
"Dad kenapa semua orang melihatku seperti itu, aku jadi tidak percaya diri."
"Jangan bodoh alvaro kau akan menikah pasti kau yang menjadi pusat perhatian banyak orang. Sudah diam dan cukup tersenyum manis pada semua orang jangan tunjukkan wajah menjengkelkan mu itu," kata Riga.
"Dimana calon istri ku dad? apakah dia tidak turun juga?"
"Sabar dia pasti akan turun juga jika tidak turun kau akan menikah dengan siapa? dengan setan tidak mungkin kan."
"Tapi dia kan setan dad hahaha," ucap Alvaro.
"Berhenti bercanda alvaro sekarang waktunya untuk serius jangan banyak bicara oke."
Riga membawa alvaro mendekati Varo yang sedari tadi menatap mereka berdua, sepertinya ya Varo sadar jika sedari Alvaro tidak serius.
"Kau ya kenapa seperti itu, kau akan menikah jangan bermain-main," ucap Varo.
"Siapa yang bermain-main ke aku hanya takut."
"Untuk apa kau takut sudah duduk di sana tunggu istrimu di sana," ucap Varo.
"Sendirian ah idak mau, aku menunggunya di sini saja," kata Alvaro.
"Alvaro berhenti menjengkelkan hilangkan sifat itu oke, sekarang pergilah," ujar Ryan.
"Sudah cepat jangan membuat orang menunggumu."
Tak lama Melanie dan yang lainnya datang Melanie melihat kearah alvaro begitu juga dengan alvaro yang melihat kearah Melanie mereka berdua saling menatap beberapa saat.
"Wah dia sangat cantik aku tidak percaya dia secantik ini," batin Alvaro.
"Jika seperti ini dia sangat tampan tapi jika berbicara haduh ketampanan nya langsung menghilang. Tapi jujur dia sangat tampan," batin Melanie.
"Ayo Melanie kenapa diam saja dekati suamimu dia sudah menunggumu sejak tadi," kata Alfi.
"Iya mah."
Melanie berjalan mendekati Riga yang masih menatapnya begitu juga dengan dirinya yang menatap mata Riga. Mereka berdua sama-sama terpanah dengan penampilan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Lihat Riga Alvaro akan segera menikah. Sekarang dia tidak kembali manja-manja lagi padamu."
"Aku tidak yakin ya. Alvaro tidak mungkin secepat itu berubah. Sifat manjanya itu sudah tertanam di dalam dirinya, mana mungkin bisa hilang begitu cepat," kata Riga.
"Yang dikatakan Riga benar aku beberapa hari bersamanya saja sudah tahu bagaimana Alvaro. Alvaro memang anak yang luar biasa yang harus mendapatkan perhatian lebih, semua itu karena kita sendiri yang selalu memanjakan nya," saut Ryan.
Acara pernikahan pun dilangsungkan, tidak butuh waktu lama Alvaro dan Melanie sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka berdua sama-sama lega meskipun beberapa pikiran mengganggu otak mereka berdua. Melanie tidak menyangka jika orang yang sangat dibenci menjadi suaminya kini. Begitu juga dengan Alvaro, ia masih merasa aneh. Semuanya di luar apa yang ingin ia harapkan. Ia pikir dengan ke rumah kakeknya yang berada di desa iya akan mendapatkan kebebasan, ternyata tidak sama sekali. Ia malam menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia kenal sebelumnya.
"Kita sudah menikah jadi sekarang hormat aku sebagai suami," bisik Alvaro pada Melanie.
"Aku akan menghormati mu sebagai suamiku jika kau menjalankan kewajibannya dengan baik, jika kau tidak menjalankan kewajiban sebagai suami yang baik aku akan melakukan apa yang kau lakukan padaku," bisik Melanie pada Alvaro.
"Sepertinya dia tidak mudah untuk dikendalikan tapi aku tidak menyerah. Melanie sifat baik ku hari ini sudah berakhir rasakan sifat ku yang sesungguhnya hahaha..," batin Alvaro.
"Dari ekspresi wajahnya sepertinya dia merencanakan sesuatu melanie kau harus lebih berhati-hati pada, suami mu ini bukan pria yang sudah 100% kau kenali," batin Melanie.
Setelah mengisi semuanya satu persatu keluarga mendekati mereka berdua untuk memberikan selamat atas pemikiran mereka berdua. Riga dan Alfi orang pertama yang mendekati mereka berdua, Riga sangat senang dan bangga karena akhirnya Alvaro menikah walaupun pernikahan ini sama sekali tidak alvaro inginkan. Riga sangat berharap Alvaro dapat menerima Melanie dan dapat berubah menjadi pria yang lebih baik. Begitu juga dengan alfi ya sangat senang melihat semua ini, ia berharap semuanya berjalan seperti apa yang mereka rencanakan pernikahan Alvaro berakhir dengan kebahagiaan.
"Selamat sayang akhirnya kau menikah juga, kau pasti tidak menduga kan, kau menikah dengan umur sekarang ini," kata Riga.
"Hahaha semua itu memang tidak bisa kau rencanakan Alvaro, kau hanya bisa berencana saja."
"Bukan tidak bisa dad, tapi semua ini karena perjodohan ini," kata Alvaro.
"Selamat sayang, mama sangat senang kamu sudah mendapatkan seorang istri yang sangat cantik sekali, mama yakin kalian akan hidup bahagia dan segera memiliki momongan," ucap Alfi.
"Hah momongan?"
"Iya kenapa melanie apa kamu belum siap," tanya Alfi.
"Hehehe aku tidak tahu mah, semuanya tergantung pada suamiku," kata Melanie.
"Kau dengar alvaro jangan menunda nya ya. Daddy sudah ingin menggendong seorang cucu."
"Aku tidak tahu dad. Oh iya aku ingin pulang ke kota setelah ini, jadi aku akan hidup di kota tidak mau disini," ucap Alvaro.
"Tidak bisa begitu dong sayang, sekarang kau sudah menikah tidak bisa mengambil keputusan sendiri kau tanyakan pada istrimu mau tinggal dimana, jangan mengambil keputusan sepihak alvaro," kata Riga. .
__ADS_1
"Sudah nanti saja membalas nya setelah acara ini selesai," kata Alfi.
"Tahanan nanti malam," kata Riga.
"Apa yang maksudnya," tanya alvaro
"Jangan pura-pura tidak tau al, sudah daddy dan mama mu pergi dulu banyaknya ingin memberikan mu ucapan selamat."
Alfi dan Riga pergi meninggalkan alvaro. Sekarang bergantian yang lainnya memberikan ucapan selamat pada mereka berdua. Dari Ryan kakek alvaro sampai dengan Ivan sepupu Alvaro. Mereka semua sangat senang melihat Alvaro menikah dengan Melanie. Walaupun pernikahan bisa di bilang sangat mendadak.
"Selamat cucu kakek sudah dewasa saat ini jangan seperti anak kecil lagi ya," kata Ryan.
"Kakek mu itu benar berhenti bersifat seperti anak kecil alvaro. Selamat atas pernikahan mu ini, kakek harap kau akan hidup bahagia dengan Melanie," ucap Varo.
"Iya kek terima kasih semuanya," kata Alvaro.
"Alvaro yang kau jangan lupakan videonya, aku menunggunya," ujar Ivan.
"Kau tenang saja aku akan membuatnya untukmu," ucap Alvaro.
"Selamat Melanie dan Alvaro semoga kalian hidup bahagia," kata Cika.
"Ajak ivan menikah agar dia tidak sendiri lagi."
"Aku sudah mengajaknya tapi ia tidak mau denganku ia lebih memilih bersama patrick," ujar Ivan.
"Oh iya dimana dia, kenapa dia tidak datang," tanya Alvaro.
"Apa dia tidak memberitahumu, diakan pergi ke korea untuk menjalankan penelitian perusahaan," jawab Cika.
"Oh iya aku lupa dia sudah mengatakannya padaku waktu itu."
"Patrick saudaramu alvaro," tanya Melanie.
"Iya namanya mirip dengan nama mantanmu bukan," jawab Alvaro.
Dari kejauhan roger dan tiffany hanya bisa melihat mereka berdua, mereka tidak berani mendekati Alvaro dan Melanie karena Melanie mengenali mereka. Jika sampai Melanie tau pasti semuanya akan kacau. Walaupun cepat atau lambat Melanie dan Alvaro akan tahu semuanya.
__ADS_1