Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 13


__ADS_3

Sore hari sudah tiba. Mereka berdua masih berada di mall milik Nathan, Riga dan Nathan jika sudah mengobrol pasti akan lupa waktu. berdua memang memiliki koneksi yang sangat cocok. Di sela sela obrolan mereka berdua, Nathan terus melirik ke arah Alfi, ia seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Jadi bagaimana," tanya Nathan.


"Bagaimana apa nya?" Riga mengambil sebatang rokok dan menghisap nya.


Dengan cepat Nathan mengambil rokok itu, kemudian Nathan menjatuhkan sebatang rokok itu ke lantai dan menginjak nya sampai mati.


"Kau gila," ucap Nathan.


Alfi terkejut akan hal itu, ia juga tidak menyangka jika Riga mau merokok. Dari gaya hidup nya Alfi pikir Riga seseorang yang menjauhi rokok.


"Ini bukan rokok ku, ini milik teman ku sebelum kau datang," kata Nathan.


Riga hanya diam saat Nathan seperti memarahi nya, menurut nya saat ini memang yang peduli pada nya hanya Nathan seorang. Kakek nya sibuk dengan perjodohan gila ini, dan mamah nya sedari dulu sama sekali tidak dekat dengan nya.


"Sudah sore aku pulang," ucap Riga.


"Jangan membuat hal apapun yang merugikan mu," kata Nathan.


"Iya, aku pergi." Riga meninggalkan tempat itu. Di susul oleh Alfi yang ikut pergi.


"Dia bodoh, punya calon istri yang cantik malah pusing," kata Nathan.


Sesampainya di rumah, Riga langsung masuk ke dalam kamar nya. Sedangkan Alfi di panggil oleh Warsa ke ruangan nya, Alfi tidak tau kenapa hanya diri nya yang di panggil oleh Warsa.

__ADS_1


"Bagaimana Alfi, Riga memperlakukan mu dengan baik," tanya Warsa.


"Iya kakek, dia memperlakukan ku dengan baik, sudah satu minggu aku tinggal dengan nya, dan dia tidak pernah melakukan hal buruk pada ku," jawab Alfi.


"Jadi kau sudah punya perasaan pada nya," tanya Warsa.


"Perasaan apa kek, aku tidak punya perasaan apapun pada nya," jawab Alfi yang membuat Warsa kecewa.


"Aku pikir kau sudah mencintai nya, ya sudah tidak papa. Masih ada 2 bulan tiga minggu lagi, nanti kalian pasti memiliki perasaan."


"Sejak aku tinggal di sini, aku baru pertama kali melihat kakek di sini."


"Hahaha aku hanya mampir sebentar, aku hanya ingin memastikan jika Riga benar-benar membawa mu ke mall. Dari pakaian yang kau pakai dan pulang sampai Sore aku sudah yakin. Kalau begitu pergi lah, aku juga ingin pergi dari rumah ini," ucap Warsa.


Selagi Riga masih mandi. Alfi memutuskan untuk merebahkan diri nya di atas ranjang yang sangat empuk dan lembut. Sudah satu minggu lama nya ia tidur di sofa, meskipun sofa itu lembut tetap saja ranjang lebih terasa nyaman.


"Pria tampan itu terasa sangat aneh, aku baru pertama kali nya bertemu dengan pria seperti Riga. Pendiam dan tidak suka kebisingan, pemarah dan keras kepala. Siapa wanita yang mau dengan pria seperti itu."


"Tapi tunggu dulu. Kalina suka dengan nya, wah ada yang salah dengan mata nya."


Tanpa sadar Alfi tertidur di atas ranjang itu. Ia tertidur sangat lelap karena memang Alfi sedang kelelahan. Riga keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lengkap, semenjak ada Alfi, Riga tidak pernah hanya memakai handuk setengah badan. Ia memamerkan tubuh nya di depan Alfi.


"Gadis itu," ucap Riga.


Riga tidak membangunkan Alfi, Riga membaringkan tubuh nya di atas kasur tepat di samping Alfi. Perlahan ia memejamkan mata nya untuk tidur. Aroma tubuh Alfi yang sangat khas kembali mengingat Riga pada seseorang, tanpa sadar Riga mendekati Alfi dan memeluk Alfi, ini ke dua kali nya Riga memeluk Alfi karena aroma tubuh.

__ADS_1


Selena dan Sarah masih semakin tidak suka dengan Alfi, apalagi Alfi terlihat semakin dekat dengan Riga Mereka berdua tidak berani melarang Riga untuk dekat dengan Alfi karena mereka sendiri sama sekali tidak dekat dengan Riga.


"Bagaimana ini tan, apa mungkin mereka berdua bisa saling mencintai," kata Selena.


"Tidak mungkin, Riga tidak akan mau dengan nya. Sudah berulang kali ayah membawa wanita untuk nya tetapi Riga tidak tertarik dengan wanita itu. Apalagi pada Alfi wanita kampung itu."


"Tante kan mamah nya, kenapa tante tidak mengatakan saja pada Riga," kata Selena.


"Aku memang mamah nya, tapi aku tidak dekat dengan nya. Sedari kecil aku sudah meninggal nya sana sini, apalagi saat masalah dengan ayah," ucap Sarah.


Di tempat lain. Nathan kembali pulang ke rumah orang tuanya. Ia sudah sangat merindukan keponakan nya, anak dari Nila. Meskipun hubungan nya dengan Calvin sedang sangat tidak baik, tidak menjadikan alasan bagi Nathan untuk jauh dari keponakan nya. Sebenarnya bukan hanya dengan Calvin, tetapi hampir dengan semua orang yang ada di rumah ini, Nathan sudah jauh berubah dari sebelumnya. Pergaulan yang salah dan banyak masalah yang ia hadapi membuat nya menjadi seperti ini.


"Nathan kamu datang, sudah 1 bulan kamu tidak menemui mommy."


"Maaf kak aku mom, aku merindukan mommy." Nathan memeluk Citra dengan erat. Jika dengan mommy nya tidak mungkin dia berprilaku buruk.


"Kenapa kamu datang, pasti ada sesuatu," tanya Citra.


"Ingin bertemu dengan keponakan ku. Marcel dan adik nya. Aku ingin bertemu dengan nya, tolong ambil kan mereka berdua," jawab Nathan.


"Kau ingin bertemu dengan nya kan, ambil saja sendiri, kau perbaiki hubungan mu dengan Calvin," kata Citra.


"Tida mau, aku ingin bertemu dengan nya, tanpa bertemu dengan ayah nya," ucap Nathan.


"Ya sudah tunggu di kamar, mommy ambil mereka berdua," kata Citra.

__ADS_1


__ADS_2