Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 48 S2


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu, sesuatu yang paling Roger tunggu telah tiba, apalagi lagi jika tidak pernikahan nya dengan Tiffany. Ia juga telah resmi bercerai dengan Putri yang membuat nya sudah bisa menikah secara hukum maupun agama.


Acara pernikahan dilaksanakan di rumah Tiffany dengan konsep modern. Tidak terlalu banyak mengundang tamu karena lebih ke acara keluarga saja. Roger sudah bersamamu dengan Riga yang akan mendampingi nya selama pernikahan. Ia juga sudah tampan menggunakan jas berwarna abu abu muda.


"Aku ada hadiah untuk mu," kata Riga sambil memberikan satu kotak kecil pada Roger.


"Wah uang ni," ucap Roger.


"Ngarep, buka saat mau malam pertama kalian ya. Aku yakin inis sangat berguna untuk kalian berdua," kata Riga.


"Baiklah, oh iya Riga sebelum malam pertama apa yang dilakukan lebih dahulu," tanya Roger.


"Hmmm intinya jangan egois ya, ini pertama untuk istri mu bagi kita rasa nya sangat enak, tidak dengan nya, rasa nya bisa membuat nya pingsan."


"Diam aku ingin melakukan banyk fantasi yang sudah lama aku pendam," kata Roger.


"Hadeh bujang tua ini susah sekali di bilangi, ya sudah terserah mu lah."


Di kamar Tiffany sedang bersama dengan Alfi. Terlihat Tiffany cukup senang atas pernikahan nya, memang awal nya ia terpaksa tetapi saat ia menjalani semua nya dengan ikhlas semuanya terasa baik baik saja."


"Susah siap untuk di unboxing," tanya Alfi.


"Apa akan langsung Alfi, jujur aku sangat takut."


"Hahaha jelas lah, suami mu sudah lama ini menikah, ia tidak mungkin menganggukkan mu malam ini. Sudah tenang saja, untuk apa kamu takut. Semua nya akan baik baik saja, jika kami rileks dan menyerah kan semuanya pada suami mu. Kau akan merasakan hal yang tidak pernah kau rasakan sebelum nya," ucap Alfi.


"Macam iya kah, kenapa aku seperti tidak percaya begini," kata Tiffany.


"Hahaha kau bisa merasakan nya nanti malam. Ya sudah ayo kita keluar," ucap Alfi.


Pernikahan pun di laksanakan, dalam beberapa menit saja mereka berdua sudah resmi menikah. Sekarang Roger dan Tiffany sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Tiffany mencium tangan Roger begitu juga dengan Roger yang mengecup dahi istri nya.


Aldy naik ke atas panggung untuk bernyanyi beberapa lagu, ia sebenarnya tidak ingin bernyanyi tetapi Riga dan Varo memasaknya. Memang suaranya sangat baik.


Aldy Berhasil menghibur mereka semua. Hal ini membuat suasana pernikahan semakin meriah saja. Bukan hanya Aldy, Riga juga tidak mau kalah. Setelah bernyanyi mereka berdua berjalan mendekati Roger untuk mengucapkan selamat.


"Terimakasih Riga, aku sangat berterimakasih pada mu," kata Roger.


"Hay siap siap ya," ujar Alfi.

__ADS_1


"Alfi jangan membuat ku takut," kata Tiffany.


"Selamat Roger akhirnya kau menikah," Aldy berjalan mendekati mereka semua.


"Wah kau datang ternyata, iya Aldy terimakasih, sudah ya waktu nya ke kamar."


"Yang bernyanyi tadi jika bukan aku siapa setan, tidak mungkin kan," kata Aldy.


"Hahaha tidak mungkin memang, ya sudah lanjutkan bersenang-senang aku ingin membuat malam ini sangat indah," ucap Roger.


"Gila selesaikan dulu acaranya nya, ke kamar saja otak mu. Jangan lupa apa yang aku berikan tadi kamu buka," kata Riga.


Acara pun berlalu. Alfi dan Tiffany sudah masuk ke dalam kamar masing-masing. Sedangkan Riga, Varo, Roger dan Bram masih berada di ruang keluarga.


"Jadi setelah ini ayah menikah," tanya Riga.


"Ya iya dong," jawab Varo.


"Bagaimana Roger," tanya Varo.


"Aku terserah paman saja ya, mau nikah gimana pun aku setuju. Sudah yah aku sudah tidak sabar, aku ke kamar dulu." Roger berlari menuju ke kamar.


"Biasa paman bujang tua," ucap Riga.


"Hahaha dulu kau seperti itu juga kan," tanya Bram.


"Tidak lah, hubungan ku dengan Alfi tidak semudah dan semulus itu," jawab Riga.


"Seperti iya saja yang kau katakan," ucap Bram.


"Lah memang iya paman, paman tidak tau bagaimana aku memperjuangkan wanita itu. Itu sebabnya aku sangat mencintai nya."


Bram dapat merasakan betapa tulus nya cinta yang Riga berikan pada Alfi. Seperti rasa cinta yang ia berikan pada istri nya.


Di dalam kamar Tiffany bercermin dengan hanya menggunakan celana pendek dan tanktop, sesuatu yang memang ia gunakan saat tidur. Ia tidak tau apa yang akan terjadi dengan nya pada malam ini.


Dari kejauhan Roger sudah melihat Tiffany yang begitu seksi. Ia berjalan mendekati Tiffany dan memeluk nya dari belakang. Tiffany hanya diam di peluk seperti ini oleh Roger, ia mana berani membatah keinginan suaminya sendiri.


"Sudah siapa sayang," tanya Roger sambil mencium tengkuk leher istri nya.

__ADS_1


"Janji secara perlahan," tanya Tiffany.


"Iya sayang aku janji, kamu tidak perlu takut," jawab Roger.


"Bagaimana aku tidak takut, kamu saja seperti itu," kata Tiffany.


"Seperti itu apa nya, apa aku menyerahkan," tanya Roger.


"Kamu sangat menyeramkan Roger, Roger kita baru bertemu kembali, ini juga pertama kali nya aku dekat dengan pria, dan langsung mau melakukan nya, ini sangat tidak masuk akal."


"Jadi kamu menolak suami mu," tanya Roger.


"Itu lagi, aku tidak mungkin bisa melakukan hal itu, sudah lah lakukan saja lah. Anggap saja ini perkenalkan dalam hal yang baru."


Roger merasa terkadang Tiffany sangat menjengkelkan tetapi terkadang juga Tiffany sangat menggemaskan, apa yang ia katakan keluar tanpa di saring terlebih dahulu. Tetapi itu lah yang ia sika dari Tiffany, apa adanya. Tidak melebih lebihkan dan sebaliknya nya.


Roger membalik tubuh Tiffany mereka berdua sejenak saling menatap, perlahan Roger mendekati bibir Tiffany dan langsung melahap nya. Tangan Roger menuntun agar Tiffany membuka pakaian yang ia kenakan.


Dari baju sudah terbuka, terlihat tubuh kekar Roger yang siap untuk membuat Tiffany terpesona. Tangan Tiffany dengan Reflek bergerak mengusap ngusap tubuh kekar itu semuanya terasa sangat luar biasa pagi Tiffany.


Roger menggendong Tiffany dan membawa nya ke atas kasur, Tiba-tiba ada yang terjatuh dari tubuh Roger yang tak lain hadiah dari Riga.


"Apa si ini." Roger mengambil kotak itu dan Membuka nya.


"Pelumas," ucap Roger.


"Untuk apa itu," tanya Tiffany.


"Oh iya, aku tau, karena pertama kali akan lebih mudah pakai ini, terimakasih Riga kau memang sangat pengertian."


Roger kembali mendekati Tiffany dan melakukan kewajiban nya sebagai suami yaitu memberikan kepuasan dulu pada istri nya. Dari atas sampai ke dada semuanya sudah ditelusuri oleh Roger. Baru dibagian dada Tiffany sudah seperti cacing ke penasaran dengan ******* yang luar biasa.


Setelah bagian dada puas, Roger turun kebagian bawa. Ya bagian yang sangat sakral. Tiffany masih menutup nya karena ia sangat malu meskipun ia sudah naked.


Karena benda milik Roger yang terlalu besar Roger tidak bisa melakukan nya, rasanya malam itu Tiffany mau mati. Ia tidak bisa melanjutkan nya lagi, menyerah satu kata yang ingin Tiffany lakukan sekarang.


Tidak dengan Roger, ia malah sangat bersemangat, rasanya jika belum tuntas, ia tidak mau berhenti melakukan nya. Semua nya harus ia lakukan dengan tuntas tanpa hambatan apapun. Jika tidak menyelesaikan sekarang ia yakin semuanya akan terasa sulit. Tiffany tidak mungkin mau merasakan rasa sakit berulang kali.


Malam itu menjadi malam yang buruk untuk Tiffany Ia tidak menyangka Roger orang yang selama ini ia benci malah yang mengambil kesucian nya. Memang jika sudah jodoh tidak ada yang tau, siapapun pasti bisa akan menjadi jodoh kita. Mau kenal ataupun tidak.

__ADS_1


__ADS_2