
"Kau terlalu kasar Riga, jadi seperti ayah, ayah tidak kasar sama sekali, tapi ketiga nya sampai kejang kejang, hahaha nanti ayah ajarkan cara nya. Sekarang kau mandi kita keluar berdua," kata Varo.
"Kita mau kemana yah, aku malas kemana-mana," ucap Riga.
"Kemana ya, hahaha kau tau paman mu memiliki pacar anak gadis, aku ingin menasehati nya, kita akan pergi ke vila nya."
"Paman yang mana, aku tidak pernah tau," tanya Riga.
"Paman Riko, kau melupakan nya, dia adik sepupu ayah."
"Oh iya aku baru ingat sekarang, ini sangat luar biasa, dia punya istri muda lah, tapi apakah dia sudah menikah?"
"Belum usia nya sudah hampir kepala empat tapi masih belum menikah juga, ntah apa yang dia pikirkan," kata Varo.
"Kita hanya pergi berdua." Riga sengaja banyak bertanya, ia ingin mengulur banyak waktu, ia sangat malas terkena air di negeri orang, rasa nya ia enggan mandi.
"Oh kau banyak bertanya ya, Riga mandi sekarang jangan banyak bertanya," kata Varo.
"Mandiin, dimana istri ku? dia kabur setelah mendapatkan benih ku."
__ADS_1
"Hahaha kau terlalu ganas jadi dia pergi meninggalkan mu, sudah sana mandi, ayah tunggu kau di kamar ayah," kata Varo dan pergi meninggalkan kamar anak nya. Bisa berbicara banyak bersama Riga adalah impian Varo sejak berpisah dari istri nya. Kelahiran Riga adalah sesuatu yang tidak pernah Varo sesali walaupun Riga termasuk kesalahan terbesar di dalam hidup nya.
Di tempat lain, Sarah masih memikirkan Riga bertemu dengan Varo, ia tau Riga bertemu dengan ayah nya karena tidak sengaja mendengar ucapan dari Warsa. Sarah juga merindukan mantan suaminya itu, ia yakin saat ini Varo sudah hidup bahagia dengan wanita yang ia pilih.
"Sayang." Aldy tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
"Kamu datang, sejak kapan," tanya Sarah.
"Sejak tadi, aku bertemu dengan Selena dulu," jawab Aldy.
"Kamu masih berhubungan dengan nya, bukan nya sudah aku katakan jika kau harus berpisah dengan nya, jika ingin tetap dengan ku putuskan dia," kata Sarah.
Riga keluar kamar dengan keadaan yang sudah rapi, ia berjalan masuk ke dalam kamar ayah nya sesuai dengan apa yang di katakan ayah nya tadi. Di dalam kamar Riga terkejut melihat kamar ayah nya yang super besar. Ia langsung berfikir karena istri ayah nya yang berjumlah tiga, sudah pasti memerlukan sesuatu yang besar juga.
"Kau sudah siap," tanya Varo.
"Sudah, besar sekali yah, ini untuk tiga orang kan," tanya Riga.
"Iya lah untuk tiga orang," jawab Varo.
__ADS_1
"Jadi main nya di atas kasur ini," tanya Riga.
"Kenapa kau sangat sering bertanya tentang hal itu, kau penasaran, kau bisa mengintip nya nanti malam, nanti malam akan ada jatah menjatah," jawab Varo.
"Hahahah oke oke, ayah dimana istri ku," tanya Riga.
"Tadi pergi dengan istri ayah," jawab Varo.
"Oh ya sudah, mungkin di ajari gaya yang baru, dia kalau main hanya diam, tidak berani kata nya sakit."
"Riga Riga otak mu itu loh, mesum sekali kau benar-benar mirip dengan ku, kau tau aku membuat mu saat usia ku 17 tahun, untung saja jadi nya bagus seperti ini," kata Varo.
"Aku tau itu, pasti dulu ayah idaman banyak wanita," ucap Riga.
"Ya jelas lah, banyak yang antri," kata Varo.
"Lalu kenapa bisa dengan mamah," tanya Riga.
"Karena kau sudah ada," jawab Varo.
__ADS_1
"Apa!!!"