Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Permintaan maaf...


__ADS_3

Maafkan tanggal 31 kemarin banyak bab yang sama. Akun author sedang tidak baik baik saja. Dan saat ini sudah di perbaiki dari episode 55 sampai 61 sudah baik dan cerita baru yang belum di baca.


Sekali lagi maaf ya.


Oh iya di sana terselip cerita Nathan dan Helen yang sebentar lagi akan rilis di novel baru, mohon di tunggu.


Beberapa hari telah berlalu. Niat mereka untuk berlibur dan bersenang-senang akhirnya tersampaikan juga. Semua masalah perlahan berlalu, Riga sudah baik-baik saja dan Tiffany serta suami nya sudah bangkit dari keterpurukan yang terjadi.


"Kau sudah baik baik saja kan Riga," tanya Aldy.


"Sudah sangat baik, oh iya dimana ayah ku?"


"Sedang pergi dengan istri nya. Kau tau lah Jolie masih sangat muda, paman Varo harus menuruti semua apa yang istri nya inginkan. Resiko mempunyai istri muda memang seperti itu."


"Hahaha itu keputusan ayah, jadi dia harus mengambil resiko itu. Walaupun memang aku yang menjodohkan mereka berdua tetapi kan semua keputusan berada di tangan ayah, aku bisa apa," kata Riga.


"Roger bagaimana sudah lebih baik," tanya Riga.


"Sudah sangat baik," jawab Roger.


"Semangat Tiffany, jangan menyerah, masih banyak waktu," kata Alfi.

__ADS_1


"Iya Alfi, semua nya perlu waktu," ucap Tiffany.


"Hahaha iya kau benar," kata Alfi.


Dari kejauhan, ada seseorang yang sedang memperhatikan Riga dan yang lainnya seseorang itu yang tak lain adalah Roy.


"Itu dia, ya aku baru tau siapa dia. Dia memang bukan pria sembarangan tetapi jika tidak mencoba membunuh nya bukan Roy nama nya." Roy tersenyum licik. Banyak cara muda untuk membunuh Riga apalagi mereka berada di dalam kapal yang sama. Tetapi efek dari itu pasti akan sangat besar, itu sebabnya Roy ingin lebih berhati-hati. Ia tidak tau seberapa luas koneksi yang Riga miliki.


"Sudah kau amati kapan kau eksekusi," tanya Jackie.


"Hahaha sabar semua nya butuh proses, aku tidak mau Terburu-buru," jawab Roy.


"Apa jangan jangan kau takut," tanya Jackie.


"Bagus lah, aku tunggu gerakan mu, jangan sampai nama mu yang sudah besar, jelek karena nya," ucap Jackie.


Riga merasa tidak nyaman berada di tempat itu. Ntah kenapa ia merasa seperti ada yang sedang memperhatikan nya sejak tadi.


"Kau kenapa," tanya Aldy.


"Aku curiga ada yang sedang memperhatikan ku," jawab Riga.

__ADS_1


"Jika sudah memiliki firasat seperti ini, ayo cepat pergi, di sini tidak aman," kata Roger.


Mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu. Tempat itu terlalu sepi dan sangat rawan terjadi kejahatan. Saat ini tempat yang ramai dan pengaman yang ketat adalah tempat teraman untuk mereka.


"Halo yah, ayah dimana si," tanya Riga.


"Habis menonton, ada apa?"


"Setelah ini kita akan berhenti dimana," tanya Riga.


"Tunggu saja lah, aku juga tidak tau. Coba kalian masuk ke mall, banyak hal yang bisa kalian lakukan di sini, dari pada diam tidak jelas," jawab Varo.


"Ide yang sangat bagus," ucap Riga.


Riga membawa yang lainnya ke mall seusai dengan apa yang dikatakan Varo. Memang didalam sana banyak hal yang bisa mereka lakukan.


"Kita berpisah saja ya," kata Riga.


"Apa tidak bahaya," tanya Aldy.


"Tidak lah, kita beri waktu istri kita untuk bersenang-senang," jawab Riga.

__ADS_1


"Ya sudah aku ingin mengajak istri ku berbelanja," ucap Roger.


Roger membawa istri nya masuk ke dalam butik. Beberapa hari ini memang mereka berdua sedikit kurang bersemangat, kejadian beberapa hari lalu sangat membuat mereka berdua terpukul. Meskipun begitu Roger tetap terus mengajak istri nya untuk bangkit dari keterpurukan ini. Terus menerus bersedih bukan lah hal yang baik.


__ADS_2