Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 27


__ADS_3

Malam hari nya, Nathan dan Alfi sudah siap untuk pergi berdua. Nathan sudah tampil tampan dengan meminjam pakaian milik Riga. Sebenarnya bukan hanya pakaian semua yang Riga pakai sehari-hari, malam ini Nathan memakai nya. Riga hanya bisa diam melihat dua orang di kamar nya sedang bersiap-siap.


"Mereka benar-benar membuat ku kesal," batin Riga.


Alfi menyemprotkan parfum terkahir nya, ia sudah tidak bisa memakai parfum nya lagi karena habis. Padahal ia tidak bisa pergi tanpa parfum itu, parfum yang sudah bersama nya sejak ia kecil. Saat ini ia hanya menunggu kakek nya mengirimkan parfum itu. Riga memejamkan mata nya saat merasakan wangi parfum Alfi, ia sangat candu akan aroma parfum ini, aroma yang mengingat nya pada seorang wanita cantik dan hebat.


"Saya sudah siap," kata Alfi.


"Aku juga sudah siap, ayo kita pergi," ucap Nathan.


"Saya pergi dulu, jangan tidur terlalu malam, nanti lama sembuh," ujar Alfi.


"Jangan mengatur ku," ucap Riga, dari nada suara Riga, terdengar jelas jika Riga sedang marah pada mereka berdua.


"Ayo Alfi, jangan menganggu nya, nanti kita dimakan." Nathan semakin berulah yang membuat Riga semakin merasa kesal.


Alfi dan Nathan sudah pergi meninggalkan kamar, Riga yang malas kemana-mana hanya mengambil handphone nya dan bermain game, ia melepaskan rasa kesal nya pada Game di handphone nya.


Baru beberapa kali bermain m, Riga meletakkan handphone nya,ia mencoba berpikir beberapa kali, ia merasa harus menjauhi Alfi, ia tidak mau memiliki perasaan lebih pada Alfi. Jika sampai hal. itu terjadi, ia benar-benar akan merasa malu pada Alfi dan keluarga nya.

__ADS_1


"Oke Riga, batasi interaksi dengan nya, jangan sampai pria tampan dan gagah seperti mu memiliki perasaan pada manusia seperti Alfi, Riga hal itu sangat menjijikkan untuk mu."


Di mall Nathan benar-benar sangat akrab pada Alfi, ia sudah tidak perduli lagi pada Riga. Kalau Riga memang tidak mau pada Alfi ia akan maju dan memantapkan perasaan nya pada Alfi. Tetapi jika Riga menegurnya beberapa waktu ke depan ia akan mundur dan melepaskan Alfi untuk Riga. Nathan juga ingin mengetes apakah Riga bisa jatuh cinta tidak pada seorang wanita, selama ini yang ia dengar soal wanita dari Riga hanya teman masa kecil nya.


"Saya apa saja lah," kata Alfi.


"Alfi sudah berhenti memakai bahasa seperti itu pada ku, aku sangat tidak nyaman. Pakai bahasa seperti kau bersama dengan teman pria mu," ucap Nathan.


"Hahaha iya iya, maafkan aku, aku kebiasaan di rumah bersama dengan manusia dingin itu."


"Nah begitu dong, sudah ayo masuk, nanti kita terlambat," kata Nathan.


"Maaf Alfi, kau punya perasaan pada Riga," tanya Nathan.


"Hahaha pertanyaan seperti apa ini, tidak lah. Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan pada Riga. Bagaimana mungkin aku bisa mempunyai perasaan pada nya, dia saja sangat galak pada ku, suka marah marah pada ku. Daniel saja yang sangat baik dan perhatian pada ku, aku tidak memiliki perasaan padanya."


"Jadi pria yang di katakan Riga itu bukan Daniel," tanya Nathan.


"Maksudnya." Alfi mengerutkan dahi nya karena ia tidak paham dengan apa yang Nathan maksud.

__ADS_1


"Kata Riga, kau sudah memiliki pria di hati mu," kata Nathan.


"Hahaha dia tau dari mana, oh mungkin dia masih berpikir kalau aku dan Daniel berpacaran, kami berdua seperti kakak adik, tidak ada pacaran di antara kami berdua," ucap Alfi.


"Jadi tidak ada seorang pria di hati mu," tanya Nathan.


"Hmmmm ada seorang pria kecil yang tampan dan sangat baik, wajah putih susu nya masih tersimpan di sana," jawab Alfi.


"Ah kau sama seperti Riga, semua di hubungkan dengan masa lalu, apa apa masa lalu. Kalau aku jadi kalian tidak akan mau melihat masa lalu," kata Nathan.


"Hahaha tapi aku serius, aku tidak tau kenapa pria kecil itu sangat membekas di hati ku, apalagi saat melihat diri nya gemetaran karena ketakutan," ucap Alfi.


"Ya ya ya, ya sudah lah, kalau sudah membahas masa lalu aku sangat kesal. Masa lalu ku tidak ada yang buruk dan baik juga si, tapi baru baru ini aku sangat merasa tidak baik dengan keluarga ku," kata Nathan.


"Kamu serius, aku pun sama dengan mu, aku dan keluarga ku tidak terlalu berhubungan baik, ya semua karena ayah ku," ucap Alfi.


"Yes kau benar, aku juga karena daddy ku," kata Nathan.


Nathan tidak menanyakan lebih lanjut siapa pria yang membekas di hati Alfi, jika ia terus mengorek sampai jauh kemungkinan besar ia akan menemukan fakta yang sangat mengejutkan.

__ADS_1


__ADS_2