Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 126 S2


__ADS_3

"Alvaro," ucap Melanie dengan suara yang sudah tidak tertahan lagi, ia sangat lemas karena baru saja mengalami pelepasan pertama nya.


"Iya," ucap Alvaro.


"Kenapa kamu melakukan ini pada ku," tanya Melanie.


"Karena kau milik ku, kau milik ku Melanie."


Alvaro memposisikan sosis nya ke tempat yang pas. Ia tidak yakin bisa masuk seperti daddy nya yang melakukan hal itu pada mamah nya. Perbandingan nya saja seperti 3 banding satu.


Alvaro mulai memasukan nya sambil mencium bibir Melanie, rasa nya benar-benar sangat sulit, tidak semudah yang ia pikirkan selama ini. Alvaro terus mendorong masuk kedalam sana, ia tidak peduli dengan Melanie yang merasakan sakit yang sangat luar biasa.


"Sakit mas," ucap Melanie.


"Sakit," tanya Alvaro.


"Sangat sakit pelan," jawab Melanie.


"Kau pikir hati ku tidak sakit melihat mu di cium orang lain!!!"

__ADS_1


Alvaro mendorong nya dengan sangat kuat, sehingga langsung masuk ke dalam merobek dinding pertahanan Melanie.


"AHkkkkk." Teriak Melanie.


Tubuh nya menegang seketika, kaki nya terasa sangat lemas karena rasa sakit berfokus di bagian inti Melanie.


"Hiks hiks hiks kau sangat kejam Alvaro, kau tidak tau bagaimana rasa sakit nya," kata Melanie.


"Aku tida peduli, ini sangat nikmat."


Alvaro mulai mengerahkan punggung nya, ia benar-benar memaksa kenikmatan tiada tara. Berbeda dengan Melanie yang merasa sangat tersiksa, setiap gerakan yang Alvaro buat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.


Alvaro tersenyum melihat perubahan ekspresi Melanie yang seperti sangat menikmati semua nya. Ia pikir hanya diri nya yang menikmati hal ini ternyata istri nya pun merasakan hal yang sama.


Karena baru pertama kali, mereka hanya bertahan selama 30 menit dalam satu gaya. Alvaro menambahkan benih nya ke dalam rahim Melanie. Meksipun sudah menembakkan benih nya milik Alvaro tetap on, itu kelebihan yang memang sangat jarang orang miliki. Ia tidak ingin melanjutkan nya karena kasihan dengan Melanie.


"Enak sayang," ucap Alvaro yang jatuh di atas tubuh istri nya. Tangan nya bergerak melepaskan ikatan tangan Melanie.


"Kenapa Al kenapa," tanya Melanie.

__ADS_1


"Kenapa apa nya, aku hanya meminta hak ku, apa itu kesalahan," tanya Alvaro.


"Dengan cara seperti ini," tanya Melanie.


"Jangan membuat ku marah lagi sayang, dia masih bangun aku bisa melakukan nya berulang kali semau ku," jawab Alvaro.


"Coba kau pikirkan apa kesalahan mu, aku ingin bergabung dengan teman teman ku, jangan keluar kamar atau aku akan melakukan nya di depan teman teman ku," kata Alvaro.


Alvaro kembali memakai pakaian nya, ia hanya memakai celana nya saja tanpa memakai atasan, percuma juga karena acara sebentar lagi selesai.


"Tidur lah, pasti kau lelah kan." Alvaro mengecup dahi Melanie dan pergi meninggalkan Melanie.


Alvaro keluar menemui Pactrik dan Ivan. Ia masih tida ingin membahas masalah ini pada Pactrik, ia masih menghargai ikatan saudara antara mereka, tetapi jika Pactrik benar-benar sudah sangat berlebihan tidak ada kata sepupu untuk nya.


"Dari mana al, wih sampai berkeringat seperti itu," tanya Ivan.


"Mencetak gol," jawab Alvaro.


"Wih dapat jatah bos malam ini," tanya Ivan.

__ADS_1


"Jelas dong memiliki istri cantik dan seksi seperti itu sayang tidak di goyang," jawab Alvaro dengan cukup kuat. Agar kuping Pactrik mendengar semua nya.


__ADS_2