dan Alfi, author mau kerja dulu
__ADS_1