
"Kamu tau malam ini malam apa?"
"Malam apa," tanya Putri.
"Malam pertama kita sayang, kamu bagaimana si," jawab Aldy.
"Malam pertama bagaimana?"
"Ya kita melakukan yang kemarin sayang, kamu suka tidak? di lihat dari ekspresi dan ******* kamu, kamu suka kan?"
"Aku lumayan suka," jawab Putri.
"Kenapa hanya lumayan, katakan aku sangat suka."
"Sakit di awal, itu tidak bisa di kecilkan," tanya Putri.
"Hahaha sekarang tidak akan sakit kok, mungkin sedikit saja. Mana mungkin aku mengecilkan mya, aku saja ingin dia besar," jawab Aldy.
Aldy mendekati bibir Putri dan mencium nya dengan sangat ganas. Ia sudah tidak memikirkan apa apa lagi selain wanita didepan nya ini, padahal dengan menikah dengan Putri banyak masalah yang akan ia hadapi, tetapi Aldy enggan memikirkan hal itu. Yang terjadi biarlah terjadi, ia akan berusaha menghadapai itu semua.
Satu persatu pakaian mereka lepas dari tempat nya. Tangan Aldy dengan lihai menggapai semua benda milik istri nya. Putri hanya bisa menggelengkan kepalanya merasakan betapa ganas nya suami nya itu, tubuh nya seperti ulat yang terus bergerak ke sana sini setiap merasakan sentuhan seksual dari Aldy.
Di apartemen ada yang sedang mabuk cinta di tempat lain ada yang kehilangan wanita yang di cintai. Siapa lagi jika bukan Riga, ia menyerah membawa mobil nya ke kota, ia merasa tidak akan kuat, apalagi hari semakin malam dan ia belum beristirahat. Satu satu nya jalan yang bisa ia lakukan adalah naik kereta api. Saat dalam perjalanan ia bisa istirahat di dalam kereta sehingga saat sampai di bandara ia tidak terlalu mengantuk lagi.
Masalah mobil Riga tidak ambil pusing, ia meninggal mobil nya di stasiun dan meminta anak buah nya untuk mengambil mobil itu. Jika bukan karena mobil itu mobil kesayangan nya ia tidak akan meminta anak buah nya mengambil mobil itu. Uang nya jauh lebih dari cukup untuk membeli ribuan mobil seperti itu.
"Hadeh memiliki istri suka kabur, kaburan memang sangat merepotkan, aku juga tidak bisa mengontrol diri, sudah tau istri ku super cemburu, masih saja sembrono," ucap Riga.
Riga memesan ruangan VVIP agar bisa beristirahat dengan tenang.
Di sebuah pulau Alfi baru saja mendarat dengan selamat. Pulau itu mempunyai sebuah Vila yang sangat mewah dan Vila itu milik keluarga Alfi. Pulau yang Alfi datangi cukup terpencil, hanya ada satu pusat keramaian, mirip seperti kota kecil yang terletak di pinggir pantai. Dari Vila itu Alfi dapat melihat semua keindahan pulau ini, itu sebabnya Alfi ke pulau ini untuk mendapatkan ketenangan.
__ADS_1
"Aku sangat membenci mu, aku tidak akan mudah memaafkan mu. Tapi bagaimana mungkin bisa aku hidup tanpa mu sayang, aku sangat mencintaimu," Alfi hanya bisa menangis sambil mengusap air mata nya. Ia tidak mau mengingat Riga berpelukan dengan mesra bersama Putri. Jika terus mengingat hal itu hati nya terasa sangat sakit sekali.
Kembali ke apartemen, dua orang insan sedang mengadu kasih indahnya percintaan dua orang berbeda jenis ini. Saat sudah siap siap nya handphone Aldy berbunyi dengan keras, hal ini benar-benar mengganggu keindahan malam ini.
"Angkat sayang," ucap Putri.
"Iya bentar." Aldy bergerak dari atas tubuh Putri untuk mengangkat handphone nya.
"Halo yah," ucap Aldy.
"Dimana kau, kenapa kabur kaburan seperti ini, kau baru saja pulang dan sekarang keluar kembali, sudah tidak izin kepada ku," kata Lucas.
"Ayah aku sedang sibuk, katakan saja ada apa?"
"Besok jam 9 kita akan pergi ke rumah Karina, kau harus sudah di rumah sebelum jam 9."
"Tidak aku tidak bisa, aku sedang di luar yah," ucap Aldy.
"Iya aku akan datang." Aldy mematikan sambungan telepon itu secara sepihak. Ia tidak mau terus bertengkar dengan ayah nya.
Aldy kembali mendekati Putri, terlihat dengan jelas jika Aldy sedang sangat kesal, Putri tampak bingung dengan ekspresi wajah suami nya. Ia bingung apa yang terjadi pada Aldy sampai kesal seperti itu.
"Kamu kenapa sayang," tanya Putri.
Pertanyaan Putri kembali membuat Aldy tersenyum, apalagi Putri memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Tidak papa." Aldy membalik tubuh Putri yang membuat Putri terkejut.
"Kamu mau apa," tanya Putri.
"Hahaha tahan sayang, kamu belum pernah kan dari belakang."
__ADS_1
Dari belakang Aldy kembali memberikan sentuhan manis dan seksual untuk membangkitkan kembali suasana panas. Adik nya yang tadi sudah tidur kembali naik lagi.
"Sayang nungging yang benar," ucap Aldy.
Dan...
"Hmmmm sayang." Putri merasakan serangan yang cepat dari belakang sana. Hal itu membuat ranjang serta tubuh nya bergoyang dengan cepat.
Pagi hari nya, Riga sudah sampai di bandara, tanpa mandi dan berganti pakaian Riga langsung melanjutkan perjalanan nya mencari Alfi. Ia tidak peduli dengan diri nya, yang terpenting ia bertemu dengan Alfi. Riga sampai dengan tepat waktu, jika terlambat sedikit saja pesawat itu pergi meninggalkan nya.
"Ah perut ku sakit sekali," ucap Riga.
Bagaimana tidak sakit, dari kemarin sore sampai sekarang Riga belum ada mengisi perut nya Ia tidak sempat untuk makan, lagi pula ia sama sekali tidak selera, otak dan pikiran nya selalu saja memikirkan Alfi, wanita yang sangat ia cintai. Tidak ada yang bisa mengantikan Alfi di hati nya.
Di Vila itu Alfi mulai melakukan aktivasi yan biasa ia lakukan jika berkunjung ke sini, ia sangat senang berada di Vila, udara yang sangat sejuk serta pemandangan yang sangat indah membuat otak nya yang terasa pusing kembali fresh.
"Siapa nama kamu," tanya Alfi.
"Roger," jawab nya. Roger seorang penjaga Vila ini, ia juga tukang kebun yang merawat perkebunan sayur serta buah buahan yang ada di belakang Vila ini.
"Aku baru melihat mu, kau baru bekerja di sini," tanya Alfi.
"Baru dua tahun nona, mungkin selama nona tidak kesini saya baru mulai bekerja."
"Oh iya pantas saja, aku sudah 3 tahun tidak ke sini, Roger ada buah apa saja, aku ingin ke kebun," tanya Alfi.
"Kebetulan semua buah buahan sedang berbuah dan sedang matang matang nya. Ayo nona saya antar," jawab Roger.
"Wah aku suka ini," ucap Alfi.
Alfi dan Roger pergi berdua ke kebun buah. Di sana mata Alfi berbinar melihat banyak buah yang sedang matang matang nya. Banyak hal yang ingin ia buat jika melihat buah buahan ini.
__ADS_1
"Ayo kita petik, aku mau setiap buah yang ada sini ada di keranjang," ucap Alfi.