
"Halo yah," ucap Cherry.
"Kamu dimana sayang, kan sudah ayah katakan, kamu hanya ayah beri waktu sampai hari ini," kata Kevin.
"Maaf yah, aku masih di sini, aku baru bisa pulang besok."
"Dimana teman teman mu, ayah ingin berbicara dengan mereka," kata Kevin.
"Maaf ya mereka lagi pergi, aku sedang di Villa sendiri, aku sudah bertemu dengan kak Nathan kemarin," ucap Cherry.
"Oh sudah bertemu dengan nya yah, ayah lebih tenang jika kau sudah bertemu dengannya, kamu ayah beri waktu sampai besok sayang, kamu harus pulang besok kalau tidak ayah akan ke sana sendiri untuk menjemput mu."
"Iya ayah." Cherry menarik nafas nya dengan lega.
Riga hanya diam melihat dua pria setengah tua itu membicarakan bisnis yang sama sekali tidak ia ketahui, rasa nya benar-benar sangat bosan bagi Riga. Riga malah tertarik pada hubungan Cherry dan paman nya, rasa nya sangat tidak mungkin paman nya menyukai wanita muda seperti Alfi.
Alfi dan ketiga mamah mertua nya semakin akab saja, mereka berempat pergi ke pasar bersama-sama. Alfi benar-benar kagum dengan sifat ketiga mamah mertua nya. Sangat jauh berbeda dengan Sarah mamah mertua nya di rumah.
"Mamah kita mau memasak apa," tanya Alfi.
"Untuk makan siang kita akan memasak makanan tradisional saja, apa suami kamu mau?"
"Dia apa saja mau, mamah tidak perlu khawatir tentang makanan nya."
"Kamu benar, mamah takut kalau dia tidak mau makan," kata Vira.
"Iya Vira benar, papah nya saja susah makan," ujar Lina.
"Tidak mah, aku yang akan menyuapi nya kalau susah makan." Alfi tersenyum lebar, ia sangat bisa mengatur Riga, ia punya senjata penting agar Riga nurut pada nya.
Di tempat lain Nathan sedang bersiap siap untuk pergi bersama dengan Marcel, ia akan kembali menemui Cherry karena Cherry ingin sekali bertemu dengan Marcel.
"Sudah siap sayang," tanya Nathan.
__ADS_1
"Sudah paman, kita mau kemana?"
"Bertemu dengan tante," kata Nathan.
Sebelum pergi bertemu dengan Nathan, Cherry harus izin terlebih dahulu pada sugar daddy nya, ia tidak mau Riko marah pada nya, kemarahan Riko benar-benar sangat menyeramkan untuk nya.
"Kamu mau kemana sayang," tanya Riko sambil memeluk Cherry.
"Aku ingin bertemu dengan Nathan, boleh kan?"
"Boleh jika hanya bertemu dengan nya, ingat kamu milik ku, semua yang ada di tubuh mu milik ku, aku akan mendapatkan nya segera."
"Iya iya aku pergi dulu, aku pergi dengan supir kamu, selamat tinggal sayang." Cherry mengecup dahi Riko dan pergi meninggalkan Riko.
Gadis mungil itu benar-benar sangat menggemaskan untuk Riko, ia sudah tidak sabar membuat Cherry menjerit dan menangis di bawa tubuh nya.
Setelah mendapat izin dari Riko Cherry langsung pergi meninggalkan Vila itu, ia sudah mendapatkan panggilan dari Nathan yang sudah menunggu nya di restoran. Sesampainya di restoran Cherry berjalan mendekati Nathan dan Marcel yang sedang makan, ia sangat gemas pada Marcel yang sedang makan spaghetti.
"Sayang kau sangat menggemaskan." Cherry langsung menciumi wajah Marcel.
"Hahaha maaf, kamu mengenal ku tidak. Aku dulu pernah menemui mu saat kau masih bayi?"
"Tidak," kata Marcel dan kembali memakan spaghetti nya.
"Kau sudah izin dengan pacar mu itu kan," tanya Nathan.
"Sudah lah, aku sudah izin, kalau tidak dia bisa marah," jawab Cherry.
"Kenapa kau mau dengan nya si," tanya Nathan.
"Ntalah memang aneh menyukai pria yang usia nya jauh di atas ku."
"Ya kau memang aneh," kata Nathan.
__ADS_1
Sore hari nya, Riga dan Varo kembali ke rumah. Mereka berdua langsung menuju ke arah dapur tempat istri mereka memasak. Riga tersenyum lebar saat melihat istri nya yang sangat dekat dengan para mamah mertua nya. Riga merasa ia tidak salah memilih seorang istri.
"Lihat ayah Riga," ucap Varo sambil mendekati para istri nya.
Seperti biasa nya setelah pulang dari suatu tempat. Varo selalu mencium istri istri nya, semua ini ia lakukan karena rasa cinta nya pada mereka bertiga.
"Cup cup cup." Tiga bibir sudah terkena tanda Varo.
Alfi dan Riga hanya bisa diam sambil saling menatap, mereka merasa sangat heran sekaligus kagum. Mereka berdua kagum dengan Varo yang bisa membuat istri nya akur tanpa kegaduhan.
"Dari mana mas," tanya Vira.
"Tempat teman ku, kalian tidak membuat menantu kita takut kan," tanya Varo.
"Tidak lah mas, menantu kamu sangat luar biasa," jawab Anna.
"Sayang ajarkan gaya terbaik pada nya, Riga curhat pada ku, kalau dia hanya bisa diam," bisik Varo pada Anna, karena Anna yang berada di dekat nya.
"Oke mas, nanti aku akan sampaikan pada yang lainnya.
"Riga ayo mandi dulu, biarkan mereka masak dengan tenang, tugas mereka nanti malam lebih berat," kata Varo sambil menarik Riga ke arah kolam renang.
"Alfi kamu sudah isi," tanya Anna.
"Belum mah, aku masih kosong, baru satu hari selesai datang bulan."
"Nah itu kesempatan mu sayang, ini masa subur kamu," kata Vira.
"Iya Alfi, minta suami mu untuk setiap hari melakukan nya," ujar Lina.
"Ah mamah aku sangat malu, aku malu kalau dalam hal seperti itu."
"Sayang dengarkan aku, kamu jangan malu, kamu tidak mau kan suami kamu berpaling karena hanya masalah ranjang, kamu harus pintar mengekspresikan diri kamu, pria memiliki fantasi yang berbeda beda, aku rasa suami kamu itu mirip dengan ayah nya. Kasar dan gila dalam hal seperti itu, jadi kamu harus mengimbangi nya."
__ADS_1
"Iya mah," kata Alfi, ia belum paham dengan apa yang di katakan Anna.
(Note author memutuskan untuk tidak memisahkan Kisah Cherry dan Nathan untuk kehidupan percintaan mereka. Nathan tetap akan muncul sebagai sahabat yang baik untuk Riga)