
"Kau kenapa," tanya Bella.
Pactrik dan Bella sedang bersama di restoran hotel. Ntah kenapa mereka berdua sama sama lapar dan bertemu di sana.
"Tidak ada, kau cantik dan seperti nya kau tertarik dengan Alvaro," kata Pactrik.
"Kau tau dari mana aku tertarik dengan nya, aku hanya bekerja dengan nya," ucap Bella.
"Dari tatapan mu pada nya."
"Hahaha seperti tatapan mu pada istri Alvaro, ayolah kenapa kalian tertarik dengan wanita kampung seperti dia. Tidak ada apa apa nya bila di bandingkan dengan diri ku."
"Hahaha, kau benar. Kau tidak mendengar istilah cinta itu buta," ucap Pactrik.
"Itu hanya sebuah istilah bukan kau harus benar-benar buta. Pactrik kau itu tampan, banyak wanita yang mau dengan mu, kau bisa mendapatkan wanita berpendidikan sekalipun tapi kenapa selera mu Melanie, kau bodoh," kata Bella.
"Kau diam, kau tidak tau apa apa, sebelum dengan Alvaro dia milik ku, aku sudah bertunangan dengan nya sejak lama," ucap Pactrik.
"Tetapi dia jadi nya dengan Alvaro kan, ya jadi jujur kau dan Alvaro sama sama tampan tapi Alvaro memang seperti memiliki sesuatu yang membuat nya wah," kata Bella.
"Apa yang membuat kalian tertarik dengan nya," tanya Pactrik.
"Ntalah, hanya wanita yang bisa melihat nya, aura di wajah nya saat ini sangat jauh berbeda dari yang dulu," jawab Bella.
"Dengan semua perkataan mu, bisa aku tarik kesimpulan kau suka dengan nya."
Bella tersenyum pada Pactrik, mana mungkin Pactrik tidak tau perasaan nya pada Alvaro.
"Ya begitu lah, aku suka pada suami orang," kata Bella.
"Kita bekerja sama."
"Maksud mu?"
"Kita buat mereka berpisah, kau dengan Alvaro aku dengan Melanie," kata Pactrik.
"Ide bagus, kita bekerja sama, tapi kau tidak peduli dia sudah Alvaro tiduri?"
__ADS_1
"Itu bukan masalah untuk ku, aku mencintai nya," kata Pactrik.
"Pria bodoh," ucap Bella.
Bekerja sama dengan Pactrik tidak buruk juga. Bella merasa untuk mendapatkan Alvaro memang harus memiliki seseorang yang bisa ia ajak kerja sama, seseorang itu adalah Pactrik sendiri.
"Kau lebih bodoh, banyak pria yang jauh di bandingkan Alvaro, jika hanya untuk memuaskan hasrat mu," kata Pactrik.
Ad beberapa hal yang dapat membuat manusia berubah, harta, tatah dan wanita. Saat ini Pactrik sedang mengalami salah satu hal itu, wanita membuat nya seperti ini, wanita membuat kebaikan di dalam diri nya seperti menghilang seketika.
Alvaro dan Melanie keluar dari dalam kamar tepat jam 7 malam, mereka berjalan menuju restoran untuk makan malam. Di sana juga sudah ada Pactrik dan Bella yang sudah menunggu mereka sejak tadi.
"Itu mereka mas," ucap Melanie.
"Jangan dekat dekat dengan Pactrik," kata Alvaro.
"Jangan dekat dekat dengan Bella, dia seperti wanita ular," ucap Melanie.
"Tapi dia cantik, seksi," kata Alvaro.
"Burung Pactrik kecil, dia tidak akan dapat memuaskan mu," kata Alvaro.
"Milik mu terlalu besar, itu sakit aku lebih suka yang kecil."
Alvaro kesal Melanie selalu bisa menipis ucapan nya. Ia tau Melanie masih mempunyai perasaan pada Pactrik, hal itu membuat rasa cemburu Alvaro lebih besar dari pada Melanie pada Alvaro.
Alvaro dan Melanie bergabung dengan mereka berdua. Pactrik dan Bella sama sama tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua.
"Aku sudah memesan makanan," ucap Pactrik.
"Bagus kau tau makanan kesukaan istri ku?"
"Tidak tau, tapi semoga saja dua suka dengan makanan yang aku pesan, karena aku suka makanan itu, biasa orang akan suka dengan makanan yang aku suka," kata Pactrik.
"Aku sudah memesan makanan kesukaan mu Al," kata Bella.
"Makanan kesukaan ku sudah berbeda Bell, makanan kesukaan ku sekarang masakan istri ku," ucap Alvaro.
__ADS_1
Melanie tersenyum kecil mendengar itu, Alvaro sukses membuat dua orang terbakar api. cemburu sekaligus. Sekarang giliran Melanie yang beraksi. Ia memang masih memiliki perasaan pada Pactrik, tetapi Alvaro yang terbaik untuk nya.
"Ah sayang, kamu bisa saja, makanan kesukaan mu bukan nya aku," kata Melanie.
"Hahaha benar, aku ingin memakan mu lagi, nanti malam ya," ucap Alvaro.
Pactrik dan Bella kompak membuang arah wajah mereka. Melihat Alvaro dan Melanie yang begitu mesra membuat perasaan mereka berdua terasah sangat tidak enak.
Makanan yang Pactrik dan Bella datang dan mereka pun langsung makan dengan lahap. Melanie sadar jika makanan yang Pactrik pesan semua makanan kesukaan nya, begitu juga dengan Alvaro, ia yakin Bella yang memesan nya.
"Ada apa dengan bella, apa dia suka padaku," batin Alvaro.
"Pactrik, berhenti seperti ini, aku milik sepupu mu." Ingin rasa nya Melanie berteriak seperti itu di kuping Pactrik. Ia ingin menyadarkan Pactrik jika apa yang Pactrik lakukan dapat membuat petaka besar.
Setelah selesai makan, Pactrik, Alvaro dan Bella langsung bekerja. Mereka pergi ke salah satu tempat penting untuk bertemu dengan seseorang. Melanie yang tidak tau apa apa, hanya bisa menyingkir agar tidak menganggu. Ia lebih senang bermain handphone dari pada mendengar mereka membahas bisnis.
"Pactrik tanyakan pada Melanie, dia ingin pesan sesuatu tidak." Alvaro benar-benar sedang sangat sibuk, ia tidak sadar jika yang ia lakukan adalah kesalahan.
Pactrik tersenyum senang mendengar hal itu, ia memberikan kode pada Bella agar terus membuat Alvaro sibuk. Dengan cepat Pactrik berjalan mendekati Melanie.
"Ingin pesan tidak," tanya Pactrik yang membuat Melanie terkejut.
"Kau membuat ku terkejut, dimana suami ku," tanya Melanie.
"Dia sedang sibuk dengan Bella, kau ingin memesan minuman atau makanan?"
"Apa ada restoran di sini?"
"Seseorang akan membawakan nya untuk kita, cepat Melanie atau aku sendiri yang menemukan nya, aku tau betul apa saja yang kau suka."
"Jangan kurang ngajar Pactrik, aku milik sepupu mu."
"Bisa kau pelan kan suara mu, kau ingin Alvaro tau semua nya. Kau memang milik Alvaro tapi aku tau segala nya tentang diri mu dari pada Alvaro," kata Pactrik.
"Jika kau memberitahu ku siapa pria yang di jodohkan dengan mu, aku pasti akan menggagalkan nya," ucap Pactrik.
"Jangan seakan-akan aku yang salah di sini, aku. menerima Alvaro karena kau sendiri yang memutuskan ku, kau ingin ke Jerman kan, sedangkan aku waktu itu memilihmu bukan perjodohan ini, tapi kau sendiri yang pergi meninggalkan ku yang membuat ku harus menerima semuanya. Dan sekarang aku sudah bahagia dengan Alvaro, jangan ganggu kehidupan ku."
__ADS_1