Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 23


__ADS_3

"Pantas kamu suka, siapa teman mu itu, saya sudah sangat lama meminum jus itu, mamah saya yang selalu membuat kan saya sejak kecil dan selalu membawakan kemana pun saja pergi," ucap Alfi.


"Apa benar? kau sudah sedari kecil minum minuman ini," tanya Riga.


"Iya benar, Sudah banyak juga orang lain yang meminum jus seperti ini, ini jus yang sangat umum dan pasti orang banyak meminumnya juga untuk kesehatan."


Ucapan Alfi langsung mematahkan harapan Riga Alfi benar jika jus seperti ini sangat banyak di minum orang lain. Padahal ia sangat berharap sesuatu hal pada Alfi.


"Kenapa?" Alfi menaikan satu alis nya saat melihat perubahan wajah Riga.


"Tidak papa," kata Riga.


"Seperti nya kamu sedang ada masalah ya, saya tidak akan menganggu mu, saya boleh izin pergi," tanya Alfi.


"Kemana? bersama dengan Daniel," tanya Riga.


"Tidak saya ingin mengambil paket, kakek saya mengirimkan sesuatu untuk saya," jawab Alfi.


"Ikut," ucap Riga.


"Untuk apa ikut, kaki kamu sedang sakit."


Riga bingung harus memberikan alasan apa, intinya ia ingin ikut Alfi pergi.


"Ikut aku ingin membeli sesuatu," kata Riga.

__ADS_1


"Maaf saya cukup lama, kamu di rumah saja, nanti saya akan memberikan apa yang kamu mau."


Riga membatalkan niat nya untuk ikut, jika ia memaksa terus ikut dengan Alfi. Pasti Alfi akan curiga pada nya.


"Jangan lama lama, aku tidak menitip apa apa," kata Riga sambil mengambil posisi untuk tidur.


"Tidak jadi," tanya Alfi.


"Tidak," jawab Riga.


Setelah mendapatkan izin dari Riga, Alfi langsung bersiap-siap dan pergi meninggalkan rumah. Ia sudah mendapatkan panggilan dari seseorang yang akan mengantarkan barang yang ia minta dari kakek nya.


Sesampainya di tempat pertemuan Alfi langsung menghampiri orang itu, ia mengambil barang itu dan meminta orang yang membawa barang nya pergi, Alfi tidak mau ada seseorang yang ia kenal tau jika diri nya bertemu dengan orang suruhan kakek nya.


"Ah ini perut," ucap Alfi.


Alfi pergi meninggalkan tempat duduk nya, ia tidak membawa barang yang ia ambil tadi, Alfi pikir tida akan ada yang mengambil nya. Pikiran Alfi salah total karena Alena berjalan mendekati meja nya, ia melihat ke arah samping kiri dan kanan, setelah aman ia mengambil barang itu dan pergi begitu saja.


Alfi sudah selesai menyiapkan permintaan perut nya, ia berjalan kembali ke arah meja nya, Alfi cukup terkejut karena barang yang ia tinggal tadi sudah tidak ada. Alfi melihat kanan kiri nya, tetapi ia tetap Yoda menemukan barang itu.


"Ah sangat sial, aku baru saja meminta kakek mengirimkan nya, sekarang sudah tidak ada. Ya walaupun hanya parfum itu cukup berharga untuk ku."


Alfi mengambil handphone nya untuk menghubungi kakek nya. Ia ingin meminta parfum yang lagi pada kakek nya.


"Halo sayang, sudah kau ambil kan," tanya Alam.

__ADS_1


"Kakek sudah hilang parfum ku, aku mau lagi dan yang banyak," jawab Alfi.


"Ha hilang, bagaimana bisa, kau tidak hati-hati," kata Alam.


"Aku mau lagi kakek, ayo kirim aku parfum lagi."


"Iya iya aku akan mengirimkan nya lagi, sudah ya kakek sedang sangat sibuk," ucap Alam.


"Iya, oh iya Riga kecelakaan," kata Alfi.


"Apa!! bagaimana bisa," tanya Alam.


"Kata dia keserempet, aku tidak tau pasti nya, tapi tenang saja dia tidak papa," jawab Alfi.


Alam mematikan sambungan telepon itu, ia berpikir jika Riga sakit pasti Alfi akan banyak membantu Riga. Dengan demikian mereka berdua pasti akan saling memiliki perasaan dan saling jatuh cinta. Perjodohan yang diri nya atur bersama dengan Warsa akan sukses.


"Akhirnya semua nya akan berjalan sesuai dengan keinginan ku," kata Alam


Alam tidak tau untuk menyatukan mereka berdua tidak semudah yang ia pikirkan. Riga dan Alfi memiliki sifat yang sangat bertolak belakang, mereka berdua pasti akan sangat sulit untuk memiliki perasaan satu sama lain, kecuali kecuali Riga sendiri.


Alfi kembali pulang ke rumah dengan cepat, ia sangat kesal dengan apa yang terjadi pada nya, ia pikir hari ini adalah hari ini tersial untuk nya.


"Saya kembali," ucap Alfi sambil masuk ke dalam kamar.


Riga yang ia sedari tadi menunggu Alfi langsung menaikan kepala nya, ia cukup terkejut Alfi pulang dengan sangat cepat. Padahal ia sudah menyiapkan banyak kata kata untuk memarahi Alfi.

__ADS_1


__ADS_2