Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 82 2


__ADS_3

Alfi memilih bertemu dengan Tiffany untuk melepaskan rasa kesal nya pada Alvaro dan Riga. Jika cerita bersama dengan wanita akan terasa lebih enak. Mereka bisa saling mengerti dan memberikan saran satu sama lainnya.


"Maaf aku terlambat," ucap Alfi.


"Tak papa, wajah mu seperti menyedihkan begitu," tanya Tiffany.


"Hahaha ya begitu lah, aku benar-benar pusing dengan Al," kata Alfi.


"Kenapa lagi dengan anak itu, dia masih sering membuat masalah?"


"Setiap hari, aku benar-benar pusing. Riga terlalu memanjakan nya, semua yang di katakan harus di turutin. Apapun itu, bulan ini dia sudah berganti mobile 3 kali. Ntah kemana semua mobil nya, ada yang di sita, ada yang rusak, semua nya lah," ucap Alfi.


"Ya begitu, dia terlalu di manja, daddy nya, kakek nya, paman nya. Jadi dia semena-mena. Patcrik saja tidak pernah aku manja," kata Tiffany.


"Aku ingin seperti kau, tapi daddy nya tidak bisa. Patcrik tidak pernah membuat masalah. Aku tidak pernah mendengar kau curhat tentang masalah abai mu, dia tumbuh menjadi pria yang baik, tida seperti Al. Ni nanti aku pulang ada saja yang di minta nya," ucap Alfi.


"Sudah nikahkan saja dia, mana tau dengan menikah dia bisa berubah," kata Tiffany.


"Menikah dengan siapa? mana ada yang mana mau dengan pria seperti ini, tidur saja masih dengan mamah daddy nya."


"Hahaha jadi sampai sekarang dia belum tidur sendiri," tanya Tiffany.


"Ya sudah tidur sendiri kalau aku benar-benar marah, ya kali mau tidur dengan kami terus. Mana daddy nya terus menerus meminta jatah," jawab Alfi.


"Begini saja, kau cari cari wanita yang cocok dengan nya. Wanita yang bisa merubah diri nya. Pasti ada wanita tersebut, kau hanya perlu mencari nya, jodohkan dia dengan wanita itu."


"Apa aku menjodohkan nya, bisa mati wanita itu dengan nya. Jangan sampai wanita itu di babat abis oleh nya."


"Hahaha tidak sampai seperti itu lah, kau dulu dengan Riga bagaimana. Apa kau sampai mati," tanya Tiffany.

__ADS_1


"Hmmm bisa aku pikir kan, tapi kalau mau menjodohkan nya dengan seorang wanita jangan hanya aku yang bertindak, daddy dan kakek nya harus ikut. Jika hanya aku dia bisa menolak dengan berbagai macam alasan klasik," jawab Alfi.


Seperti yang Alfi harapkan, jika ia bertemu dengan Tiffany pasti ia lebih tenang dan ada saran yang Tiffany berikan pada nya, ia benar-benar sangat tenang jika seperti ini. Meskipun semua belum benar-benar selesai.


Alvaro pulang ke rumah dengan wajah yang sangat bahagia. Mobil keluaran terbaru akan sampai di rumah. Ia bisa bersenang-senang kembali dengan para teman-teman nya. Ia juga bisa pamer saat masuk kuliah dengan orang orang di sekitar nya.


"Daddy, hmmm aku ingin....


"Ingin apa," tanya Riga.


"Aku ingin membeli apartemen, aku ingin tinggal di apartemen saja lah," jawab Alvaro.


"Yakin kau bisa tidur di kamar sendiri, kau saja masih sering tidur dengan mamah mu. Jangan aneh aneh, daddy akan kehilangan mu jika kau tinggal di apartemen," ucap Riga.


Riga duduk di sofa depan Televisi, Alvaro tidur sambil meletakkan kepala nya di atas pangkuan Riga. Jika wajah Riga sudah seperti ini, pasti sedang ada yang daddy nya pikir kan. Riga sedang memikirkan Alfi yang tidak ada di rumah, ia yakin pasti Alfi ngambek pada nya. Ia memang sangat tidak bisa menolak apa yang Alvaro minta.


"Daddy kenapa aku sangat mirip dengan daddy," tanya Alvaro.


"Hahaha aku sangat senang mirip dengan daddy, banyak yang takut dengan ku. Daddy benar-benar luar biasa. Kenapa paman Nathan jarang sekali ke rumah ya, aku kan belum meminta jatah ku," ucap Alvaro.


Riga mengusap wajah Alvaro dengan perlahan. Ia tidak tau kenapa anak ini bisa sampai seperti ini. Hidup penuh dengan kemewahan tidak membuat Alvaro bersyukur, ia malah merasa kurang kurang dan kurang.


"Paman mu sibuk dengan pekerjaan dan juga keluarga nya. Kau tau kan bagaimana paman mu," ucap Riga.


"Dia sangat baik pada ku, setiap bulan selalu mengirimkan ku barang, jam tangan lah, ini lah itu lah. Tapi anak nya benar-benar sangat menjengkelkan," kata Alvaro.


"Hahaha dulu saat kau masih bayi, wajah mu juga masih gemas dan kau gemuk. Aku dan paman mu merebutkan diri mu, dulu kau pusat perhatian banyak orang," ucap Riga.


"Untung saja aku tidak gemuk lagi, aku sudah atletis, banyak wanita yang kagum dengan ku."

__ADS_1


"Jangan jadi buaya Alvaro, awas saja sampai kau jadi buaya darat," ucap Riga.


"Apakah daddy dulu seperti itu, kalau iya ya aku pasti akan sama."


"Tidak, daddy benar-benar setia dengan mamah mu, perjuangan daddy mendapatkan mamah mu benar-benar luar biasa, kau jangan sampai seperti kakek mu ya."


"Nah itu, istri kakek ada 4, kata kakek aku boleh sama seperti nya, memiliki istri banyak," ucap Riga.


"Jangan dengar kan dia, siapa yang selalu memberikan mu uang?"


"Daddy."


"Jadi turuti semua apa yang daddy katakan," ucap Riga.


Alfi baru sampai di rumah. Ia melihat daddy dan anak sedang menghabiskan waktu bersama. Jika seperti ini Alfi benar-benar sangat senang sekali, kekompakan mereka berdua memang tidak bisa Alfi ragukan lagi.


"Kalian sedang membicarakan ku," tanya Alfi sambil duduk di dekat mereka berdua.


"Mamah, mamah marah pada daddy, jangan marah pada nya mah. Daddy jadi galau," kata Alvaro.


"Al kau sudah siap menikah belum?"


"Belum," jawab Alvaro.


"Kenapa belum? kau tidak boleh dengan daddy mu"


"Tidak ah, hanya belum siap saja, aku ingin bersama kalian berdua dulu, menghabiskan waktu muda ku dengan bersenang-senang," ucap Alvaro.


"Alvaro mamah mohon, mamah tidak ingin mendengar laporan buruk lagi tentang mu. Dari kampus, kepolisian, Teman-teman mu, jangan sampai kau mamah pindah ke luar negeri," kata Alfi.

__ADS_1


"Sayang...


"Diam, kamu jangan terlalu memanjakan nya. Ini demi kebaikan Alvaro. Kau contoh patcrik, dia tidak pernah membuat masalah," kata Alfi.


__ADS_2