Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 62 S2


__ADS_3

"Kamu ingin membeli apa," tanya Roger.


"Emang kau punya uang," tanya balik Tiffany.


"Hey jangan meremehkan ku ya, aku jelas punya uang."


"Hahaha aku bercanda," ucap Tiffany sambil tertawa dengan lepas. Membuat Roger seperti ini memang sangat mengasikkan untuk nya.


"Begini dong, tertawa dengan lepas. Aku sangat tidak suka kamu bersedih. Nanti kita buat lagi ya, kita buat yang banyak. Tapi kalau kamu mau si" ucap Roger.


"Buat apa," tanya Tiffany.


"Buat anak dong sayang, emang buat apa lagi jika bukan buat anak," jawab Roger.


"Hahaha begitu toh, oke oke kita akan membuat banyak anak," ucap Tiffany.


"Akhirnya?." Roger mengusap rambut Tiffany. Yang ia inginkan saat ini hanyalah melihat Tiffany tersenyum dan tertawa seperti biasa nya.

__ADS_1


Riga bertemu dengan Varo yang sedang makan siang. Sugar daddy satu ini memang tidak bisa diam, ia bergerak ke sana sini, bersama dengan istri muda nya Jolie.


"Ingat ayah, banyak makan makanan yang sehat, mau cepat punya anak kan," ucap Riga.


"Aku lebih tau dari mu, jangan mengajari ku," kata Varo.


"Hahaha iyalah aku tau itu, hmmm ayah jangan sampai seperti Roger ya. Ayah harus lebih berhati-hati, kenali gejala kehamilan. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi."


"Iya aku tau itu, kau tenang saja lah," ucap Varo.


"Aku belum merasakan tanda tanda kehamilan. Setiap buat anak enak saja," kata Jolie.


"Dengar sayang banyak membaca, jangan asik bergoyang saja," kata Varo.


Lagi dan Lagi Riga merasa ada yang sedang mengawasi nya. Mata elang nya melirik ke arah sekitar tempat itu. Ia tidak menemukan orang yang mencurigakan. Terlalu banyak orang di sana, tidak mungkin mereka mengawasi Riga dalam kedekatan.


"Aku yakin dari kejauhan," ucap Riga.

__ADS_1


Sambil makan Riga menganalisis tempat itu, ia yakin ia bisa taun dimana orang yang sedang mengawasi nya sejak tadi.


"Apa di sana," batin Riga.


Sesekali ia menggoyangkan kepala nya. Ia melakukan nya dengan sangat rapi agar Varo dan yang lainnya tidak curiga.


"Yap aku menemukan nya," batin Riga. Dugaan Riga benar, di lantai atas lantai ini, memang ada tempat yang sangat strategis.


"Aku permisi sebentar," ucap Riga.


Tanpa menunggu dari jawaban mereka Riga langsung pergi meninggalkan tempat itu. Setelah cukup jauh baru lah ia berlari dengan cepat agar ia bisa bertemu dengan orang itu.


Roy yang tertangkap basah langsung berlari dengan cepat. Apalagi Riga sudah sampai dilantai atas tempat nya berada.


Riga sudah melihat kemana Roy berlari, ia mengejar Roy dengan sangat cepat. Karena takut ketahuan Roy memberikan kode buah nya untuk mengalihkan perhatian Riga. Ia yakin jika terus begini ia akan tertangkap oleh Riga dan babak belur. Bela diri Riga sangat kuat dan ia benar-benar tidak takut dengan kematian.


"Kau kira aku bodoh," ucap Riga.

__ADS_1


Riga tidak peduli dengan anak buah Roy yang mengalihkan nya. Ia terus mengejar Roy yang semakin dekat dengan nya. Tangan nya sudah siap untuk menghabisi nyawa Roy. Ia masih tidak Terima dengan apa yang Roy lakukan pada istri nya. Yang boleh menyentuh Alfi hanyalah diri nya seorang.


__ADS_2