Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 139 S2


__ADS_3

"Kau bertanya pada suhu nya al," ucap Riga.


"Nah aku tidak salah bertanya kan," tanya Alvaro.


Riga hampir tertawa, tapi ia masih berusaha menahannya. Seperti nya Alvaro sudah menerima pernikahan nya dan ketagihan dengan yang nama nya jatah.


"Alvaro Verga, jangan sampai istri mu merasa tidak nyaman, pasti sulit karena koneksi di antara kalian berdua kurang," kata Riga.


"Maksudnya," tanya Alvaro, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan daddy nya.


"Begini semua itu perlu koneksi antara suami dan istri, apa yang diinginkan suami dan apa yang membuat istri nyaman. Pertama buat dulu istri mu nyaman, buat istri mu merasakan indahnya dunia itu. Nah setelah istri mu nyaman kau akan dengan muda melakukan semua gaya yang kau mau, lakukan dengan perlahan, lakukan dengan cinta, keluarkan kata kata cinta dari bibir mu, dan jangan fokus pada satu titik gunakan anggota tubuh mu sebaik mungkin," jelas Riga.


Alvaro mengerutkan dahi nya, ia tidak tau kenapa Riga sangat pandai dalam hal itu. Tetapi semua teori yang Riga berikan tadi sama sekali tidak bisa Alvaro mengerti.


"Bagaimana," tanya Riga.


"Aku harus menonton langsung," jawab Alvaro.


"Ha!!."


"Iya dad, sana minta jatah sama mamah, aku akan mengintip," kata Alvaro.


"Tidak tidak, ada ada saja. Ayo ikut aku."

__ADS_1


Riga membawa Alvaro ke ruangan kerja nya.


"Aku tida mau bekerja dad," ucap Alvaro.


"Bukan bekerja bodoh, ayo lah, jangan banyak bicara," kata Riga.


Di dalam Alvaro mengambil flashdisk dan menghubungkan nya ke televisi.


"Wow banyak video dad," ucap Alvaro.


"Sudah pernah lihat," tanya Riga.


"Belum," jawab Alvaro.


Sementara itu Pactrik berjalan menghampiri Ivan karena ia benar-benar merasa tidak enak, ia ingin menjelaskan semua nya pada Ivan, ia tidak mau merusak persaudaraan nya dengan Ivan.


"Van," ucap Pactrik.


"Untuk apa masuk, ada yang meminta mu untuk masuk ke dalam kamar ku," tanya Ivan.


"Maaf Van," kata Pactrik.


"Maaf untuk apa," tanya Ivan.

__ADS_1


"Maaf untuk itu, ya aku salah," jawab Pactrik.


"Salah?"


"Aku tau perasaan mu pada Vera, dan malah aku yang jadian pada nya. Aku tida mencintai nya Van, aku hanya ingin mengalihkan semua perasaan ku setelah semua yang terjadi, aku hanya sementara dengan nya Van."


"Dengan memanfaatkan nya," tanya Ivan.


"Bukan memanfaatkan nya van. Kau tidak tau semua nya, yang harus kau tau aku tidak selama nya dengan Vera, kau bisa mendapatkan setelah aku ke Jerman," kata Pactrik.


"Kau serius," tanya Ivan.


"Ya aku sangat serius, kepergian ku ke Jerman pasti akan membuat nya sakit hati seperti mantan ku dulu. Nah itu kesempatan mu untuk mendapatkan nya," ucap Pactrik.


"Kau yakin bisa seperti itu?".


"Sangat yakin Ivan, kau sudah tidak marah pada ku kan," tanya Pactrik.


"Sudah lebih baik, kau benar-benar membuat ku kecewa, tapi sudah lah semua nya sudah terjadi dan aku hanya tinggal menunggu janji mu."


"Bagus, terimakasih Van." Pactrik bernafas dengan sangat lega.


Di ruang kerja Alvaro menahan nafas nya melihat semua video yang tersedia. Video yang sangat luar biasa, ia menjadi banyak keinginan setelah melihat semuanya. Seperti nya Riga sengaja melakukan ini ke pada nya.

__ADS_1


"Semakin sering melakukan nya semakin mereka mencintai, aku yakin Alvaro sudah dapat menerima Melanie sebagai istri nya."


__ADS_2