Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 162


__ADS_3

"Dimana istri ku," ucap Alvaro.


"Alvaro kau gila? aku tidak tau istri mu dimana," jawab Pactrik.


"Jangan bohong Pactrik. Aku memeriksa CCTV apartemen ini, kau muncul di depan apartemen saat Melanie pergi. Pactrik aku tunggu kau di rumah mu, aku akan menyelesaikan semua dengan orang tua mu."


"JANGAN GILA ALVARO, ITU URUSAN KITA, KAU JANGAN MEMBAWA BAWA ORANG TUA KU!!!."


"AKU TIDAK PEDULI, BAWA ISTRI KU KE RUMAH ORANG TUA MU JAM 7 MALAM, JIKA KAU TIDAK MEMBAWA NYA KE SANA, AKU AKAN MENCERITAKAN SEMUANYA PADA ORANG TUA MU. Aku tau kau mencintai istri ku, aku tau kau mantan istri ku, aku tau wanita yang kau katakan dulu itu istri ku. Aku sudah begitu sabar Pactrik. Jangan sampai kesabaran ku habis, aku tunggu kau sampai jam 7 di rumah orang tua mu." Alvaro memutuskan sambungan telepon itu.


Alvaro bukan pria yang bodoh, ia mencari informasi dari CCTV di apartemen tempat ia tinggal. Terlihat dengan jelas jika Pactrik datang ketikan Melanie pergi meninggalkan apartemen. Alvaro yang ini bukan sebuah kebetulan, ia yakin Pactrik sudah merencanakan semuanya dengan Bella.


Pactrik bingung harus bagaimana, jangan sampai orang tuanya tau semua nya. Jika orang tuanya tau semua nya, Pactrik bisa di usir dari rumah. Pactrik tidak ingin hal itu terjadi, ia harus memilih satu dari hal yang paling penting saat ini.

__ADS_1


Pactrik berjalan mendekati Melanie yang sedang duduk menonton televisi. Memang seperti nya ia tidak mungkin bisa seperti ini terus menerus. Mau tidak mau ia akan mengembalikan Melanie pada pemilik nya.


"Melanie," ucap Pactrik.


"Iya ada apa," tanya Melanie.


"Hmmm kita kembali yuk, Alvaro mencari mu," jawab Pactrik.


"Ha maksud mu," tanya Melanie.


"Begini, hmmm foto dan video yang kau lihat itu palsu itu rencana Bella dan orang jahat.


"Maksud mu apa? kau tau dari mana itu hanya rencana jahat Bella?"

__ADS_1


Alvaro baru menghubungi ku Melanie, memang semuanya rencana jahat Bella. Diam diam aku juga menyelidiki nya, aku ingin yang terbaik untuk kalian berdua. Jadi aku menyelidiki nya, dan memang benar semua itu rencana jahat Bella."


"Jadi begitu." Dugaan Melanie selama ini memang benar. Alvaro tidak mungkin selingkuh dari nya, jika bukan karena wanita ular ini Alvaro tidak mungkin berani bermain main dengan nya. Memang wanita itu sangat menyebalkan. Alvaro tidak mungkin n*fus dengan wanita seperti itu. Hanya diri nya yang bisa membuat Alvaro memiliki gairah.


Sore hari nya Alvaro sudah berada di rumah Pactrik. Ia menceritakan semua nya pada orang tua Pactrik, mau tidak mau ia melakukan hal itu, ia ingin memberikan pelajaran berharga untuk Pactrik. Pactrik memang sangat layak mendapatkan ini semua.


"Kurang ngajar anak itu." Roger benar-benar sudah sangat terpancing amarah. Seperti nya Pactrik memang ingin bermain main dengan nya.


"Maafkan Pactrik Alvaro maafkan dia. Jangan sampai persaudaraan kalian berdua hancur."


"Bagaimana tidak hancur, anak mu membuat ulah. Dia ingin mati di tangan ku," ucap Roger.


"Paman, aku tau kau sangat marah dengan nya, begitu juga dengan ku, aku juga sangat marah pada nya, tapi jangan sampai dia mati ya, sekarat saja tidak papa, jangan salah kan aku tangan ku menerjang diri sendiri nya."

__ADS_1


Maaf up sedikit, nyicil sebelum tamat ya..


__ADS_2