Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 152 S2


__ADS_3

"Jadi bagaimana al, apa yang ingin kamu bahas," tanya Melanie.


Alvaro berjalan mendekati Melanie, ia belum sempat minum Melanie sudah bertanya tentang hal itu.


"Hey aku belum minum, kamu ingin aku mati," ucap Alvaro.


"Hehehe maaf maaf."


"Begini menurut mu, kita berdua cocok tidak sebagai pasangan suami istri," tanya Alvaro.


"Kok aku," ucap Melanie sambil mengerutkan dahi nya.


"Ya jika tidak kamu siapa lagi, kan kamu istri ku. Kamu sudah tau bagaimana aku, dari sikap ku, tubuh ku sampai rasa nya aku. Jadi aku wajar bertanya pada mu."


"Sebenarnya kamu itu cukup baik Al, kamu juga cukup perhatian pada ku, ka.u juga cukup mengerti aku. Ya walaupun beberapa hal kamu tidak peka apa yang aku inginkan. Menurut ku dalam hubungan rumah tangga jika dari kedua bela pihak saling menerima satu sama lain, saling menghargai, saling mengerti, mau untuk belajar menjadi lebih baik. Pasti semuanya berjalan dengan lancar mau cocok ataupun tidak."


"Hmmm kalau aku bagaimana? kamu tau bagaimana sifat ku. Sebelum nya aku tidak pernah dekat dengan wanita, tidak pernah seintens ini dengan wanita, apakah aku bisa bertahan dalam rumah tangga ini."


"Kamu itu memang masih labil. Masih sangat welcome dengan wanita lain, aku dapat menilai itu saat pesta di apartemen kita waktu itu. Kamu tidak segan memang wanita padahal ada aku. Ya kalau kamu serius ingin berubah pasti kamu bisa bertahan," kata Melanie.


"Oke Melanie, aku sudah mempertimbangkan nya sejak tadi. Aku tidak tau perasaan ku pada mu, aku belum bisa menjelaskan nya. Yang harus kamu tau sekarang, aku ingin mempertahankan rumah tangga kita. Memang tujuan awal kita menikah itu untuk berpisah, tetapi setelah aku pikir beberapa saat aku sadar jika itu salah. Aku mulai nyaman dengan mu, dan seperti nya rumah tangga ini bisa harmonis seperti rumah tangga daddy dan mamah ku."


"Kamu serius untuk mempertahankan rumah tangga kita," tanya Melanie.


"Aku yakin, bagaimana dengan mu? kamu mau selama nya dengan ku?"

__ADS_1


"Janji mau saling berubah menjadi lebih baik," ucap Melanie.


"Janji sayang, aku pasti akan berubah, ya memang tidak mudah si, tapi akan aku coba," kata Alvaro.


Alvaro mendekati bibir Melanie dan menciumnya dengan lembut.


"Aku ingin bersama mu," ucap Alvaro.


"Jangan bilang kamu ingin bersama dengan ku, karena jatah," tanya Melanie.


"Hehehe tidak lah, jatah itu bonus sayang."


"Yakin," tanya Melanie.


Jika serius seperti ini, Melanie pun tidak ragu untuk hamil anak Alvaro. Ia jadi tidak takut untuk masa depan anak nya nanti. Alvaro terlihat bersungguh-sungguh dengan ucapan nya, mungkin memang mereka berdua sudah di takdir kan berjodoh.


Melanie memeluk Alvaro dengan erat. Ia sudah nyaman dengan pria ini, baik buruk nya Alvaro sudah dapat Melanie terima dengan baik.


"Aku juga ingin bersamamu," ucap Melanie.


"Nanti malam kita makan malam berdua di luar," tanya Alvaro.


"Boleh," jawab Melanie.


"Tapi ada syaratnya sayang," kata Alvaro.

__ADS_1


"Syarat nya, apa syarat nya?"


"Jatah." Alvaro membawa Melanie masuk ke dalam kamar.


"Mas kata tidak karena jatah."


"Hahaha kan bonus, kamu juga suka kan? ayo ngaku, punya ku bikin nagih kan," ucap Alvaro.


Tadi memang Pactrik mengantar Melanie makanan. Ia memang berinisiatif mengantarkan Melanie makanan karena Alvaro sedang pergi. Tetapi pertemuan Melanie dan Pactrik membuat Pactrik benar-benar sangat sakit hati. Ia bingung dengan perasaan nya yang terasa semakin hancur saja.


"Kau kenapa," tanya Bella.


"Ntalah, aku menyerah. Semakin aku berusaha untuk mendekati nya semakin hancur pula hati ku, aku benar-benar tidak bisa seperti ini terus. Sakit sangat sakit untuk ku," jawab Pactrik.


"Karena Melanie," tanya Bella.


"Iya siapa lagi yang bisa membuat ku seperti ini" jawab Pactrik.


"Alvaro ingin serius dengan nya. Tadi aku sempat membahas masalah ini dengan Alvaro. Kau tau Alvaro benar-benar berharap anak dari pernikahan nya ini, dia meminta ku untuk tidak terlalu dekat dengan nya karena dia takut Melanie cemburu pada nya."


"Kau sadar itu arti nya apa," ucap Pactrik.


"Ya aku sadar, ntalah aku sedang seperti mu, berada di titik kebingungan," kata Bella.


"Melanie juga berkata pada ku, dia dan Alvaro sudah saling mencintai, aku tidak pernah menyangka dengan mudah nya Melanie melupakan ku. Sampai sekarang aku tidak bisa melupakan nya. Kami sudah sangat lama bersama, sangat sulit untuk mengikhlaskan nya. Apalagi dengan sepupu ku sendiri."

__ADS_1


__ADS_2