
Alfi bingung saat Riga tidak membawa mobil ke arah kantor. Ia ingin bertanya pada Riga tetapi ia takut Riga marah pada nya, sudah terlihat dengan jelas di wajah Riga jika saat ini Riga tidak memiliki mood yang bagus.
Riga membawa mobil nya ke mall yang ada di kota itu. Mau tidak mau ia menuruti permintaan kakek nya, meskipun hal itu tidak ia sukai. Mata nya bergerak melirik ke arah Alfi, ia tau saat ini Alfi tengah kebingungan.
"Kita mau apa ke mall," tanya Alfi.
"Menurut mu." Riga keluar dari mobil sambil mengambil kaca mata milik nya.
Melihat Riga keluar dari mobil, Alfi pun juga ikut keluar dari mobil, ia tidak mau di kunci sendiri di dalam mobil oleh Riga.
Saat ini terlihat Riga sedang menghubungi seseorang.
"Hallo, kau dimana," tanya Riga.
"Aku di mall milik kakek ku," jawab Nathan.
"Bagus, aku sudah di sini, temani aku," kata Riga sambil mematikan sambungan telepon itu.
"Kita mau kemana?"
Riga menurunkan kaca mata nya. Melihat penampilan Alfi yang seperti ini pasti membuat Nathan akan mengejek nya, sebelum bertemu dengan Nathan Riga memutuskan untuk merubah Alfi agar tidak membuat nya malu.
"Ikut aku," ucap Riga.
"Kemana," tanya Alfi.
"Kau banyak tanya, ikut saja kenapa si."
"Iya maaf." Alfi berjalan mengikuti kemana pun Riga pergi.
Riga membawa Alfi ke butik, wajah Alfi sudah cantik hanya saja pakaian yang Alfi gunakan memang sedikit kampungan. Dengan mengganti pakaian nya Riga yakin Alfi pasti lebih cantik.
"Pilih pakaian yang lebih baik dari yang kau pakai," kata Riga.
"Baik." Alfi langsung mencari pakaian untuk nya, ia tidak kau berdebat lagi dengan Riga.
__ADS_1
Riga memperhatikan Alfi dari kejauhan, dari gaya nya Alfi seperti sudah pernah berbelanja di butik. Sebenarnya memang ini bukan pertama kali nya Alfi ke butik, ia sudah menjelajahi butik butik besar di seluruh dunia.
"Ini bagus, tida seksi dan seperti nya cocok untuk ku. Harga bukan urusan ku, dia yang membawa ku ke sini," batin Alfi.
Alfi mendekati Riga sambil membawa pakaian yang ia pilih, ia hanya mengambil satu pakaian yang menurut nya cocok untuk ia kenakan.
"Sudah," tanya Riga.
"Sudah, ini saja," jawab Alfi.
"Pakai," ucap Riga.
"Sekarang," tanya Alfi.
Sebelum Riga menjawab Alfi sudah membalik badannya. Ia lupa jika Riga tidak suka dengan pertanyaan.
Tak lama Alfi datang kembali dengan penampilan yang baru, semua nya sudah terlihat cukup sempurna. Riga jadi tidak malu membawa Alfi bertemu dengan seorang Nathan.
"Sudah ayo, jangan sok cantik," ucap Riga.
"Riga dengan siapa," batin Nathan saat melihat Riga bersama dengan seorang wanita yang cukup cantik.
"Tumben," ucap Nathan.
"Jangan bilang kau belum mendengar nya," kata Riga.
"Oh jadi berita itu benar, kau calon istri Riga," tanya Nathan.
"Iya," jawab Alfi.
"Hahaha akhirnya kau menikah juga," kata Nathan.
"Diam, bocah seperti mu belum tau apa-apa," ucap Riga.
"Hahaha aku memang bocah, usia ku belum genap 20 tahun."
__ADS_1
"Cantik, kalau kau tidak mau aku bisa menggantikan mu," kata Nathan.
"Jangan brengsek Nathan," ucap Riga.
Alfi terlihat kagum dengan ketampanan Nathan. Nathan tidak lebih tampan dari Riga tetapi Nathan seperti memiliki aura tersendiri, ia juga terlihat lebih asik sesuai dengan wajah nya.
"Siapa nama mu," tanya Nathan.
"Alfi, nama nya Alfi," saut Riga.
"Bodoh, aku tidak bertanya pada mu, aku bertanya pada wanita cantik ini."
"Ya sama saja, aku ke sini untuk menghilangkan kekesalan ku. Kau malah membuat ku kesal," kata Riga.
Tiba-tiba Handphone Nathan berdering, Nathan hanya melirik sesaat siapa yang menghubungi nya, saat tau Calvin yang menghubungi nya Nathan langsung mematikan nya.
"Siapa," tanya Riga.
"Calvin," jawab Nathan.
"Hubungan mu dengan nya masih tidak baik?"
"Aku masih kesal dengan nya, daddy ku terlalu perhatian pada nya, aku rasa daddy ku lebih sayang pada nya. Banyak masalah ku karena nya," kata Nathan.
"Jadi hubungan mu dengan keluarga mu masih kacau," tanya Riga.
"Ya begitu lah, aku tinggal dengan kakek ku," jawab Nathan.
"Kita tidak terlalu berbeda," kata Riga.
Jarak usia Nathan dan Riga cukup jauh, Nathan masih belum genap 20 tahun sedangkan Riga sudah menginjak 25 tahun. Mereka berdua kenal secara tidak sengaja di sebuah acara. Mereka memiliki latar belakang yang sama, hal itu membuat mereka berdua cocok dan memilih untuk berteman.
"Aku serius dia sangat cantik," batin Nathan saat melihat Alfi, ia sangat kagum dengan kecantikan Alfi.
Halo semua, Keluarga Vins is back. Mereka juga akan muncul di novel ini.
__ADS_1