
Pactrik membawa Melanie ke Vila milik keluarga nya. Hanya keluarga Pactrik yang tau Vila ini, tempat nya cukup jauh dari perkotaan yang membuat Pactrik yakin Melanie aman berada di sana.
"Ayo," ucap Pactrik.
"Ini dimana," tanya Melanie.
"Vila milik keluarga ku, kamu aman di sini, kamu bilang kamu tida ingin bertemu dengan Alvaro," jawab Pactrik.
Mau tidak mau Melanie keluar dari dalam mobil, ia tidak tau harus bagaimana lagi sekarang. Memang lebih baik ia ikut saja apa yang Pactrik katakan. Ia sudah mengenal Pactrik sangat lama, Pactrik memang cukup bisa ia percaya.
"Ayo masuk jangan takut, aku tidak akan melakukan hal apapun pada mu," ucap Pactrik.
"Iya."
Pactrik mengantarkan Melanie ke dalam kamar, ia membiarkan Melanie untuk menenangkan diri nya terlebih dahulu. Pactrik yang jika ia terlalu menekan Melanie, Melanie tidak akan merasa nyaman dengan nya.
"Istirahat lah, jika ada yang kamu perlukan katakan pada ku," ucap Pactrik dan pergi meninggalkan Melanie sendiri.
Pagi hari nya. Kepala Alvaro terasa sangat berat yang membuat nya sulit untuk bangun. Alvaro mendiamkan tubuh nya beberapa saat sebelum ia mencoba untuk kembali bangun. Saat membuka mata nya Alvaro merasa sangat asing dengan tempat ia berada sekarang.
"Sayang," ucap Alvaro.
Alvaro melirik ke arah wanita yang ia peluk. Betapa terkejut nya ia saat melihat wanita itu bukan Melanie istri nya melainkan Bella.
"Bella." Alvaro langsung menyingkir.
__ADS_1
Bella juga langsung terbangun dari tidur nya. Ia juga terkejut melihat Alvaro sudah bangun. Seperti nya akting nya harus segera ia lakukan.
"Alvaro al." Bella melihat ke arah tubuh nya yang tidak memakai pakaian lengkap.
Dengan cepat ia langsung menutupi tubuh nya.
"Apa.. apa yang terjadi al, apa yang terjadi." Bella memasang wajah kebingungan.
"Aku... aku tidak tau. Aku tak mengingat apapun." Alvaro malah semakin bingung dengan semua nya.
"Hiks... hiks... hiks kau melakukan hal itu pada ku al, kau jahat pada ku," ucap Bella sambil menangis.
"Melakukan apa... Istri ku..." Alvaro langsung mengingat Melanie.
Dengan cepat Alvaro mencari pakaian nya, ia menggunakan pakaian seadanya karena Alvaro sudah sangat terburu-buru.
Tak lama ia kembali masuk ke dalam kamar itu, ia kehilangan kunci mobil nya.
"Kunci mobil ku dimana," tanya Alvaro.
"Aku mana tau al. Kau mau pergi begitu saja."
"Aku harus bertemu dengan istri ku. Dia pasti menunggu ku pulang. Aku pinjam mobil mu." Alvaro mengambil kunci mobil Melanie di atas meja, dan kembali pergi meninggalkan kamar itu.
Bella tersenyum lebar melihat kepergian Alvaro. Ia tidak perlu repot repot menahan Alvaro karena Alvaro juga akan kembali dengan nya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Alvaro tidak melihat keberadaan Melanie, ia mencari di sekeliling apartemen nya, Melanie juga masih tidak ia temukan.
Mata Alvaro tertuju pada Handphone Melanie yang tergelak di lantai. Handphone itu tampak retak seperti habisi di banting. Alvaro mendekati handphone itu dan mengambil nya.
"Dia membanting handphone nya." Alvaro berusaha menghidupkan handphone itu. Untung saja handphone itu masih bisa hidup, meskipun layar nya sudah tidak begitu jelas.
Alvaro memeriksa beberapa aplikasi pesan, mungkin Melanie mendapatkan pesan dari keluarga nya atau apalah. Pesan terbaru berasal dari nomor tak ia kenal. Alvaro membuka pesan itu dan muncul lah foto dan video panas nya dengan Bella. Terlihat dengan jelas Alvaro berciuman dengan ganas dengan Bella.
Alvaro membanting handphone nya. Kakinya terasa sangat lemas, ia memukul beberapa kali meja di depan nya. Harapan nya menjalin rumah sakit tangga yang harmonis bersama Melanie seperti hancur Seketika.
"Sayang sayang," teriak Alvaro.
Alvaro tak tau apa yang terjadi padanya kemarin, ia tidak tau kenapa diri nya bisa Beradegan panas dengan Bella. Pantas saja Bella sampai menangis pada nya. Saat mengingat semuanya, Alvaro hanya tau diri nya jatuh ke sebuah kolam renang, setelah itu ia tidak tau apa yang terjadi.
Alvaro kembali ke rumah Bella. Ia ingin meminta penjelasan pada Bella, mungkin satu satunya orang yang tau semua ini adalah Bella.
"Bella," ucap Alvaro.
"Alvaro..."
"Kenapaa semua begini, apa yang terjadi, kenapa aku bisa tidur dengan mu!!!"
"Kau tanya aku, aku pun tak tidak. Kau mabuk dan begitu juga dengan ku," ucap Bella.
"Tapi ini seperti tidak mungkin, istri ku pergi ntah kemana. Dia mendapatkan foto dan video kita berdua, ini semua rencana mu???"
__ADS_1
"Rencana ku? dimana otak mu Alvaro, aku saja tidak tau apa yang terjadi pada ku. Kau malah menuduh ku, kau benar-benar gila," ucap Bella.
"Gila ini semua karena mu, kau yang memaksa ku minum. Bukan nya kau biasa tidur dengan banyak pria, itu bukan hal yang menyakitkan untuk mu. Rumah tangga ku hancur karena hal ini, aku bersumpah siapapun yang terlibat dalam masalah ini, jangan harap kehidupan nya bisa tenang.