Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 155 S2


__ADS_3

Pagi hari nya. Riga masuk ke dalam kamar Alvaro untuk mengambil sesuatu di dalam lemari, saat membuka pintu kamar Riga terkejut melihat Alvaro tertidur di dalam kamar nya. Ia tidak tau kapan Alvaro kembali ke rumah. Di sana tidak ada Melanie istri Alvaro, hal itu membuat Riga sedikit curiga pada Alvaro.


"Alvaro," ucap Riga.


"Al." Riga naik ke atas ranjang dan menggoyangkan tubuh nya.


"Hmmmm, aku ngantuk dad," ucap Alvaro, ia malah meletakkan kepalanya di atas paha Riga dan memeluk Riga dari samping.


"Kapan kau datang? dimana istri mu? kalian baik baik saja kan," tanya Riga.


"Kemarin aku datang, dia di apartemen kami bertengkar," jawab Alvaro.


"Kenapa Al, kau sampai meninggalkan nya sendiri di rumah," ucap Riga.


"Aku malas membahas nya, aku ingin tidur."


"No no, bangun sekarang. Jelaskan pada daddy, nanti daddy akan memberikan mu saran terbaik," ucap Riga.


"Daddy dia sudah membuat ku kecewa, dia melanggar peraturan yang aku buat. Dia pergi sampai malam tanpa izin dari ku, itu saja sudah membuat ku kesal dengan nya. Belum lagi, daddy tau dia minum pil kb, apa coba maksud nya. Dia tidak ingin hamil anak ku, atau dia selingkuh."


Riga diam sesaat untuk mencerna apa yang Alvaro katakan. Rumah tangga mereka berdua masih baru dan mereka berdua belum bisa menyelesaikan masalah sendiri. Riga paham akan kekhawatiran yang Alvaro rasakan. Normal juga jika Alvaro sampai marah pada Melanie. Tetapi sebagai orang tua yang baik, Riga tidak mau menyalahkan salah satu dari mereka berdua. Riga hanya bisa memberikan saran terbaik untuk mereka berdua.


"Bocah ku ini ngambekan sekali ya," ucap Riga.


"Dia sangat membuat ku marah," kata Alvaro.


"Daddy tau kau pasti sangat kecewa dengan nya. Dia memang melakukan kesalahan, tetapi jangan seperti ini juga sayang. Jangan kabur dari masalah, kamu tidak akan menyelesaikan masalah jika seperti ini. Kamu pergi meninggalkan istri mu begitu saja di apartemen, jika terjadi sesuatu pada nya bagaimana? atau dia malah pulang ke rumah orang tua nya bagaimana? kamu mengambil nya secara baik bauk kan, jika dia kembali ke rumah orang tua nya dengan seperti ini, itu artinya kamu tidak menepati janji mu pada orang tua nya."


"Daddy..

__ADS_1


"Dengarkan daddy dulu. Marah itu sangat wajar, konflik dalam rumah tangga juga hal yang wajar. Konflik itu akan membuat mu semakin dewasa dalam menghadapi masalah. Tetapi lari dari masalah bukan hal yang terbaik yang bisa kamu lakukan. Alvaro menurut daddy, bicara kan masalah ini baik baik dengan istri mu. Jangan melihat masalah ini dari sudut pandang mu saja, coba lihat dari sudut pandang nya. Mana tau kau dapat mengerti kenapa dia melakukan hal itu. Dan satu jika masih mampu untuk kamu maafkan, maafkan lah dia. Daddy yakin istri mu itu hanya memiliki kecemasan sendiri, kamu tau diri kamu bagaimana kan? kamu sadar kamu bagaimana kan?."


"Dia menjelaskan jika dia takut aku hanya menikmati tubuh nya, saat dia hamil aku akan pergi meninggalkan nya. Memang tujuan awal kami menikah untuk berpisah, tatapi itu kan dulu, sekarang ya tidak," ucap Alvaro.


"Ya sudah lah, untuk apa mempermasalahkan yang sudah terjadi, toh aku juga bukan suami yang baik baik kali. Terimakasih daddy, aku pulang dulu, jaga kandungan mamah dengan baik. Aku akan segera menyusul mu." Alvaro melompat dari atas kasur dan langsung pergi meninggalkan kamar nya.


"Anak itu ya." Riga hanya bisa menggelengkan kepala nya.


Alvaro kembali pulang ke apartemen nya. Yang du katakan daddy nya benar. Lari dari sebuah masalah tidak akan menyelesaikan nya. Lebih baik dia datang untuk menyelesaikan nya. Alvaro masuk ke dalam kamar nya, pecahan beling dari botol yang ia lempar kemarin sudah bersih. Alvaro melihat ke arah Melanie yang sedang tertidur dengan lelap.


Alvaro mendekati Melanie dan mengusap wajahnya. Jika seperti ini, rasa nya dia tidak bisa terlalu lama marah pada Melanie, dia sudah gemas sendiri dengan wajah Melanie yang sangat polos.


Alvaro naik ke atas ranjang dan langsung memeluk istri nya. Seperti nya rasa marah di dalam diri nya sudah padam melihat wajah manis Melanie.


"Aahh ahah sakit," ucap Melanie.


"Eh kamu kenapa," tanya Alvaro.


"Luka kamu terluka," tanya Alvaro.


Melanie yang baru sadar jika Alvaro pulang langsung memeluk Alvaro dengan erat. Ia sangat takut Alvaro pergi meninggalkan nya.


"Maafkan aku, maafkan aku al, maafkan aku, jangan pergi meninggalkan ku al." Melanie tidak kuasa menahan air mata nya. Ia sangat takut Alvaro pergi meninggalkan nya seperti tadi malam.


"Janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama," ucap Alvaro.


"Janji, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama," kata Melanie.


"Lupakan masalah kemarin, jangan mengungkit ngungkit nya lagi," ucap Alvaro.

__ADS_1


"Kamu tak marah lagi pada ku," tanya Melanie.


"Tidak marah lagi pada mu, kaki mu kenapa? kenapa bisa luka begitu?"


"Kemarin aku berusaha mengejar mu, tetapi aku malah terkena pecahan botol, jadi kaki ku sedikit terluka," kata Melanie.


"Maafkan aku, aku tidak tau, apa luka nya lebar, kita ke rumah sakit ya," ucap Alvaro.


"Tidak perlu mas, hanya sedikit saja, tidak terlalu lebar dan terlalu dalam," kata Melanie.


Alvaro memberikan beberapa kecupan manis di wajah istri nya. Ia cukup menyesal pergi meninggalkan Melanie begitu saja kemarin malam.


"Kemarin malam kamu kemana? kamu tidak mabok kan," tanya Melanie.


"Tidak lah, aku tidak mabok. Aku kemarin ke rumah orang tua ku. Ya lebih baik menenangkan diri di rumah, dari pada aku ke club malam pasti ada hal jelek yang aku lakukan," jawab Alvaro.


"Mereka tau masalah kita," tanya Melanie.


"Hanya daddy, daddy memberikan ku banyak saran. Aku jadi lebih bisa berpikir dengan dewasa. Jangan khawatir daddy tidak akan marah pada mu, dia juga sangat pintar menyimpan sebuah rahasia," jawab Alvaro.


"Yang sakit hanya kaki mu kan," tanya Alvaro.


"Iya hanya kaki ku, ada apa?"


"Hehehe sayang ya masak kamu tidak tau apa yang aku inginkan, main di atas ya. Aku belum pernah, kata daddy sangat luar biasa," ucap Alvaro.


"Ma... main di atas, maksudnya," tanya Melanie yang kebingungan.


"Main di atas sayang, kamu yang memimpin di atas, ah nanti aku berikan cara nya, daddy sudah memberikan ku pelajaran ini," jawab Alvaro.

__ADS_1


"Ada pelajaran seperti itu, kamu ada ada saja," kata Melanie.


__ADS_2