
"Kau mau kemana," tanya Nathan.
"Mau pulang," jawab Riga.
"Kau mau pulang dan membiarkan calon istri mu pergi bersama dengan pria lain, kau gila," ucap Nathan.
"Bukan urusan mu." Riga terus berjalan melangkah ke depan.
"Ya memang bukan urusan ku, jika kau kehilangan nya itu akan menjadi urusan mu. Kau sadar pria itu suka dengan Alfi."
"Aku tidak peduli, aku tida menginginkan perjodohan ini," kata Riga.
"Bagus kau tidak inginkan, dari pada Alfi di ambil olehnya. Aku sendiri yang akan mengambil Alfi, Alfi akan menjadi pacar ku dalam waktu dekat." Nathan berlari pergi meninggalkan Riga.
Perkataan berlalu begitu saja di kuping Riga tetapi tidak di otaknya, Riga mengingat benar apa yang di katakan Nathan. Jika sampai seperti itu, ia rasa akan menjadi konflik di persahabatan nya.
"Aku tidak suka dengan nya, aku tidak peduli dengan nya. Dia bukan gadis yang aku cari," ucap Riga, ia memukul setir mobil nya. Riga terlihat sangat bingung dan kacau.
Dari kaca spion mobil nya, Daniel dan Alfi terlihat masuk ke dalam mobil. Terlihat jelas jika Alfi dan Daniel sangat dekat, berbeda pada saat dengan nya. Rasa nya ia ingin menarik Alfi bersama nya tetapi ia tidak mungkin melakukan hal itu. Karena tidak ingin melihat mereka berdua, Riga pergi meninggalkan tempat itu.
Alfi dan Daniel pun juga pergi meninggalkan tempat itu. Mereka berdua sudah sangat akrab dan memang terlihat sangat dekat. Tetapi kedekatan mereka berdua bagi Alfi hanya sebagai kakak adik saja tidak ada lebih.
"Kamu mau mengajak ku kemana," tanya Alfi.
"Kemana ya, kita saja tidak sengaja bertemu, tadi kata mu Riga tidak mengizinkan mu," jawab Daniel.
"Ya mungkin karena kamu yang meminta izin, tadi aku yang meminta izin kata nya tidak boleh. Dan aku malah di bawa ke lapangan golf."
__ADS_1
"Mungkin Riga cemburu jika aku membawa mu pergi."
"Cemburu, seperti nya dia sangat senang aku pergi, aku pun lebih suka jauh dari nya. Sudah lah kita jalan jalan saja lah, ke mall gitu," kata Alfi.
"Oke Alfi, kita makan es krim favorit mu, seperti nya aku masih mengingat es krim yang kita makan bersama dulu," ucap Daniel.
"Hahaha awas saja kamu lupa, kapan kamu ada syuting di perusahaan lagi," tanya Alfi.
"Belum tau jadwal ku masih syuting film, kamu kalau mau bisa main ke lokasi syuting ku," jawab Daniel.
"Tidak bisa Daniel, aku sangat sibuk dengan Riga, aku tidak bisa kemana-mana," ucap Alfi.
Hari ini Alfi di ajak bersenang-senang bersama dengan Daniel, ini pertama kali nya ia terlihat tertawa dengan lepas setelah pindah di kota. Hidup bersama Riga yang sangat kaku membuat nya jarang tertawa seperti ini.
Sementara itu Riga kembali pulang ke rumah dengan perasaan yang aneh. Ia langsung masuk ke dalam kamar nya, dan membanting tubuh nya ke atas kasur.
Riga memutuskan untuk kembali mencari gadis di masa kecil nya. Semenjak ada Alfi ia jadi melupakan gadis itu, tapi sekarang rasa ingin tau nya pada gadis itu kembali datang.
"Oke aku harus ke sana, mungkin saja jika aku langsung yang pergi ke sana aku bisa langsung bertemu dengan nya," kata Riga.
Tanpa pikir panjang Riga langsung pergi ke tempat ia di culik dulu, dia sebuah desa yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Riga tidak memakai mobil, agar lebih cepat ia lebih memilih memakai motor sport milik nya yang sudah lama tidak ia gunakan.
Sesampainya di sana, Riga langsung mengingat masa lalu nya, hal itu benar-benar membuat nya sedikit goyang. Riga enggan ke tempat ia di sekap. Ia memilih ke tempat dimana ia bertemu dengan gadis kecil itu.
"Di sini dia, aku ingin bertemu dengan nya lagi," kata Riga.
Riga ingat jika saat itu, ia sempat membeli es krim dengan gadis itu. Dah tiba-tiba otak nya langsung ke arah Alfi.
__ADS_1
"Es krim, rasa es krim yang di makan Alfi kemarin bukan nya sama dengan yang di makan gadis kecil itu," kata Riga.
Riga terus berjalan melihat lihat desa itu, desa itu sudah sangat jauh berubah dari sebelumnya, dulu sangat menyeramkan bagi Riga tetapi saat ini sudah sangat bagus dan tidak menyeramkan lagi untuk nya. Tiba-tiba Riga menghentikan kaki nya, dari kejauhan ia melihat gedung besar tempat ia di sekap dulu. Memori buruk masalah lalu nya membuat nya sangat ketakutan. Otak nya mulai berhalusinasi sehingga ia seperti mendengar suara orang yang menculik nya dulu.
"Alfi," ucap Riga sambil menutup kuping nya.
Malam hari nya. Alfi baru pulang ke rumah, ia sangat takut jika Riga marah pada nya. Ia lupa waktu karena ia sangat asik bermain dengan Daniel. Alfi sangat berharap Riga sudah tidur sehingga tidak memarahinya.
Di dalam kamar Alfi tidak melihat Riga, hal itu membuat Alfi sedikit lega, ia jadi tidak perlu takut jika Riga marah pada nya. Alfi berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
"Mungkin dia sedang bekerja, atau pergi dengan kakek," ucap Alfi.
Setelah selesai mandi, Alfi memakan makanan yang ia bawa tadi sambil menonton drama favorit nya. Kali ini Ia cukup bebas karena tidak ada yang melarang nya berisik.
"Akhirnya aku bisa kembali ke kehidupan ku yang sesungguhnya," ucap Alfi.
Tanpa terasa sudah pukul 11 malam, Alfi sudah menyelesaikan beberapa drama yang ia tonton. Alfi baru sadar jika sampai saat ini Riga belum menampakkan batang hidung nya. Hal itu benar-benar membuat Alfi khawatir pada Riga.
"Dimana dia, seharusnya aku meminta nomor nya, aku jadi tidak bisa menghubungi nya," kata Alfi.
Alfi memutuskan turun dari kamar, ia menunggu Riga di depan pintu utama, perasaan nya sangat tidak tenang yang membuat Alfi mondar mandir di depan pintu. Alfi memijat kepala nya yang terasah sudah berat, ia sangat lelah dan butuh tidur tetapi sebelum Riga pulang Alfi memutuskan tidak akan tidur.
Pukul 12 malam, Riga masih belum menampakkan batang hidung nya. Alfi semakin merasa sangat tidak tenang, berulang kali ia mengintip keluar melalui jendela, ia sangat berharap ada Riga yang sedang berjalan pulang.
Suara motor dan mobil terdengar di luar rumah Dengan cepat Alfi membuka pintu rumah dan langsung berlari keluar rumah. Seseorang keluar dari dalam mobil dengan memapah seseorang pria yang tak lain adalah Riga.
"Riga," ucap Alfi.
__ADS_1