Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 42


__ADS_3

"Aku tidak yakin dia tidak mau punya anak karena itu," batin Warsa.


Riga berjalan masuk ke dalam kamar nya, mata nya bergerak mencari keberadaan Alfi. Ia kembali tersenyum saat melihat Alfi sudah tertidur di atas kasur. Riga berjalan mendekati Alfi dan merangkak naik ke atas kasur.


"Wow fantasis," ucap Riga, mata nya terpanah oleh paha mulus milik Alfi. Riga tetap pria normal yang suka dengan hal seperti itu, tetapi ia tidak pernah mengutamakan hal itu, otak nya masih bisa ia kendalikan dengan sangat bauk.


Riga melepaskan baju kemeja dan celana panjang nya. Saat ini ia hanya menggunakan celana boxer dan kaus putih oblong. Kaus itu memperlihatkan bentuk tubuh Riga. Riga tidak suka jika Alfi melihat tubuh nya saat seperti itu tetapi Riga terus memancing Alfi.


Tangan kekar nya bergerak menarik Alfi ke dalam pelukan nya. Ia sudah sangat merindukan pelukan ini, aroma tubuh Alfi tidak pernah berubah sedikit pun, aroma itu lah yang membuat Riga mulai memiliki perasaan lebih pada Alfi.


"Hmmmm." Alfi membalas pelukan hangat itu, ia tidak sadar jika Riga yang sedang memeluk nya.


Ntah sudah berapa lama mereka berdua tertidur. Alfi mendengar suara rintihan dan gerakan di dekat nya, perlahan Alfi membuka mata nya untuk melihat apa yang terjadi di depan nya.


"Riga," ucap Alfi.


Riga mulai merintih dan mengigau tidak jelas. Wajah nya juga sudah bercucuran dengan keringat. Dengan cepat Alfi menggoyangkan tubuh Riga agar Riga bangun dari tidur nya.


"Riga bangun Riga," ucap Alfi.


"Ahkkk," teriak Riga sambil memeluk Alfi dengan erat.

__ADS_1


Nafas Riga tidak beraturan, ia terus memeluk Alfi dengan sangat erat. Alfi pun juga bisa merasakan apa yang Riga rasakan sekarang. Ketakutan yang sangat luar biasa.


"Kau kenapa," tanya Alfi.


"Aku tidak papa," jawab Riga tapi enggan melepaskan pelukan itu.


"Kau yakin tidak papa, kenapa sampai seperti ini," tanya Alfi.


"Milik mu besar juga ya, terasa lembut," kata Riga.


"Mesum," teriak Alfi.


"Hahaha kau sering bersikap cabul pada ku, sekali kali aku cabul pada mu," kata Riga dan sampai saat ini masih tidak melepaskan pelukan itu.


"Malas, aku nyaman di dalam pelukan ini," ucap Riga.


"Kaya tidak suka dengan ku, apa kau bisa n*fsu dengan ku," tanya Alfi.


"Bisa kau mau?"


"Malas, Sudah lepas kan," ucap Alfi.

__ADS_1


Riga terpaksa melepaskan pelukan hangat itu, jika ia terus memeluk Alfi ia akan terlihat sangat mengejar ngejar Alfi.


"Riga jika tidak ingin aku lihat, jangan memakai pakaian seperti ini," kata Alfi.


"Terserah ku lah," ucap Riga sambil bangkit dari atas kasur.


"Mau kemana," tanya Alfi.


"Kamar mandi, aku ingin mandi, kau bauk," jawab Riga.


Di tempat lain Sarah dan Selena masih berada di ruang keluarga, mereka masih tidak percaya dengan semua nya. Pernikahan Alfi dan Riga sangat mengejutkan mereka berdua.


"Tidak mungkin Riga suka dengan nya," kata Sarah.


"Tapi jika di lihat dari ucapan nya, kak Riga seperti bersungguh-sungguh," ucap Selena.


"Bagaimana mungkin itu terjadi. Alfi dan Riga saja jarang bertemu, apa Riga hanya memanfaatkan Alfi demi kesenangan nya.".


"Itu juga bisa terjadi, kita liat saja nanti?," kata Selena.


"Lalu bagaimana dengan perjodohan Riga dengan wanita itu, apa kita sudah tidak ada harapan," tanya Sarah.

__ADS_1


"Seperti nya masih tan, kita bisa mengatur nya," jawab Selena


__ADS_2