
Pagi hari nya, Riga bangun dari tidur nya terlebih dahulu. Ia ingin menjemput ayah nya yang pasti sudah bangun sejak tadi, karena memang Riga bangun sudah pukul 8 pagi. Ia bangun lebih lama karena insiden sesuatu yang nyelempit kemarin malam, awal nya memang tidak sengaja nyelempit tetapi akhirnya sengaja di masukan ke dalam sana.
"Sayang kamu siap siap ya, aku ingin ke tempat ayah dulu," kata Riga.
Di ruang tamu terjadi keributan yang tidak terduga. Ya Warsa tau jika Selena dan Sarah hamil dari pria yang sama. Warsa sudah curiga sejak beberapa hari lalu karena Aldy beberapa kali kepergok masuk ke dalam kamar dua wanita itu.
"Maaf yah, semua di luar kuasa ku," kata Sarah.
"Kau memang membuat kami malu, dan kau selena, aku sudah tidak sanggup mengurus mu. Kau bisa kembali ke rumah orang tua mu."
"Tidak kek aku tidak mau, maafkan aku kek maaf." Mereka berdua hanya bisa menangis, hanya tangisan yang terdengar saat ini.
Warsa benar-benar sangat mengamuk, tidak peduli mereka berdua yang sudah berlutut meminta maaf. Kemarahan Warsa sudah benar-benar memuncak.
Riga yang tidak sengaja mendengar semua itu berjalan mendekat, ia bingung kenapa kakek nya sangat marah. Ia juga cukup terkejut melihat mamah nya yang sudah di lantai, mau bagaimana pun sarah. Riga berasal dari rahimnya, ia pasti merasa tidak tega melihat mamah nya di lantai.
"Kakek ada apa ini," tanya Riga sambil membantu Sarah berdiri dari lantai.
"Riga maafkan mamah hiks hiks hiks." Sarah memeluk Riga dengan erat. Riga sempat terdiam sesaat, ia sudah lama tidak mendapatkan pelukan hangat itu.
"Kau tanya sendiri saja pada mamah mu," kata Warsa.
"Mamah kenapa, ada apa? apa yang mamah lakukan sampai membuat kakek marah seperti ini."
"Mamah hamil," ucap Sarah.
"Apa!! siapa yang berani melakukan ini pada mamah, katakan mah siapa yang melakukan nya." Riga juga mulai terbawa emosi, bukan pada mamah nya tetapi pada seseorang yang membuat mamah nya sampai hamil.
"Bodoh, mamah mu melakukan nya suka dengan suka mau dengan mau, bukan karena paksaan," kata Warsa.
"Apa!!! mah dengan mau, mamah melakukan itu." Riga melepaskan pelukan hangat itu.
"Dan kau harus tau, sepupu mu hamil dan Sarah hamil dengan pria yang sama."
"Mamah!!!," ucap Riga dengan keras.
"RIGA!!! turunkan nada suara mu." Varo berjalan mendekat.
__ADS_1
"Varo," ucap Warsa dan Sarah bersamaan.
"Bagaimana aku tidak marah ya, mamah melakukan hal yang sangat gila, mamah sudah benar-benar tidak bisa di maafkan," kata Riga.
"Kesalahan apapun yang mamah perbuat, kau tetap harus menghormati nya. Kau berasal dari rahim nya."
"Aku tidak bisa berkata kata lagi mah, aku sudah muak dengan ini semua, selesaikan sesuatu yang sudah mamah perbuat." Riga pergi meninggalkan tempat itu sebelum emosi nya semakin naik.
"Kau tidak pernah berubah, kau terus saja membuat anak mu kecewa."
"Maafkan aku, aku ingin kembali dengan mu."
"Maaf tidak bisa, aku sudah memiliki istri yang jauh lebih baik dari mu." Ketiga istri Varo berjalan mendekati Varo dan yang lainnya.
"Mereka bertiga," tanya Sarah.
"Ya, bagaimana aku hebat bukan. Sudah aku katakan berpisah dengan mu bukan lah sesuatu yang berat untuk ku. Aku meninggalkan semuanya di rumah, tetapi aku bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari mu." Mereka semua meninggalkan Sarah dan Selana, termasuk Warsa yang ikut dengan Varo.
Riga memijat kepala yang terasa cukup pusing. Varo berjalan mendekati Riga dan langsung menarik kepala Varo ke atas pangkuan nya.
"Sudah jangan kau pikirkan, biarkan dia menyelesaikan masalah nya. Ini kedua kali nya dia mengecewakan mu tetapi kau jangan sampai membenci nya. Dari pada pusing lebih baik kau meminta jatah sana."
"Ayah mana obat nya, aku rasa memang burung ku kurang besar."
"Kau ni yah, ada saja yang kau ucapkan," ucap Riga.
"Nanti kita perbesar. Sekarang lebih baik mandi saja saja, bersihkan amarah mu dengan air mengalir."
"Iya yah." Riga bangkit dan pergi meninggalkan Varo.
"Bagaimana kabar mu." Warsa memeluk Varo dengan erat. Beberapa kali ia mencium wajah Varo.
"Sangat baik dad, aku sangat merindukanmu dad," ucap Varo.
"Aku juga sangat merindukanmu, untung saja wajah anak mu sangat mirip dengan mu."
"Aku pikir istri tiga itu hanya khayalan mu, ternyata kau benar memiliki nya."
__ADS_1
"Hahaha, aku kan sudah mengatakan nya pada mu," kata Varo.
Beberapa minggu berlalu, semua nya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sarah dan Selena sudah pergi dari rumah ini, mereka berdua diasingkan ke sebuah pulau bersama dengan Aldy. Sedangkan Varo memilih tinggal di rumah nya kembali bersama ke tiga istri nya.
Riga juga sedang melakukan program, yaitu progam membesarkan burungnya. Ia melakukan ini bersama dengan ayah nya dengan teknik khusus. Selama program ini berlangsung ia tidak boleh mendapatkan jatah. Hal itu membuat Riga sedikit stres.
"Uwek uwek uwek." Alfi memuntahkan isi perut nya setelah memakan sarapan pagi nya.
"Kenapa dengan istri mu," tanya Varo.
"Dia kurang jatah ya," jawab Riga.
"Kau ya, bukan karena itu, apa mungkin Dia hamil," kata Varo
"Mana mungkin sudah dua minggu aku tidak menusuk nya."
"Kau sangat bodoh, aku membuat mu hanya sekali tusuk. Ambil testpack sana." Varo cukup geram dengan Riga yang sangat aneh.
Riga membawa testpack ke dalam kamar mandir tempat Alfi berada. Ia tidak berharap Alfi hamil, ya karena memang Riga belum menginginkan seorang anak. Dengan ragu ragu Alfi mengambil testpack itu, ia cukup yakin jika diri nya sedang hamil.
"Bagaimana sayang," tanya Riga.
"Aku hamil," teriak Alfi.
"Ahkkkk tidak," teriak Riga.
Teriakan Riga yang sangat kencang membuat yang lainnya ke kamar mandi.
"Bagaimana tanya," tanya Varo.
"Istri ku hamil," jawab Riga.
"Aku akan menjadi kakek, dan kau akan lebih lama menjalankan program kita, hahaha kau tidak akan dapat jatah selama hamil."
"Apa tidak," teriak Riga yang terasa ingin pingsan seketika.
Tamat....
__ADS_1
Hahaha gak berasa sudah tamat. Season selanjutnya akan author kerjakan ketika Author sudah kembali ke Riau, pada bulan tiga.