
"Mana istri mu, kau sengaja menggelapkan daerah ranjang," tanya Nathan.
"Iya jelas lah, aku tidak akan rela tubuh istri ku di lihat oleh orang lain, aku tidak akan mau," jawab Riga.
"Jadi gimana Riga?"
"Ya begitu lah, sudah jangan banyak tanya."
"Begitu bagaimana, kau tau apa yang aku maksud?" Nathan menaikan alis nya.
"Hahaha iya apa yang kau maksud," tanya Riga.
"Jadi bagaimana? apa kau akan ke hawai untuk bertemu dengan orang tua mu itu, kata nya kau sudah sangat merindukan nya," jawab Nathan.
"Aku sangat ingin, aku sudah ambil cuti 5 hari ke depan tapi seperti nya kakek ku tidak akan memberikan ku izin, aku harus memakai jet pribadi nya."
__ADS_1
"Demi diri mu aku akan meminta nya pada daddy ku, daddy ku sangat baik jika aku nurut pada nya."
"Oh begitu, ya sudah aku setuju," ucap Riga.
"Nah gitu dong, aku juga sangat setuju, tapi aku ikut ya, kan jet pribadi daddy ku."
"Iya kita sekalian mencari jodoh untuk mu, jadi kapan kau meminta izin pada nya?"
"Sekarang, ayo kita ke Vins grup," ucap Nathan.
"Sayang aku pergi dulu, besok kita akan liburan ke hawai." Bisik Riga sambil mencium wajah istri nya. Alfi sama sekali tidak mendengar apa yang di katakan Riga, ia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.
Nathan tersenyum kecil saat melihat Riga yang begitu mencintai istri nya, ia sangat senang melihat Riga menemukan yang yang sesuai dengan keinginan nya. Jika di banding kan diri nya Riga lebih pantas mendapatkan Alfi di bandingkan dengan diri nya.
"Jadi kau sudah siap mempunyai seorang anak," tanya Nathan.
__ADS_1
"Sebenarnya belum tetapi kalau aku tidak punya anak aku tidak akan di berikan jatah oleh istri ku."
"Kenapa tidak si Riga, kan keluarga mu sangat memerlukan keturunan." Nathan memang tidak mengerti apa yang di pikirkan oleh Riga.
"Aku takut anak ku mirip dengan ku, aku takut sifat nya akan menjengkelkan," kata Riga.
"Oh jadi kau sadar kalau sifat mu menjengkelkan, hahaha memang begitu lah, nama nya anak pasti akan mirip dengan orang tua nya."
Sesampainya di vins grup mereka berdua langsung turun dari dalam mobil. Riga sangat kagum dengan perusahaan besar Vins grup, bukan hanya Vins grup di sebrang sana ada perusahaan besar bernama Marcel grup. Riga sudah banyak mendengar dua perusahaan besar itu tetapi belum pernah mengunjungi nya.
"Itu milik Calvin adik ipar mu," tanya Riga.
"Ya itu milik nya, sebenarnya harta kekayaan nya jauh lebih besar dari keluarga kami, tapi masalah nya banyak sekali," jawab Nathan.
Mereka berdua masuk ke dalam Vins grup. Perusahaan milik keluarga Riga memang besar tetapi Vins grup lebih besar dari milik keluarga nya. Di atas langit memang masih ada langit lagi.
__ADS_1