Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 69


__ADS_3

"Darah, sayang berdarah sayang," ucap Riga, ia terlihat sangat panik saat benda kesayangan nya terdapat noda darah.


Alfi hanya bisa menutup mata nya, ia sangat malu dengan tingkah suami nya, Riga terlalu terlewat polos untuk nya. Hal ini terkadang cukup Menggelitik sekaligus memalukan.


"Belikan aku pembalut," kata Alfi.


"Sebentar." Riga membuka baju dan langsung menyumpalkan ke dalam sana. Hal itu semakin membuat Alfi merasa aneh.


"Sayang aku perlu pembalut, bukan baju kamu," kata Alfi.


"Aku harus membeli dimana," tanya Riga.


"Di minimarket, atau minta adik mu itu," jawab Alfi.


"Oke." Tanpa pikir panjang Riga langsung berlari keluar dari kamar nya.


Riga masuk ke dalam kamar adik nya Selana, ia benar-benar panik dan takut terjadi sesuatu pada Alfi. Ia pikir pembalut adalah obat untuk mengobati benda Alfi yang sedang berdarah. Maklum saja setelah kejadian penculikan itu, pendidikan Riga terganggu, ia banyak mengambil sekolah bisnis di bandingkan dengan sekolah umum.


"Selena," teriak Riga di depan pintu.


"Siapa sayang," tanya Aldy.


"Kakak ku, sudah kamu bersembunyi saja."


"Tapi kenapa, tante kamu sudah tau kalau aku datang," kata Aldy.

__ADS_1


"Tidak, jangan sayang, kak Riga berbeda, dia bisa marah besar kalau tau ada kamu di sini," ucap Selena.


Aldy langsung bersembunyi masuk ke dalam kamar mandi. Ia tau siapa Riga, dan ia sangat takut jika Riga marah besar pada nya. Setelah semuanya rapi kembali Selena langsung membuka kan pintu kamar nya.


"Ada apa kak," tanya Selena, ia sangat terkejut melihat Riga yang bertelanjang dada. Selama hidup ia tidak pernah melihat abang nya seperti ini.


"Dimana pembalut," tanya Riga.


"Ada kak untuk apa?"


"Sudah jangan banyak tanya, mana pembalut ku," kata Riga.


"Kakak pakai pembalut," tanya Alfi.


"Iya aku pakai pembalut dimana pembalut nya," tanya Riga.


"Gila, tubuh nya benar-benar indah. Putih bersih dengan otot yang sangat sempurna, siapa wanita yang tidak ingin tidur dengan nya," batin Selena.


Selena memberikan pembalut pada Riga, tanpa mengucapkan apapun Riga langsung pergi meninggalkan kamar itu.


"Sudah sayang," tanya Aldy.


"Sudah sayang, dia hanya mencari pembalut, mungkin istri nya datang bulan," jawab Selena.


"Jadi kan sayang." Aldy memeluk Selena dari belakang.

__ADS_1


"Tapi aku takut, pasti sangat sakit," kata Selena.


" Tidak sakit sayang, percaya pada ku." Aldy berusaha menyakinkan Selena agar mah melakukan hal itu dengan nya, ia pria yang susah biasa menaklukkan wanita.


Riga masuk ke dalam kamarnya, ia tidak mau istri tercinta nya menunggu nya lebih lama lagi.


"Sayang maafkan aku sudah membuat mu menunggu," kata Riga.


Tanpa banyak bicara Alfi mengambil pembalut itu dari tangan Riga dan langsung ke kamar mandi. Riga menunggu Alfi di depan kamar mandi sambil mondar-mandir tidak jelas, ia masih khawatir dengan keadaan istri nya.


Drrttt drrttt drrrrtt handphone Riga bergetar.


"Hallo Carisa," ucap Riga.


"Hallo, kamu kenapa seperti panik begitu," tanya Carisa.


"Tidak papa, nanti saja ya, aku sedang menunggu istri ku." Riga mematikan sambungan telepon itu.


"Dia benar-benar mencintai wanita nya," batin Carisa.


Alfi keluar dari kamar mandi sambil memegang perut nya yang terasa sakit. Hal itu membuat Riga khawatir pada nya.


"Kamu kenapa sayang," tanya Riga.


"Sakit sayang, ambilkan aku air hangat," jawab Alfi

__ADS_1


"Siap." Riga berlari keluar dari kamar.


"Suami yang sigap," ucap Alfi.


__ADS_2