
"Aku tidak mau melakukan apapun dengan mu, kau jelek tidak seperti pria yang aku inginkan," kata Tiffany.
"Enak saja, aku tu banyak yang mengincar tapi aku malas. Aku hanya tertarik pada mu," ucap Roger.
"Sebenarnya dia tidak jelek si, kulit nya sawo matang dengan tubuh yang kekar. Tapi mulut dan kelakuan nya itu yang menjengkelkan," batin Tiffany.
"Tiffany kamu ingin anak berapa," tanya Roger.
"Tidak ingin punya anak dari mu," jawab Tiffany.
"Katakan berapa atau nanti malam aku akan membuat anak dengan mu."
"Kau sangat senang sekali mengancam ku, aku hanya ingin punya satu anak," kata Tiffany.
"Siap buk bos, permintaan di terima," ucap Roger.
Sesampainya di rumah Riga mereka berdua langsung masuk ke dalam. Roger menarik Tiffany ke dekat nya dan menggandeng nya. Ia tidak mau seperti seseorang yang sedang bermusuhan.
"Itu Roger," ucap Aldy.
Roger terkejut melihat Putri duduk di samping Aldy. Ia belum bisa mencerna apa yang terjadi.
"Putri," ucap Roger.
"Kalian saling kenal," tanya Aldy.
"Kami berteman," jawab Putri.
"Kamu yakin sayang hanya teman," tanya Aldy.
"Iya hanya teman lama," jawab Putri.
"Iya kami hanya teman, jadi ini istri mu," tanya Roger, ia tidak menyangka ternyata istri Aldy adalah Putri.
"Iya dia istri ku," jawab Aldy.
"Tiffany, hahaha kau sudah tidak jomblo lagi," ucap Alfi.
"Alfi aku sangat merindukanmu." Tiffany berjalan mendekati Alfi dan memeluk Alfi dengan erat.
"Aku juga sangat merindukanmu, sudah lama kita tidak bertemu," kata Alfi.
"Wah wah sudah besar aja ni perut, sudah berapa bulan," tanya Tiffany.
"Sudah masuk ke empat bulan, kau kapan nyusul usia nya sudah sangat cukup menikah."
__ADS_1
"Aku, ah nanti saja lah, masih belum memikirkan anak, lagi pula dengan siapa aku membuat nya."
"Itu Roger, hati hati malam pertama sangat menyakitkan, kau seperti tertusuk berkali kali, jujur hal yang tidak ingin aku lakukan berkali-kali hanya malam pertama," kata Alfi.
"Bukan nya sakit tidak nya sesuai dengan ukuran barang suami mu," ucap Tiffany.
"Hahaha iya benar si, kau rasakan saja nanti," kata Alfi.
Mereka yang sedikit mendengar pembicaraan itu hanya diam sambil menggelengkan kepala, para istri mereka sangat bar bar sampai membicarakan hal tersebut secara gamblang nya.
"Tidak sakit kan sayang," tanya Aldy.
"Sakit lah," jawab Putri.
"Anjirr aku yang menikahi nya dulu malah Aldy yang mendapat kan nya, coba dulu aku goyang dulu," batin Roger.
Waktu terus berlalu, malam semakin larut. Mereka semua sudah mulai mengantuk. Riga membagi kamar lantai atas untuk mereka tidurin. Ia ingin mereka semua tidur di lantai yang sama.
"Aku tidur dengan siapa," tanya Tiffany.
"Dengan ku lah, dengan siapa lagi. Ayah mu saja sudah merestui ku," jawab Roger.
"Hahaha selamat malam Tiffany, ayo sayang." Alfi dan Riga pergi meninggalkan ruangan itu.
"Ayo sayang." Begitu juga dengan Putri dan Aldy. Sejenak mereka berdua saling menatap. Tetapi dengan cepat mereka membuang wajah mereka ke sembarang arah, ya memang mereka berdua memutuskan untuk menjalankan hidup masing-masing tetapi mereka berdua pernah bersama, ada sesuatu rasa yang tidak bisa di ungkapan oleh kata kata.
"Janji tidak melakukan hal yang mesum, aku tidak mau kamu melakukan hal mesum," kata Tiffany.
"Iya aku tau batasan, aku tidak akan melakukan hal yang aneh," ucap Roger.
Dan pada Akhirnya mereka berdua juga pergi meninggalkan tempat itu.
Mereka semua pergi Varo dan Jolie baru pulang jalan jalan. Seperti layak nya seorang abg yang sedang pacaran mereka berdua sangat romantis.
"Sudah tidur sana sudah malam," kata Varo.
"Nanti lah, kita ngobrol dulu saja," ucap Jolie.
"Apa yang ingin kamu bicarakan." Varo duduk di atas sofa yang tersedia.
"Tidak tau, aku ingin selalu bersama dengan mu." Jolie duduk di atas pangkuan Varo dan memeluk Varo dengan erat. Ia benar-benar sudah nyaman dengan pria satu ini.
"Mau tidur dengan ku," tanya Varo.
"Mau," jawab Jolie.
__ADS_1
"Tapi janji tidak nakal," ucap Varo.
"Aku apa pernah nakal pada mu," tanya Jolie.
"Nakal dengan beda arti maksudnya sayang," jawab Varo.
Di dalam kamar Roger membuka pakaian nya dan langsung tidur dengan hanya memakai celana pendek saja. Hal itu membuat Tiffany tidak nyaman. Bukan karena apa apa, ia tidak nyaman melihat tubuh atletis Roger. Tangan nya jadi gatal ingin menyentuh setiap otot yang sudah terbentuk.
"Sudah tidur ayo, kamu menunggu apa lagi," tanya Roger.
"Kamu pakai baju lah," ucap Tiffany.
"Tidak mau." Roger menarik Tiffany sampai Tiffany jatuh di atas tubuh nya. Hal ini benar-benar membuat Tiffany terkejut. Saat ini bergerak Roger memeluk nya dengan erat.
"Enak sekali," ucap Roger.
"Roger lepaskan," kata Tiffany
"Tidak mau, aku ingin selalu memeluk mu," ucap Roger.
"Roger kita belum menikah, jangan aneh aneh."
"Kita tidak aneh aneh, ini hanya pelukan biasa." Roger membaringkan tubuh Tiffany dari samping dan memeluk Tiffany dari samping.
Kepala Tiffany terletak di atas dada bidang Roger. Dalam posisi seperti ini, ia tidak bisa tidur. Jantung nya berdetak dengan cepat.
"Kau kenapa? aku tidak melakukan apa-apa, sudah tidur saja," kata Roger.
"Roger aku mana mungkin bisa tidur dalam posisi seperti ini."
"Hahaha aku suka Tiffany, Tiffany ketika setelah menikah nanti kamu mau Hanymoon dimana? jangan jauh jauh ya, aku tidak punya banyak tabungan, aku juga belum mempunyai pekerjaan di sini."
"Nah itu kamu belum punya pekerjaan tapi malah ingin menikah dengan ku," kata Tiffany.
"Hahaha aku bisa meminta pekerjaan pada Riga, aku akan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk mu, aku tidak mungkin membiarkan mu kelaparan atau kesusahan," ucap Roger.
"Roger jika kamu memang sungguh sungguh dengan ku, kamu yakin bisa membuat ku bahagia," tanya Tiffany.
"Aku sangat yakin, aku punya sejuta cara untuk membuat mu bahagia, aku punya banyak hal yang belum kamu ketahui, begitu juga dengan kamu, aku belum mengenal kamu lebih dalam. Jadi tolong buka dalaman mu, eh maksud ku buka hati mu untuk ku. Biarkan aku masuk ke dalam sana untuk merenggut kesucian mu, eh salah lagi merenggut hati mu."
"Roger saat berbicara serius seperti ini, jangan bercanda ah, aku tidak suka."
"Hahaha iya maaf, aku akan merebut hati mu. Kamu siap kita enak enak malam ini."
"Mesum." Tiffany mencubit perut Roger yang terasa keras.
__ADS_1
"Hahaha tidak mungkin bisa, aku sudah tidak sabar membuat mu mengerang menyebutkan nama ku," ucap Roger.