
Varo berjalan masuk ke dalam mobil untuk pergi menjemput istri nya. Ia sudah tau dimana keberadaan para istri nya. Varo hanya pergi sendiri tanpa membawa Jolie yang sedang beristirahat.
Sesampainya di tempat yang ia tuju. Varo melihat para istri nya masih kompak, tertawa dan selalu bersama, ini adalah hal yang benar-benar sangat ia rindukan. Melihat kekompakan ketiga istri nya.
"Sayang," ucap Varo sambil mendekati mereka bertiga.
"Mas Varo," ucap mereka bertiga.
Varo mendekati mereka bertiga, mereka bertiga benar-benar terkejut dengan kedatangan Varo. Mereka pikir informasi tentang Varo datang hanyalah kebohongan belaka, tidak mungkin seorang pria yang sudah mempunyai istri muda dan akan mempunyai seorang anak memikirkan istri tua nya.
"Kalian benar-benar membuat ku kesal." Alvaro memeluk mereka bertiga dengan erat.
Tidak ada penolakan dari mereka bertiga, karena memang mereka bertiga juga sangat merindukan Varo. Mereka sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Varo, tetapi pikiran buruk selalu menghantui mereka bertiga.
"Kamu datang," ucap Lina.
"Aku akan datang untuk menjemput kalian," kata Varo.
Varo membawa istri istri nya ke sebuah restoran untuk membicarakan masalah ini, ia ingin semuanya selesai dengan baik tanpa ada perpisahan seperti ini. Ia sangat yakin jika istri istri nya hanya memikirkan hal yang sebenarnya tidak perlu di pikirkan dalam pernikahan mereka ini.
"Kenapa kalian membuat keputusan seperti ini, aku benar-benar kecewa dengan keputusan kalian."
"Kami hanya tidak ingin menganggu kebahagiaan mu mas, kami tidak mau kamu merasa terganggu dengan adanya kami bertiga. Kami yakin kamu sudah bahagia dengan Jolie dan calon anak mu itu."
"No, aku tidak bahagia jika tidak bersama kalian bertiga, kalian sudah menjadi bagian dalam hidup ku. Jangan pernah berpikir seperti itu, aku tidak bahagia jika kalian tidak ada du dalam hidup ku."
__ADS_1
"Aku mau kalian bertiga kembali dengan ku," ucap Varo.
"Maaf mas kami tidak bisa, kami benar-benar tidak bisa kembali pada mu."
"Kenapa? apa alasannya, karena itu takut merusak kebahagiaan ku, kalian tidak merusaknya. Kepergian kalian lah yang merusak kebahagiaan ke," ucap Varo
Varo tidak mau tau, ia benar-benar ingin kembali dengan istri istri nya. Mau tidak mau mereka harus ikut dengan nya. Varo percaya jika mereka bertiga masih mencintai nya. Sudah terlihat dengan jelas dari tatapan mata mereka bertiga pada nya.
Di rumah Nathan masih bersama baby Al yang memang sangat mengemaskan bagi nya. Wajahnya yang mirip dengan Riga membuat nya bisa membayangkan bagaimana Riga sangat kecil dulu. Pasti juga sama menggemaskan nya seperti Al, sekarang saja sudah berubah menjadi sangat menjengkelkan.
"Berikan anak ku," ucap Riga.
"Diam Riga jangan ganggu aku, aku sedang fokus padanya, kau kan selalu dengan Al, kalau aku kan tidak. Jadi berikan aku waktu berdua dengannya," kata Nathan.
"Sebenarnya dia anak ku atau anak mu nya," tanya Riga.
"Anak kita bersama, kau saja tidak ada kontribusi nya," ucap Riga.
"Jika kau mau aku bisa melakukan nya, kau saja tidak mau memanggil ku," kata Nathan.
"Boy kau ikut dengan ku saja ya, aku akan merawat mu dengan baik, kau akan hidup dengan bergelimang harta."
"Jangan aneh aneh, buat sendiri lah, jangan membawa anak orang," kata Riga.
"Hahaha lagi proses mencari tempat nya ini, gimana ya. Aku bingung Riga," ucap Nathan.
__ADS_1
"Sudah ada jodoh," tanya Riga.
"Aku sudah ada, tapi aku takut dia menolak ku, dia saja seperti ilfil pada ku," jawab Nathan.
"Lah sudah ada siapa? apa Helen," tanya Riga.
"Hahaha tidak ah, jangan asal ya," jawab Nathan.
"Aku tidak peduli siapa wanita itu, kau Nathan seja kapan kau takut di tolak oleh seorang wanita. Kau tidak pernah cemen seperti ini ah," kata Riga.
"Hey tidak semudah itu. Dia bukan wanita sembarangan," ucap Nathan.
"Hahaha iya iya, tapi aku masih tida menyangka jika Nathan kucek dengan seorang wanita. Ayolah siapapun dia kau harus berani Nathan, jangan sampai dia keburu di ambil oleh pria lain."
"Kau jadi membuat ku takut, nanti aku akan bertemu dengan nya. Dia masih ilfil tidak dengan ku."
"Sabar Nathan, semuanya pasti akan sesuai dengan Takdir. Jangan takut untuk mengucapkan nya. Jika sudah jodoh tidak akan kemana Nathan. Yang penting kau yakin saja lah, jangan sampai kau tidak yakin dengan pilihan mu sendiri," kata Riga.
"Iya Riga, jika masalah cinta seperti ini, memang cocok curhat dengan mu."
"Semangat menjemput jodoh ya," ucap Riga.
"Kalau aku menikah dengan nya, aku akan membuat pesta 7 hari 7 malam."
"Terus membuat anak nya kapan," tanya Riga.
__ADS_1
"Oh iya ya," ucap Nathan.