Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 145 S2


__ADS_3

"Kau pikir aku mau pada mu," ucap Bella.


"Kau nganggur kan, dari pada kau mengejar Alvaro bagus kau dengan ku. Kau tidak mencintai Alvaro, kau hanya nafsu pada nya."


"Aku tertarik pada nya. Kau bukan pria yang kuat seperti Alvaro, percuma bermain dengan mu." Bella pergi meninggalkan Pactrik.


"Kau ingin bermain main dengan ku." Pactrik tersenyum kecil. Jika tidak memikirkan nama baik keluarga nya Pactrik pasti sudah menghabisi Bella malam ini juga.


Di kamar...


"Tadi kamu minta," ucap Alvaro.


"Aku tidak minta mas, aku hanya kesal saja. Kamu tau Bella dekat dekat dengan mu, dia terus memperhatikan mu. Aku sangat tidak suka melihat itu semua," kata Melanie.


"Hahaha cemburu sayang," tanya Alvaro sambil menarik Melanie ke atas pangkuannya.


"Tidak, untuk apa aku cemburu," jawab Melanie.

__ADS_1


"Sudah katakan saja kamu cemburu pada ku, aku juga tidak suka melihat Pactrik dekat dekat mu. Ya mungkin aku cemburu pada mu," kata Alvaro.


"Kemu ngaku kalau cemburu pada Pactrik," tanya Melanie.


"Iya aku mengaku, untuk apa menyembunyikan. Kalau kamu tidak cemburu aku biarkan Bella dekat dekat dengan ku. Kalau aku karena cemburu pada mu, aku melarang mu dekat dekat dengan siapa pun mau cowok ataupun mau cewek, harus tetap jaga jarak."


"Iya iya, aku cemburu. Jangan biarkan Bella dekat dekat dengan mu. Apa kamu tidak sadar jika Bella itu suka dengan mu. Kamu tidak memiliki perasaan lebih pada nya kan?"


"Jujur aku senang jika banyak wanita yang suka dengan ku, ya itu sebagai pengakuan kalau aku memang sangat tampan. Tapi tenang saja, kamu yang menjadi milik ku, kamu bebas melakukan apa saja pada ku," kata Alvaro.


"Kamu benar-benar tidak nakal kan di luar sana," tanya Melanie.


"Jangan macam macam, aku potong burung mu," kata Melanie.


Di tempat lain. Alfi merasa heran dengan diri nya yang seperti menginginkan sesuatu. Belum lagi berat badan nya yang mulai bertambah. Ada sesuatu yang berbeda dari diri nya.


"Kenapa sayang," tanya Riga.

__ADS_1


"Tidak tau, aku seperti merasakan hal yang aneh dengan diri ku," jawab Alfi.


"Kamu hamil sayang," tanya Riga.


"Ha? tidak ah, aku tidak mungkin hamil, kamu kan tau aku tida pernah telat minum pil Kb."


"Tapi kan satu bulan lalu kita tampan pengaman dan kamu juga tidak minum. Kamu lupa sudah beberapa kali."


"Apa secepat itu, hanya beberapa kali bisa langsung hamil," kata Alfi yang langsung deg deg kan, mau di kata apa nanti jika diri nya benar-benar hamil.


"Ya kamu kan lagi masa subur, aku juga selalu sehat." Riga terus ngeles, ia sudah menganti pil kb milik Alfi sejak sebulan lalu, ya tidak heran jika Alfi bisa hamil kembali."


"Kamu saja belum datang bulan kan, jatah ku selalu lancar," kata Riga.


"Ih iya, kenapa aku bisa lupa ya. Sayang kalau aku hamil bagaimana, ah ini sudah tidak pantas sayang," ucap Alfi.


"Tidak papa sayang, kan ada ayah nya," kata Riga sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Maaf ya, up sedikit author sedang sibuk banget, nanti up. lagi yang banyak di akhir bulan.


__ADS_2