Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 157 S2


__ADS_3

Malam harinya sesuai dengan apa yang Alvaro katakan dengan istrinya. Ia izin pergi bersama dengan Ivan, hari ini alvaro akan bersenang-senang bersama dengan Ivan. Dari balapan mobil sampai dengan pesta yang ia janjikan pada Bella. Alvaro yakin ia bisa pulang cepat waktu.


"Aku berangkat dulu sayang," ucap Alvaro.


Ia mencium wajah istri nya dengan lembut. Ivan hanya diam menyaksikan itu, ia sudah benar-benar terbiasa.


"Seperti yang ku katakan tadi jam 10.30." Melanie menatap tajam pada Alvaro dan Ivan.


"Iya iya aku pulang jam segitu, hati-hati di rumah jangan melakukan hal apapun dan langsung beristirahat."


"Iya kamu juga hati-hati."


"Kau tenang saja Melanie suamimu akan aku jaga dengan baik," kata Ivan.


"Awas saja sampai dia lecet kau yang barusan denganku. Pulang harus dengan keadaan sempurna kau paham."


"Kau dengar van, kau harus menjaga aku dengan baik. Jangan sampai istriku memakan mu."


Ivan tersenyum kecil mendengar hal itu, memang jika sudah bucin seperti itu. Ivan sangat berharap jika diri nya dapat seperti itu juga.


"Hahaha ya Melanie, kau tenang saja aku akan menjaga suamimu dengan sangat baik."


Setelah izin pada melanie mereka pun pergi meninggalkan apartemen. Seperti yang mereka rencanakan pertama-tama mereka akan pergi ke arena balap, sudah cukup lama alvaro tidak mengetes mobilnya.


Di tempat lain, patrick dengan Vera sudah berada di lokasi pesta tempat bella akan mengadakan pesta. Patrick datang bersama dengan kekasih tersayang nya, sudah cukup lama ia tidak bertemu dengan Melanie dan sepertinya patrick mulai bisa melupakan melani secara perlahan.


"Pacarmu cantik," kata Bella.


"Dia memang cantik jika tidak cantik aku tidak akan mau dengannya. Sudah cantik pintar lagi," ucap Pactrik.


"Hahaha itu benar-benar kata yang muncul dari mulutmu, aku tidak seperti berbicara dengan Patrick." Bella menanggap ucap Pactrik hanya bualan saja. Ia tidak melihat rasa cinta di mata Pactrik pada Vera.


"Jangan mulai Bella." Pactrik menatap tajam Bella.


"Dia temanmu sayang," tanya Vera.


"Iya dia memang temanku, jangan cemburu dengannya aku sama sekali tidak tertarik dengannya."

__ADS_1


"Kau sangat gaya sekali, sudah bentuk mempersiapkan ini semua. Saudaramu yang mengajak pesta ini tapi di ntah ke mana," kata Bella.


Alvaro memenangkan balapan pertama nya menggunakan mobil dari Nathan. Ia benar-benar sangat senang dan berterimakasih pada Nathan karena memberikan mobil yang begitu luar biasa seperti itu.


"Gila gila, kau keren sekali Alvaro. Jarak nya sangat jauh sekali," ucap Ivan.


Ivan berlari mendekati Alvaro. Jiwa Alvaro memang masih ke arah dunia luar. Jika berada di luar rumah dan tidak dengan istri nya Alvaro memang sangat liar.


"Memang gila, mobil ini benar-benar gila," kata Alvaro.


"Nanti saja merayakan kemenangan ini, lihat sudah jam setengah delapan kita harus pergi ke lokasi pesta," ucap Ivan.


"Kau benar, jika tidak berangkat sekarang kita kan terlambat pulang, dan istriku bisa marah. Aku tidak mau hal itu terjadi, malahan aku ingin memberikan hadiah ini untuknya."


Setelah acara balapan selesai Alvaro dan Ivan pun pergi ke lokasi pesta. Sesampainya di sana sudah banyak orang yang menunggu kedatangan mereka berdua, rata-rata mereka semua teman lama Alvaro dan Ivan, mereka semua diundang oleh Bella, yang juga teman lama mereka berdua.


"Kalian berdua sangat lama."


"Maaf maaf aku baru menyelesaikan balapan ku," ucap Alvaro.


"Bagaimana apa menang?"


Tiba-tiba tangan ivan ditarik oleh seseorang, Ivan melihat orang itu yang ternyata adalah Patrick, ia sempat kebingungan kenapa Pactrik menariknya begitu saja.


"Ada apa kenapa kau menarik ku?"


"Kau tidak ingin berduaan dengan Vera," ucap Pactrik.


"Kau serius," tanya Ivan.


Ivan sangat terkejut patrick mengatakan hal itu, siapa yang tidak mau berduaan dengan wanita yang dicintai. Ivan malah sangat ingin bisa berduaan dengan Vera.


"Ivan untuk apa aku bercanda, ya aku serius dong. Aku melakukan ini hitung-hitung sebagai ucapan maaf ku karena aku mengecewakanmu. Saat aku pergi kemarin kau tidak bertemu dengan Vera, padahal aku memberikanmu kesempatan."


"Kau aneh, mana mungkin dia mau bertemu denganku jika tidak ada hal penting. Kau pun tidak mengatakannya padaku," kata Ivan.


"Hahaha ya sudah manfaatkan momen ini dengan sangat baik."

__ADS_1


"Vera ada di ujung sana, aku tidak bisa lama-lama di sini, nanti katakan saja padanya jika aku ada urusan penting yang tidak bisa ku tinggalkan. Katakan juga padanya jika aku memintamu untuk mengatakannya karena aku khawatir dengannya. Pintar pintar mu lah mencari kata-kata," ucap Pactrik.


"Siap siap siap silahkan pergi, vera menjadi urusanku jangan khawatir." Ivan berjalan mendekati Vera yang tengah duduk sendirian.


"Selamat malam," ucap Ivan.


"Malam." Vera langsung berdiri melihat kedatangan Ivan.


"Sendiri saja Vera," tanya Ivan.


Ivan duduk di samping Vera.


"Tidak ada yang ku kenal selain Patrick dan dirimu."


"Oh iya aku mendapatkan pesan dari patrick, mendadak ia ada urusan yang sangat penting. Ia harus pergi dengan cepat untuk menyelesaikan urusan itu. Tapi kau jangan khawatir, dia tidak melupakanmu begitu saja, dia menitipkan mu padaku karena dia pasti khawatir denganmu. Jadi aku menemanimu di sini."


"Oh begitu, patrick memang sangat sibuk, aku sangat sulit mendapatkan waktunya," kata Vera, ia sudah tidak kaget dengan hal itu.


"Ya namanya juga patrick, dia sangat mementingkan kuliahnya dan juga perusahaan nya."


"Hahaha kau benar."


"Apa kau kesepian menjalani hubungan dengan Pactrik," tanya Ivan.


"Jujur iya, tapi mau bagaimana lagi. Aku sudah menentukan pilihan ku, aku sudah lama mencintainya secara diam-diam, dan ini kesempatan ku untuk bisa hidup bersamanya. Aku yakin jika hubungan kami sudah lebih serius dia pasti dapat membagi waktunya dengan baik."


"Kau wanita yang keren, jarang ada wanita sepertimu. Aku jadi ingin mendapatkan seseorang sepertimu, tetapi jangankan sepertimu dekat dengan wanita pun aku tidak."


"Kau yakin? Kau itu tampan Ivan, jangan bilang-bilang pada patrick ya jujur kau lebih tampan dari Pactrik."


Ivan tersenyum mendengar ucapan dari Vera. Di puji Vera seperti itu membuat hatinya melambung naik ke atas. Siapa tidak salah tingkah mendapat pujian dari orang yang ia cintai, begitu juga dengan Ivan.


"Kau bercanda, patrick jauh lebih tampan dariku," kata Ivan.


"Aku serius Ivan, wajahmu itu oriental sekali, sangat menarik di mata seorang wanita."


"Terima kasih atas pujiannya."

__ADS_1


Alvaro bingung mencari Ivan kemana, baru beberapa menit mereka berada di tempat ini Ivan sudah entah ke mana. Saat sedang mencari Ivan, Alvaro bertemu dengan Bella.


__ADS_2