Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 83 S2


__ADS_3

"Aki tidak suka dibandingkan dengan siapapun. Jadi mamah menyesal mempunyai aku. Ya sudah aku pergi dari rumah." Alvaro bangkit dari tidur nya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Sayang aku tau kamu kesal dengan nya, tapi jangan seperti ini. Ya memang dia salah tapi dia memiliki watak yang keras, jika keras dengan keras di aduh itu tidak akan baik. Kita pasti bisa merubah nya dengan baik."


Riga berlari menyusul Alvaro. Jika anak itu sudah pergi tidak akan pulang dengan cepat. Koneksi nya sangat banyak, ia bisa pergi kemana saja untuk bersembunyi dari orang tua nya.


Alfi memijat kepala nya yang terasa sangat pusing. Ia tidak berniat membuat Alvaro pergi meninggalkan rumah, ia hanya ingin Alvaro berubah menjadi pria yang lebih baik lagi. Jika terus seperti ini, Alvi yakin tidak akan baik untuk Alvaro.


"Al Al," teriak Riga.


Tetapi sayang Alvaro ntah sudah berlari kemana. Ia seperti hilang tertelan bumi begitu saja. Riga naik ke dalam mobil untuk mencari Alvaro di sekitar komplek ini.


Alvaro berlari ke arah tempat biasa nya ia nongkrong. Tongkrongan ini tidak jauh dari komplek rumah nya. Di sana pasti ada Ivan yang bisa membantu nya. Untung saja Riga dan orang di rumah selain Ivan tidak ada yang tau tempat itu.


"Van." Alvaro datang dengan nafas yang tidak teratur, ia hampir kehabisan nafas setelah berlari dengan jarak yang sangat jauh.


"Eh al, dimana mobil mu? kau belum ganti mobil," tanya Ivan.


"Aku kabur dari rumah. Aku ingin ke rumah kakek ku yang ada di pedesaan. Aku tidak membawa uang, aku pinjam uang mu," jawab Alvaro.


"Lah bagaimana bisa? ya aku bisa meminjamkan mu, tapi nanti kalau orang tua mu bertanya pada ku bagaimana?"


"Katakan saja tidak tau. Nanti jika aku sudah sampai di sana, kakek ku pasti akan memberitahu mamah ku."


"Ya sudah, tunggu sebentar."


Setelah mendapatkan uang yang cukup untuk ke rumah kakek nya, ia langsung pergi ke sana. Ia yakin di sana ia bisa mendapatkan apa yang ia mau. Ryan ayah Alfi benar-benar menyayangi Alvaro karena memang Alvaro satu satu nya pewaris nya saat ini.


Riga kembali ke rumah sakit dengan rasa kecewa, ia tidak bisa menemukan dimana keberadaan Alvaro. Ia tidak bisa menghubungi Alvaro karena handphone dan dompet nya di tinggal di rumah. Saat ini Riga hanya bisa menunggu Alvaro pulang dengan sendirinya.


"Riga," ucap Vano.

__ADS_1


"Eh ayah, baru pulang?"


"Iya, kau kenapa, wajah mu terlihat menyedihkan," tanya Varo.


"Biasa yah, Alvaro dia pergi lagi dari rumah. Jika sudah pergi dengan keadaan ngambek seperti ini, bisa satu minggu baru pulang," jawab Riga.


"Kenapa dia bisa pergi lagi? jangan terlalu keras dengan nya. Kau sudah bertanya pada Ivan?"


"Ya memang dia sudah keterlaluan, Alfi marah pada nya, dia kan paling tidak suka di bandingkan dengan orang lain, nah itu Alfi membandingkan nya dengan anak nya Roger. Dan tanpa aba aba dia langsung pergi meninggalkan rumah."


"Tunggu aku telepon Ivan, mana tau Alvaro bersama dengan nya."


"Halo yah," ucap Ivan.


"Halo Van, apakah Alvaro dengan mu, dia pergi meninggalkan rumah," tanya Varo.


"Tidak yah, aku tidak ada bertemu dengan nya satu hari ini."


"Siap yah."


Varo menggerakkan kepala nya. Hal itu membuat Riga kembali lemas. Mereka berdua masuk ke dalam rumah dengan wajah yang suram.


Pukul 12 malam Alvaro baru sampai di rumah kakek nya. Ia lega akhirnya bisa sampai dengan selamat, uang nya juga sudah habis untuk membayar taksi tadi. Tetapi ia tidak perlu khawatir sedikitpun, ada kakek nya yang pasti akan memberikan nya banyak uang.


Alvaro masuk ke dalam rumah yang sudah gelap itu. Ia sudah sangat lapar tetapi tidak ada makanan di rumah itu. Alvaro juga tidak melihat kakek nya, mungkin kakek nya sudah tidur karena sudah malam hari.


"Aku tidak bisa masak, bagaimana aku bisa makan, mau beli online tidak ada uang," ucap Alvaro.


Ryan mendengar suara yang tidak asing di telinga nya. Ia baru menyelesaikan pekerjaan nya di ruang kerja. Ia berjalan ke arah dapur untuk memasak sesuatu, karena ia juga cukup lapar.


"Alvaro," ucap Ryan.

__ADS_1


"Kakek, aku terselamatkan," kata Alvaro sambil mendekati Ryan, ia memeluk Ryan dan langsung memeluk Ryan dengan erat.


"Kakek, kenapa kau tidak pernah datang untuk menemui ku," ucap Alvaro.


"Maaf Al, kakek kan sangat sibuk. Kau hanya datang sendiri, dimana mamah dah daddy mu?"


"Aku pergi dari rumah, tapi aku sangat lapar, aku ingin makan kek, aku tida mempunyai uang," ucap Alvaro.


"Sudah ayo duduk, kakek buatkan Spagetti dulu untuk mu," kata Ryan.


Setelah selesai masak mereka berdua duduk bersama menikmati makanan itu. Mereka berdua sudah sangat lama tidak bertemu. Karena kesibukan nya Ryan sampai jarang datang ke rumah Riga.


"Kau sangat kelaparan, bagaimana si mereka, anak muda sendiri sampai ke pergi tanpa memegang uang. Uang yang kakek kirim setiap bulan habis Al," tanya Ryan.


"Ada kek tapi di dompet ku, aku tak membawa apa-apa aku pergi dengan tangan kosong," jawab Alvaro.


"Mereka benar-benar ya, yaa sudah untuk sementara waktu kau tinggal dengan kakek saja ya, nanti kakek belikan mobil agar kau bisa jalan jalan," ucap Ryan.


Bagaimana Alvaro tidak semena mena, di semua tempat ia terus di manja, status nya sebagai yang satu satu nya membuat Alvaro di spesial kan oleh semua orang. Jika terus begini kekhawatiran Alfi bisa benar-benar terjadi pada Alvaro.


"Kek pinjam Handphone," ucap Alvaro.


"Di kamar, nanti ya. Kau marah dari rumah karena apa?"


"Mereka terus membandingkan ku dengan anak paman Roger, aku tidak pernah suka di bandingkan dengan orang lain. Aku ya aku mereka yang mereka, kami berbeda."


"Hmmm aku ni, kau juga salah, mungkin mereka kesal dengan sikap mu," kata Ryan.


"Kakek, kakek membela mereka," rengek Alvaro.


"Tidak tidak, kau benar. Sudah kenyang kan, istirahat lah," ucap Ryan.

__ADS_1


Ryan yakin semua ini karena mereka terlalu memanjakan Alvaro. Ia harus bertindak agar Alvaro tumbuh menjadi pria yang bisa di andalkan, tidak seperti ini yang selalu merengek tidak ada henti. Bisa di katakan mereka gagal mendidik satu satu nya pewaris dia perusahaan besar. Jika terus seperti ini Alvaro tidak mungkin bisa mewarisi apapun.


__ADS_2