
Melanie keluar dari kamar mandi menggunakan taktop dan celana pendek di atas lutut. Di rumah ia bisa berpakaian seperti ini, tapi tidak di sini. Ia tidak biasa di lihat Alvaro dengan tatapan aneh nya.
Alvaro menjentikkan jari nya agar Melanie mendekati nya. Melanie tidak mencurigai apapun dan langsung berjalan mendekati Alvaro.
"Kau mau apa," tanya Melanie.
"Tidak apa-apa aku hanya ingin tidur kemari lah, kau tidak ingin aku peluk," jawab Alvaro.
Melanie berbaring di atas kasur tepat di samping tubuh Alvaro. Alvaro tersenyum dan menarik Melanie kedalam pelukannya. Jantung Melanie berdetak cukup kencang jika Alvaro sudah memeluk nya seperti ini.
"Kau kenapa sih kau tidak biasa saja aku peluk seperti ini," kata Alvaro.
Meskipun bukan yang pertama kali nya, tetap saja Melanie merasa tidak nyaman.
"Kau aneh sangat aneh," ucap Melanie.
"Hahaha aku tidak aneh, kau harus membiasakan ku peluk seperti ini, jangan menolak nya, meskipun pernikahan ini hanya perjodohan tetap saja aku ingin menikmati pernikahan ku."
"Hmmm akan aku coba, asalkan kau tidak berbuat aneh-aneh."
"Aku tidak akan melakukan hal yang aneh bodoh," kata Alvaro.
"Iblis seperti mu apa bisa aku percaya," ucap Melanie.
"Hahaha bukannya setan harus percaya dengan iblis," kata Alvaro.
__ADS_1
"Alvaro jangan main main dengan ucapan mu," kata Melanie.
"Sudah jangan banyak berbicara, aku sudah mengantuk," ucap Alvaro.
"Ya sudah aku juga sudah mengantuk."
"Jadi kapan kita ke kota," tanya Melanie.
"Lusa kita akan pergi ke kota, jangan banyak berbicara lagi aku ingin tidur. Selamat malam." Alvaro mengecup bibir Melanie sekilas dan langsung memejamkan mata nya.
Pagi harinya melanie bangun dari tidurnya, ia melihat alvaro masih tertidur dengan sangat pulas. Jika diam seperti ini, ketampanan Alvaro bertambah berlipat-lipat. Ia seperti manusia yang sangat sempurna sekali.
"Berhenti menatapku seperti itu," ucap Alvaro sambil memalingkan wajahnya.
"Eh kau sudah bangun," kata Melanie yang cukup terkejut karena ia sudah tertangkap basah.
"Kok bangun-bangun seperti ini, kenapa kau menjadi seperti ini, apa ada yang salah dengan ku?"
"Kau punya otak kau pikir saya sendiri," ucap Alvaro.
"Alvaro kau menjadi gila setelah bangun, tidur saja lah sana," kata Melanie.
"Melanie kau berhenti berbicara suara membuatku pusing lebih baik kau ambilkan aku makanan aku lapar."
"Alvaro aku baru bangun mana ada makanan sudah siap," ucap Melanie.
__ADS_1
"Itu bukan urusan aku"
"Kau kenapa sih? kenapa berubah kembali seperti semula," kata Melanie.
"Ya memang sudah waktunya," ucap Alvaro.
"Gila..."
"Kau mengatakan ku gila, bukannya dirimu sendiri yang gila."
"Kau yang berubah aku pula yang gila," kata Melanie.
"Aku males mendengar suaramu lagi, seperti yang kau katakan tadi ambilkan aku makanan aku lapar."
"Ambil sendiri aku bukan pembantu lagi," ucap Melanie.
"Kau jangan kurang ajar padaku." Alvaro mulai terbawa emosi nya.
"Terserah ku." Melanie tidak mau kalah
Ia bangkit dari atas kasur dan mengambil bantal lalu melemparkan bantal itu ke kepala Alvaro.
"Masak sendiri, mungkin dengan ini kepalamu kembali normal," ucap Melanie dan pergi meninggalkan Alvaro.
Alvaro bingung sambil menggelengkan kepalanya, iya yang ingin galak kepada Melanie tetapi Melanie sendiri malah lebih galak dari nya.
__ADS_1
"Suami nya sebenar nya siapa si," ucap Alvaro