Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 91


__ADS_3

"Aku mencintaimu," ucap Riga sambil membawa Alfi ke kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri, mereka berdua langsung memakai pakaian, mereka ingin makan malam bersama dengan yang lainnya walaupun Riga sudah tidak yakin jika yang lainnya masih menunggu mereka berdua. Permainan tadi benar-benar tidak terduga, itu semua karena Alfi yang tiba-tiba menggoda Riga.


"Sayang, kamu tu sadar tidak si," tanya Alfi.


"Hmmm sadar apa?"


"Kamu memakai ****** ***** ku," teriak Alfi.


"Ha." Dengan cepat Riga langsung menurun nya kembali, pantas saja saat ia pakai terasa sangat sempit dan tidak nyaman.


"Eh ada yang memanggil ku sayang. Seperti nya dia sudah jatuh pada seorang Riga," kata Riga.


"Ih kenapa kamu sangat percaya diri seperti itu, tidak ada yang akan mencintai mu mas."


"Eh enak saja, banyak yang mencintai ku," kata Riga


"Wanita lain, siapa wanita itu," tanya Alfi dengan tatapan tajam.


"Hahaha jangan marah sayang,tidak kok," kata Riga.

__ADS_1


Riga sangat bingung dengan Alfi, kalau Alfi tidak mencintai nya kenapa Alfi selalu marah saat ia dekat dengan wanita jangan kan dekat mengatakan seorang wanita lain saja Alfi sudah terlihat jengkel.


"Awas saja itu mu keluar masuk lubang lain, aku potong, aku jual ke kebun binatang," ucap Alfi.


"Galak sekali kamu ya, hahaha siap sayang." Riga memeluk Alfi sambil menciumi wajah Alfi.


Nathan dan Marcel juga baru kembali pulang ke rumah. Mereka berdua terlihat cukup lelah, apalagi Nathan yang harus mengurus Marcel sendiri. Untung saja Marvel tidak terlalu rewel seperti anak kecil pada umumnya.


"Siapa ya wanita itu, aku penasaran kenapa dia bisa bersama dengan Marcel," batin Nathan.


Sebelum pulang ke rumah, Nathan sempat kehilangan Marcel di restoran. Tetapi tak lama ada seseorang wanita yang membawa Marcel ke arah nya. Hal yang membuat Nathan terkejut, wanita itu tau diri nya dan hal yang tidak semua orang tau tentang nya. Nathan sangat ingin bertemu kembali dengan wanita itu tetapi sayang nya sebelum mengucapkan satu kata pun, wanita itu sudah pergi meninggalkan nya.


"Aku harus menemukan nya kembali," batin Nathan.


"Malam Riga, Alfi." Nathan mendekati meja makan.


"Malam, kau sudah makan? dimana Marcel?"


"Ya aku sudah makan dan Marcel sedang istirahat," kata Nathan.


"Oh seperti nya kau sedang senang, bisa bercerita dengan ku," tanya Riga.

__ADS_1


"Hahaha tidak ada yang membuat ku senang tapi ada yang ingin aku katakan pada mu," jawab Nathan.


"Apa itu?"


"Seperti nya besok aku harus segera kembali, ada banyak hal mendadak yang harus aku lakukan, kau di sini saja dulu, aku naik pesawat komersial, jet pribadi tetap bisa kau pakai" ucap Nathan.


"Kalau kau pulang aku juga harus pulang," kata Riga.


"Tapi kau baru saja bertemu dengan ayah mu, kau belum puas kan bersama dengan nya."


"Tidak aku sudah cukup bertemu dengan nya, aku sudah tau dia dimana jadi aku bisa datang kapan saja aku mau," kata Riga.


"Hmmm ya sudah kalau begitu, kita pulang malam saja," ucap Nathan.


"Oke, kau tidak makan lagi?"


"Tidak, aku masih sangat kenyang, aku kembali ke kamar dulu, takut Marcel bangun dan menangis," ucap Nathan.


Setelah selesai makan Alfi pun memilih langsung kembali ke kemar, ia ingin langsung istirahat setelah bertempur dengan Riga beberapa menit yang lalu. Rasa nya tubuh nya harus di istirahat dengan baik. Berbeda dengan Alfi, Riga memilih bertemu dengan ayah nya. Saat di depan pintu kamar, Riga baru ingat jika malam ini ayah nya mendapatkan jatah.


"Maaf ayah, aku ingin melihat nya," ucap Riga.

__ADS_1


Ntah memang di sengaja atau tidak pintu kamar itu tidak di kunci, hal ini membuat Riga dengan muda dapat melihat semuanya. Mata Riga terbelalak saat melihat ayah nya yang begitu beringas menggempur tiga mamah sambung nya.


"Ayah keren," batin Riga.


__ADS_2