
"Dia anak kita, dia berbeda dengan Alvaro, jangan terlalu memikirkan nya sayang. Sudah sekarang masuk ke dalam kamar nya dan bicara kan semuanya baik baik, jangan sampai dia kembali takut dengan mu, hubungan kalian baru saja baik, kamu mau dia berhenti berbicara dengan mu selama bertahun-tahun lama nya," kata Tiffany.
Memang hubungan Pactrik dan Roger sempat memburuk beberapa tahun lalu, semua itu karena Pactrik yang mencoba minuman alkohol di ulang tahun nya yang ke tujuh belas tahun. Saat itu Roger benar-benar sangat marah, ia membuat Pactrik harus mengeluarkan minuman yang ia minum. Belum lagi Pactrik sampai di hukum di kamar mandi dengan kepala di celupkan ke dalam air, setelah itu di kurung satu hari penuh di dalam kamar mandi.
Hal itu membuat Pactrik benar benar sangat trauma, ia tidak mau berbicara dengan Roger sampai satu tahun lama nya, ia juga sangat takut dengan Roger ayah nya sendiri.
"Pactrik," ucap Roger yang sudah berada di depan pintu kamar anaknya, ia juga tidak ingin hal buruk itu kembali terjadi pada hubungan nya dengan Pactrik.
"Ayah." Pactrik hanya menundukkan kepala nya.
"Aku boleh masuk," tanya Roger.
Pactrik tidak menjawab pertanyaan Roger, ia hanya membuka pintu kamar nya dengan lebar.
"Maaf kan ayah." Roger langsung memeluk Pactrik.
Dari yang terlihat memenang Pactrik seperti sangat takut pada nya, ya mau bagaimana lagi. Pasti itu akan terjadi mengingat apa yang terjadi di masa lalu.
"Pactrik, maafkan ayah."
"Iya yah, aku minta maaf, aku salah tidak seharusnya aku mengatakan hal itu pada mu." Pactrik membalas pelukan ayah nya.
"Ayah jelaskan ya, seperti yang ayah katakan tadi Alvaro dan Melanie memang di jodohkan oleh kakek Ryan, mau bagaimana lagi Pactrik mereka lebih tua dari ayah, ayah tidak bisa menolak permintaan kakek Ryan, kau harus mengalah demi Alvaro. Ayah yakin kau pasti menemukan wanita yang lebih baik dari Melanie."
"Iya yah, jangan marah seperti tadi, aku sangat takut," ucap Pactrik.
Untuk saat ini Pactrik sudah tidak memikirkan Melanie dan Alvaro lagi, ia benar-benar sangat takut dengan kemarahan Roger. Rasa sakit yang pernah ia rasakan dulu seperti terulang kembali.
Di tempat lain, Alvaro dan Melanie sarapan pagi bersama. Hari ini pertama kali Alvaro bekerja, ia sudah sangat tampan menggunakan pakaian kerja yang Melanie siapkan.
"Tampan," ucap Melanie.
__ADS_1
"Sudah pasti," kata Alvaro.
"Oh iya nanti malam, kita akan pergi."
"Kemana," tanya Melanie.
"Balapan, aku akan balapan, pasti kali ini aku akan menang," jawab Alvaro.
"Ha balapan apa," tanya Melanie.
"Sudah kamu hanya perlu bersiap siap, jangan banyak ketawa tanya Melanie," jawab Alvaro.
Setelah selesai sarapan Alvaro langsung pergi, ia mengecup wajah istri nya sekilas sebelum pergi meninggalkan Melanie.
"Semangat kerja nya mas," ucap Melanie
"Kalau aku tidak semangat aku akan pulang dengan cepat," kata Alvaro.
"Daddy Selamat pagi," ucap Alvaro.
"Kau di sini ngapain kenapa tidak langsung ke ruangan ku," tanya Riga.
"Daddy aku saja tidak pernah ke sini, mana aku tau ruangan mu? aku rasa orang orang tidak tau aku siapa," jawab Alvaro.
"Hahaha benar juga, kau cukup menunjukan wajah mu saja semua orang sudah tau siapa kau, ayo ikut aku," kata Riga.
Riga membawa Alvaro ke ruangan nya, ia sudah menyiapkan ruangan khusus untuk Alvaro, tetapi sebelum itu ia harus menjelaskan apa yang harus Alvaro kerjakan.
"Bagaimana sudah paham, sudah pasti lah kau kan sekolah bisnis," kata Riga.
"Daddy meragukan otak ku, ya jelas lah aku paham."
__ADS_1
"Baiklah sekarang ikut aku." Riga membawa Alvaro ke ruangan khusus untuk Alvaro.
"Daddy ini ruangan ku," tanya Alvaro.
"Iya dong, ini ruangan mu, kau harus terbiasa mempunyai ruangan sendiri," jawab Riga.
"Oke, sudah itu saja," tanya Alvaro.
"Seperti nya kau sangat bersemangat, ayo cerita dulu ada apa? kenapa kau sangat bersemangat," tanya Riga.
"Hahaha aku sudah membobol gawang dad, gawang nya sudah aku bobol," ucap Alvaro.
"Apa kau serius, keluar di dalam," tanya Riga.
"Di dalam, ada apa dad?"
.
"Hahaha bagus, itu berarti kau akan mempunyai keturunan, semangat bekerja untuk keturunan mu Al," kata Riga.
Saat sedang berbicara seseorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan itu. Wanita itu sangat Alvaro kenal.
"Selamat pagi tuan," ucap Bella.
"Pagi," saut Riga.
"Bella? kau bekerja di sini," tanya Alvaro.
"Aku sedang magang al," jawab Bella.
"Bella ini Alvaro, mungkin kalian saling kenal. Kalian akan bekerja sama."
__ADS_1