Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 81 S2


__ADS_3

Beberapa tahun telah berlalu. Kehidupan terus berlalu, satu persatu dari mereka mulai tergantikan oleh anak anak mereka yang akan mengambil jalan cerita novel ini. Awal nya Riga ingin mempunyai banyak anak tetapi setelah memikirkan banyak pertimbangan akhirnya Riga hanya mempunyai satu anak saja yaitu Alvaro. Anak semata wayang Alvaro yang benar-benar sangat Riga manja dan sayang. Apapun yang diminta Alvaro ataupun dilakukan Alvaro benar, jika pun salah dengan muda Riga mengatakan tidak papa.


Alvaro hidup dengan kemanjaan orang tua nya, terutama daddy nya Riga dan juga para paman serta kakek nya. Karena hal itu lah membuat Alvaro tumbuh menjadi pria yang kurang baik. Apa yang ia minta harus ada, atau ia akan ngambek dan pergi meninggalkan rumah. Banyak hal lain yang membuat Alvaro tumbuh menjadi pria seperti itu.


Di rumah Alvaro berkembang dengan paman kecil nya, anak dari Varo dan Jolie. Anak itu diberi nama Ivan, Ivan termasuk orang terdekat Alvaro, memiliki sifat yang sama dan selalu melakukan kekacauan bersama. Mereka berdua memang benar-benar sangat dekat di bandingkan dengan sepupu Alvaro yang lainnya.


Alfi benar-benar merasa gagal menjadi seorang ibu, ia sangat bingung dengan kelakuan anak nya itu. Memang jika di rumah Alvaro tidak pernah menunjukkan ke berandalan nya, ia benar-benar patuh dan manja pada mamanya. Tetapi di luar sana banyak laporan yang tidak tidak tentang Alvaro. Alfi bingung harus melakukan apa agar anak nya ini bisa berubah menjadi pria yang lebih baik.


"Daddy," ucap Alvaro.


"Ada apa," tanya Riga.


"Mobil," jawab Alvaro.


"Tidak ada sayang, kau baru ganti mobil, sudah rusak lagi?"


"Daddy mobil," rengek Alvaro.


"Ayo," ucap Riga.


"Hahaha terimakasih dad." Alvaro langsung memeluk Riga. Begitu lah kehidupan nya, bermanja-manja dan banyak menghabiskan uang.


"Ingat ini terakhir kali," ucap Riga.


"Kalau rusak lagi bagaimana?"

__ADS_1


"Tidak ada lagi, jika mamah mu tau bisa marah dia," ucap Riga.


"Apa dia minta apa lagi," tanya Alfi.


"Mamah," ucap Alvaro.


"Tidak ada," ujar Riga.


"Kau minta apa lagi sayang," tanya Alfi.


"Mamah kan kaya raya, aku minta mobil boleh?"


"Tidak ada, sayang jangan memberikan nya mobil lagi. Dia sudah 4 kali bulan ini berganti mobil. Kemana semua mobil itu, rusak, di sita polisi, kau jangan macam macam Alvaro," ucap Alfi.


"Daddy aku tida mau tau," ucap Alvaro.


"Ya sudah ayo, berhenti merengek seperti ini," kata Riga.


"Tidak sayang jangan terlalu memanjakan nya, dia sudah melewati batas."


"Ssttt jangan pelit dengan anak ku, sudah ayo Al," ucap Riga.


"Bye bye mah, nanti aku minta kakek," kata Alvaro.


"Anak ini ya, kau sangat mirip dengan daddy mu, selalu membuat ku kesal," ucap Alfi.

__ADS_1


"Daddy takut dengan mamah," tanya Alvaro.


"Ya takut lah, nanti daddy tidak diberikan jatah," jawab Riga.


"Jatah saja di pikiran daddy, dad aku boleh liburan bersama dengan teman teman ku," tanya Alvaro.


"Ada saja yang kau minta Al, sudah ya jangan membuat daddy pusing. Sekarang daddy tanya berapa usia mu?"


"23 tahun," jawab Alvaro.


"Nah itu kau sudah dewasa, jangan seperti anak anak gini dong. Seharusnya kau sudah fokus bekerja dan mencari wanita untuk kau jadikan seorang istri," ucap Riga.


"Tapi aku tak mau menikah cepat, aku tak akan bisa bebas. Aku masih ingin bebas dad, aku ingin jalan jalan kesemua tempat yang aku mau," kata Alvaro.


"Hadeh, jika bukan karena kau anak ku satu satu nya sudah aku pites kau dari dulu," ucap Riga.


"Hahaha daddy tidak menyesal kan memiliki aku?"


"Mana mungkin aku menyesal, kau anugrah terhebat yang pernah daddy dapatkan. Tapi sifat mu itu loh, kenapa sangat berbeda dengan ku dulu," ucap Riga.


Terkadang Riga merasa menyesal telah memanjakan Alvaro, tetapi ia juga tidak bisa tidak menuruti apa yang Alvaro mau. Rengekan kecil nya saja sudah membuat nya luluh.


"Ingat Al, daddy akan memanfaatkan semua perbuatan mu kecuali satu hal bermain main dengan wanita, jika serius bawa dia datang ke rumah," ucap Riga.


"Siap pak bos." Alvaro tidak pernah menganggap perkataan daddy nya hal yang serius, ia hanya berkata siap tetapi tidak benar-benar dari dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2