
Tanpa ampun Riga mencium leher dan bibir Alfi, ia tidak peduli pada Alfi yang terus berteriak dan memberontak di bawah sana. Karena terlalu agresif mereka berdua jatuh ke atas lantai.
"Bruk." Kapal bergoyang cukup kuat.
"Haduh," Riga merasakan sakit di punggung nya, ia menjadikan diri nya temeng agar Alfi tidak terbentur lantai.
Dari kejauhan anak buah Riga sudah mulai panik, mereka masih menunggu panggilan dari Riga, karena tidak mendapatkan panggilan mereka langsung menghubungi Riga. Handphone Riga berdering terus menerus hal itu membuat nya sangat kesal, dengan cepat ia mengambil handphone itu dan langsung mengangkat nya.
"Aku baik baik saja, aku hanya ingin membuat anak," ucap Riga sambil mematikan sambungan telepon itu.
__ADS_1
"Wow goyangan tuan Riga sampai membuat semua nya bergoyang ya."
"Awas." Alfi bangkit dari atas tubuh Riga. Begitu pun dengan Riga tetapi kali ini Riga kembali mendorong Alfi ke atas kasur, jika sudah ingin pasti harus ia laksanakan.
Kali ini Riga tidak terburu-buru, satu persatu pakaiannya lepas dari tempat nya. Ia hanya menyisakan celana Boxer hitam menutupi laras panjang nya. Alfi terdiam dan bingung harus melakukan apa, ia hanya diam melihat Riga yang sangat menarik jika sudah seperti ini.
"Aku ingin Alfi." Riga menarik Alfi dan mencium Alfi dengan sangat agresif, ntah kenapa jika sudah urusan cium mencium Riga berubah menjadi sangat agresif.
"Riga." Alfi menahan kepala Riga saat bibir Riga mulai berani main di atas dada bagian bawa nya, karena kesal dengan pakaian yang menutupi Riga melepaskan nya secara perlahan. Tangan nya sibuk mencari pengait kacamata yang Alfi kenakan, tetapi ia masih tidak menemukan nya, dengan tenaga nya Ia menarik dengan kuat sampai kacamata itu robek. (Kacamata itu adalah pakaian dalam wanita, agar tidak terlalu v*lgar di samarkan nama nya).
__ADS_1
Mata Riga terbelalak saat melihat dua benda yang menggantung dengan sangat indah, bulat sempurna dengan warna yang sangat menggoda nya. Tangan nya reflek mengusap nya, sesekali ia meremas dengan kencang yang membuat Alfi meringis.
"Aku suka ini." Riga kembali menidurkan Alfi, tanpa basah basi ke dua tangan nya mulut nya bekerja sama, ia sudah seperti bayi yang sangat kehausan. Alfi sampai merasakan sesuatu yang sangat aneh, sakit dan enak tetapi banyak enak. Semua pembuluh darah nya bekerja dengan sangat cepat, hal ini membuat tubuh nya memanas dan keringat mulai bercucuran, tangan kiri Riga menarik pertahanan terakhir Alfi, Alfi tidak sadar karena ia terlalu menikmati yang di atas sana.
Ia baru sadar saat merasakan satu tangan Riga mengusap ngusap bagian inti nya. Rasa nya sangat geli dan enak, yang penting enak Alfi tidak marah. Dari atas turun ke bawah, Wajah Alfi memerah menahan malu saat Riga menatap bagian intinya.
"Ada yang salah," tanya Alfi.
"Tidak ada, tapi aku bingung harus aku apain nya," jawab Riga.
__ADS_1
"Aku tidak tau," jawab Alfi.
Riga mengingat step by step malam pertama yang ia baca, ia benar-benar buta akan hal itu, melihat benda indah di depan nya, rasanya ia ingin memasukkan nya saja. Tetapi ia ingat betul jika tidak boleh langsung tancap, ukuran benda nya jauh melebihi bagian inti Alfi.