Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 97 S2


__ADS_3

"Maksudnya," tanya Melanie.


"Membuat anak mungkin, tapi ntalah aku hanya tau kasur bergerak saat aku tidur," jawab Alvaro.


"Alvaro kau tidak pernah SD, SMP atau SMA," tanya Melanie.


"Tidak aku sekolah bisnis, semua tentang bisnis S1 ku juga," jawab Alvaro.


"Pantas saja, kau ternyata polos juga ya. Nanti kau tanya kan saja pada daddy mu, Apa selama burung mu itu tidak berguna? hahaha mungkin hanya untuk pajangan saja kali ya," ucap Melanie.


"Berguna lah, terus aku pipis dari mana, kau bodoh sekali," ucap Alvaro.


"Ya aku memang bodoh, tapi tidak terlalu bodoh seperti mu," kata Melanie.


Di tempat lain. Pactrik sudah berada di bandara karena ia akan terbang ke Korea. Pactrik pergi bersama dengan seorang wanita yang tak lain teman satu jurusan nya. Di sana mereka tidak hanya berdua karena akan bertemu dengan berbagai macam orang dari belahan dunia lainnya.


"Pacar mu tidak marah kita pergi berdua," tanya Vera.


"Tidak aku sudah putus dengan nya. Aku harus fokus dengan S2 ku, setelah itu aku akan ke Jerman," jawab Pactrik.


"Melanie aku akan ke Korea beberapa minggu, kalau pernikahan mu segera di laksanakan, aku hanya bisa berdoa semoga ini yang terbaik untuk mu. Aku yakin kamu akan bahagia dengan nya. Maafkan semua kesalahan ku, aku tidak bisa datang di acara yang membahagiakan ini. Satu hal yang harus kamu tau aku sangat mencintaimu." Pactrik mengirimkan pesan itu dan menutup handphone nya. Sangat berat untuk nya tapi harus ia jalani.


"Kenapa harus ke Jerman," tanya Vera.


"Aku ada pekerjaan di sana, aku ingin fokus dengan masa depan ku," jawab Pactrik.


"Melanie saja di putuskan nya demi masa depan nya, bagaimana dengan ku, aku yang bukan siapa siapa nya mana mungkin bisa mendekati Pactrik," batin Vera.


"Kenapa," tanya Pactrik.


"Tidak ada si, orang seperti mu masih sangat memikirkan masa depan yang sangat cemerlang," jawab Vera.


"Ayolah cerita pada ku, pasti kau memikirkan hal. lain kan, apa yang kau pikirkan sebenarnya," tanya Pactrik.


"Hahaha tidak ada Pactrik, untuk apa aku memikirkan banyak hal, itu akan membuat hidup ku semakin pusing," jawab Vera sambil tersenyum manis.


"Aku tidak percaya wanita cantik seperti mu tidak memiliki seorang pacar," ucap Pactrik.


"Lah memang begitu ada nya, aku memang tidak mempunyai pacar. Hati ku hanya untuk satu orang saja, aku tidak akan memberikan hatiku pada orang lain," kata Vera.


"Wah siapa pria itu, pasti beruntung sekali. Jadi cerita nya kau mencintai dalam diam," tanya Pactrik.


"Ya begitu lah, mencintai dalan diam."

__ADS_1


"Ah mana enak seperti itu, kau aneh katakan saja napa, pada orang itu," kata Pactrik.


"Memilih untuk diam, memperhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap hati selalu mempunyai sebuah nama."


"Kenapa jadi puitis seperti ini, ya sudah aku kalau. Tapi aku tidak akan menyerah mencari tau siapa pria itu. Jika aku tau aku akan mengatakan pada nya, ada seseorang bidadari yang mencintaimu."


"Kau tidak akan menemukan orang itu Pactrik, karena orang itu adalah dirimu sendiri," batin Melanie.


Riga dan Alfi sampai rumah Ryan di sore hari. Sebelum ke rumah Ryan mereka menyempatkan diri untuk ziarah ke makam Mamah Alfi terlebih dahulu.


"Jadi ayah mu tidak menikah lagi," tanya Riga.


"Tidak tau lah, mungkin dia trauma dengan pernikahan ke dua nya. Semua itu urusan nya, dia bahagia aku bahagia," jawab Alfi.


Alfi dan Riga masuk ke dalam rumah itu. Mereka berdua langsung di sambut oleh Melanie yang sedang membuat obat untuk perut Alvaro yang sedang bermasalah karena makan pedas.


"Cantik ya, jadi ingin nikah lagi," kata Riga.


"Nikah lah, emang burung mu masih kuat," tanya Alfi.


"Hanya kuat untuk kamu sayang, hahaha jangan ngambek aku hanya bercanda," jawab Riga.


"Halo cantik," ucap Alfi.


"Alvaro," ucap Melanie.


"Hahaha tidak, aku daddy nya, dimana calon suami mu," tanya Riga.


"Di kamar, perut nya sedang sakit," jawab Melanie.


"Sayang kamu bantu calon menantu kita, aku akan menemui anak itu," ucap Riga sambil berjalan pergi.


Di kamar Alvaro sedang nungguin agar rasa sakit du perut nya bisa berkurang, ia tidak tahan dengan rasa sakit itu. Riga yang melihat anak nya seperti itu menahan tawanya. Sudah lama ia tidak melihat tingkah random Alvaro.


"Alvaro." Riga menepuk pantat nya.


"Ahh sakit," ucap Alvaro.


"Daddy." Alvaro langsung memeluk Riga, ia benar-benar sangat merindukan daddy nya itu. Apa yang di lakukan Alvaro memang tidak pantas dengan usia nya, tetapi begitu lah Alvaro karena terlalu di manja ia sampai lupa dengan umur nya yang sudah dewasa.


"Kau kenapa sayang," tanya Riga.


"Perut ku sangat sakit, aku makan pedas," jawab Alvaro.

__ADS_1


"Terus kenapa tidak memakai baju, atau jangan jangan kalian abis melakukan nya?..


"Melakukan apa, aku tadi mandi, aku belum memakai baju sedang malas," ucap Alvaro.


"Oh begitu, berbaring lah, biar daddy pijat perut mu," kata Riga.


Alvaro berbaring di atas kasur membiarkan daddy nya memijat perut nya.


"Calon istri mu cantik al," ucap Riga.


"Cantik apa, tidak ada body nya. Pemarah seperti mamah, galak tidak tau diri seperti setan," kata Alvaro.


"Hey jaga ucapan mu, kalau dia dengar bagaimana?"


"Biar saja, dia saja memanggil ku iblis," ucap Alvaro.


"Hahaha jadi kalian sudah memiliki panggilan sayang," kata Riga.


"Panggilan sayang apaan. Daddy aku tidak mau menikah dengan nya, dia saja tidak tipe ku," ucap Alvaro.


"Kau mencintai nya nanti, tenang saja lah. Sekarang daddy mu tanya kenapa bisa sampai kecelakaan, kau mabuk," tanya Riga.


"Tidak hanya sedikit mabuk," jawab Alvaro.


"Itu mabuk bodoh, jangan sampai calon istri mu tau sifat jelek mu. Nanti dia ilfil dengan mu."


"Bodoh amat, aku tidak peduli dengan nya, mau ilfil atau tidak aku tidak peduli," ucap Alvaro.


"Memang anak satu ini ya."


Di dapur...


"Siapa nama kamu," tanya Alfi.


"Melanie tante, salam kenal."


"Wah nama yang sangat cantik. Pasti Alvaro merepotkan mu ya."


"Hehehe kalau boleh jujur iya tan, tapi tidak papa sudah menjadi tanggung jawab ku."


"Hahaha sifatnya sangat menjengkelkan. Dia memang seperti itu, harus tahan batin jika bersama nya, mulutnya juga seperti wanita tidak bisa di rem."


"Tante benar, dia juga sangat manja," ucap Melanie.

__ADS_1


"Dia sudah manja pada mu?"


__ADS_2