
"Sayang kamu mengejutkan ku," ucap Melanie saat melihat Alvaro yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
"Hahaha maafkan aku sayang," kata Alvaro.
"Hmmmm sejak kapan kau memanggil ku sayang, hahaha kau jatuh cinta pada ku ya."
"Hanya mengatakan apa yang sering kamu katakan, kamu saja sering memanggil ku sayang. Jangan jangan kamu sendiri yang jatuh cinta pada ku," kata Melanie.
"Kalau iya apa salah, mencintai istri sendiri." Alvaro menarik Melanie dan melemparkan nya ke atas kasur.
Melihat tatapan Alvaro ia sudah tau apa yang akan terjadi pada nya selanjutnya. Alvaro seperti seseorang yang sedang gila hal seperti itu. Jujur Melanie cukup suka tetapi jika sering sering terasa tidak enak juga.
Sebelum pergi bersama Pactrik satu hari sebelum nya. Alvaro kembali bekerja terlebih dahulu. Ada hal yang harus Alvaro selesai kan. Untung saja ada Bella yang sangat membantu nya. Alvaro sangat bersyukur mempunyai asisten seperti Bella.
"Selamat pagi al," ucap Bella.
"Pagi, harum sekali kau," kata Alvaro.
"Ha!! tidak ah, aku biasa seperti ini."
"Sudah selesai pekerjaan yang aku tinggal kemarin," tanya Alvaro.
"Sudah dong, hari ini kita mengerjakan hal baru, jika struk di kerjaan kemarin tidak ada banyak hal yang kita ketahui," jawab Bella.
"Aku sangat bersyukur mempunyai asisten seperti mu, lama saja lah di sini, jangan hanya seminggu," kata Alvaro.
"Malas kau saja jarang masuk," ucap Bella.
"Hahaha, tidak papa. Besok selama beberapa hari aku juga tidak masuk," kata Alvaro.
"Mau kemana," tanya Bella.
"Mau mengurus pekerjaan di Bali."
"Wah ke Bali, aku juga sangat ingin ke sana, tapi tak ada waktu."
"Hmmmm, kau mau ikut," tanya Alvaro.
"Ikut dengan mu?"
"Ya kau bisa membantu ku bekerja," kata Alvaro.
Alvaro memiliki ide yang cukup bagus, dengan mengajak Bella Alvaro tidak perlu menghabiskan waktu dengan bekerja. Ia bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan Melanie berdua untuk membuat dedek bayi yang menggemaskan.
__ADS_1
"Tidak masalah," tanya Bella.
"Ya tidak lah, lebih bagus jika kau ikut," jawab Alvaro.
"Boleh, liburan sekalian bekerja."
"Bagus, besok kita berangkat jam 8 pagi, kita bertemu di bandara.
Bella tersenyum senang, ia bisa liburan bersama dengan Alvaro, meskipun sambil bekerja ia sangat rela karena pergi dengan Alvaro. Jika Alvaro yang dulu seperti sekarang, ia tidak mungkin menolak Alvaro saat Alvaro mendekati nya.
"Mau kopi al," tanya Bella.
"Ya boleh," jawab Alvaro.
"Siap aku ambil dulu, oh iya nanti siang istri mu membawakan mu makanan," tanya Bella.
"Tidak, dia sedang tidak bisa berjalan dengan baik," jawab Alvaro.
"Ha kenapa? dia terjatuh," ucap Melanie.
Alvaro menggaruk rambut nya. Karena Video yang ia tonton kemarin sepanjang waktu ia mencoba semua gaya yang ia inginkan dan alhasil ia puas tetapi Melanie sampai tidak bisa berjalan dengan baik.
"Itu anu ya karena anu," ucap Alvaro.
"Anu." Bella berpikir sambil pergi meninggalkan Alvaro.
Alvaro mengambil handphone nya untuk menghubungi Melanie, jujur ia sangat khawatir dengan istri kecil nya itu.
"Iya al," ucap Melanie.
"Kau baik baik saja kan," tanya Alvaro.
"Aku sangat baik al, jangan khawatir, mau aku antar makanan," tanya Melanie.
"Tidak usah, lebih baik kau istirahat yang cukup, ingat besok kita ke Bali. Siapkan energi mu sayang," kata Alvaro.
"Hmmm iya, aku masih mengantuk, pulang dengan cepat bawakan aku banyak makanan," kata Melanie.
"Siap sayang, tidur dengan nyenyak karena setiap malam kamu hanya perlu memanggil nama ku." Alvaro tersenyum jahil dan mematikan sambungan telepon itu.
Alvaro beranjak dari tempat duduk nya, saat ingin membuka pintu ruangan itu. Tiba-tiba Bella muncul dengan membawa dua cangkir kopi, mereka berdua sama sama terkejut yang membuat dua cangkir kopi itu tersiram ke tubuh Alvaro.
"Ah ah panas," ucap Alvaro dan langsung berlari masuk dan membuka pakaian nya.
__ADS_1
Untung saja ia memakai jas tebal yang membuat kopi itu tidak sampai masuk sepenuhnya ke dalam pakaian nya.
"Al maaf al." Bella yang sangat bersalah langsung membantu Alvaro melepaskan pakaian nya.
Kulit putih Alvaro terlihat kemerahan karena kopi itu, Alvaro merasa beruntung karena tidak sampai terkena luka bakar yang serius.
"Aku ambilkan pakaian baru," ucap Bella.
"Di ruangan daddy ku," Kata Alvaro.
Bella menahan nafas nya melihat tubuh kekar dan mulus Alvaro secara langsung, ini pertama kalinya ia melihat tubuh Alvaro.
"Maaf tuan, apa saya bisa meminta pakaian untuk Alvaro," tanya Bella.
"Untuk apa," tanya Riga, ia lupa jika hari ini anak nya bekerja.
"Itu, dia terkena kopi panas, pakaiannya basah," jawab Bella.
"Apa!! bagaimana bisa! pakaian nya ada di sana, saya ingin melihat nya dulu." Riga langsung berlari ke ruangan Alvaro.
"Al kau tidak papa kan," tanya Riga.
"Tidak papa dad, hanya terasa sedikit panas." Alvaro membersihkan sisa tumpahan kopi di tubuh nya.
Riga mengerutkan dahi nya saat melihat beberapa luka di punggung Alvaro, ada luka cakaran dan tancap an kuku yang terlihat masih baru.
"Tunggu dulu, yang kena kopi panas tubuh bagian depan mu, tapi yang luka punggung mu. Itu Abs mu juga merah merah," kata Riga.
"Oh perut sixpack ku karena ulah Melanie ia gemas kata nya, jadi di cium sampai merah. Kalau punggung ku cakaran nya lah, apa lagi," ucap Alvaro.
"Oh ternyata kalian berdua bermain kasar ya, hahaha dan seperti nya aku segera mempunyai cucu ni," kata Riga.
"Tidak tau ah, kalau dia hamil ya bagus, kalau tidak ya tidak papa, asalkan dia tidak minum pil saja seperti mamah, karena itu artinya menunda," ucap Alvaro.
Bella datang dengan membawa pakaian baru untuk Alvaro. Ia kembali menahan nafas nya saat melihat tubuh Alvaro, rasa nya ingin sekali tangan nya bergerak menyentuh nya.
"Ini al," ucap Bella.
"Iya terimakasih." Alvaro langsung memakainya, tetapi ia tidak Mengancingkan beberapa kancing baju bagian atas nya yang terkena kopi.
Ternyata bukan hanya Riga yang salah fokus dengan cakaran di belakang tubuh Alvaro. Bella pun juga salah fokus. Jika di sambung dengan perkataan Alvaro tadi tentang Melanie yang tidak bisa berjalan. Bella jadi mengerti apa yang mereka lakukan sebelum nya.
"Sudah aku duga, Alvaro mempunyai n*fsu yang tinggi, memang tidak terlihat dia menyembunyikan nya dengan wajah tampan nya itu," batin Bella.
__ADS_1
"Maaf ya al, aku tida sengaja," kata Bella.
"Iya tidak papa, aku juga salah, kita sama sama terkejut, "