Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 50 S2


__ADS_3

Pagi hari nya, mereka semua satu persatu berkumpul di ruang makan. Riga, Varo dan Alfi juga sudah akan pulang ke rumah. Meninggalkan Roger di rumah baru nya. Sudah cukup lama mereka menunggu si pemeran utama yang belum menampakkan batang hidung nya sedari tadi. Tetapi mereka semua cukup memaklumi hal itu, pengantin baru memang paling betah di dalam kamar.


Di dalam kamar...


"Aku tidak bisa jalan," ucap Tiffany, ia benar-benar seperti seseorang yang lumpuh. Menggerakkan kaki nya membuat bagian intinya terasa sangat perih dan sakit sekali.


"Lalu bagaimana, kamu jangan keluar ya, aku saja yang bertemu dengan mereka, nanti aku belikan obat," kata Roger.


"Terus aku mandi nya bagaimana," tanya Tiffany.


"Aku gendong saja lah." Roger turun dari atas ranjang dan langsung menggendong Tiffany.


"Enak ya jadi cowok tida merasakan sakitnya sakit."


"Hahaha iya lah, aku malah merasakan rasa enak," kata Roger.


"Dasar, rasa nya sangat sakit tau tidak, mana punya kamu besar kali."


"Iya maaf, memang awal nya akan terasa sakit, tapi pada akhirnya akan terasa enak kok. Aku masih ingat apa yang kamu katakan tadi malam." Roger menunjukkan bagaimana eksepsi dan suara yang Tiffany keluarkan.


"Hahaha kamu sangat ngakak sekali ya," kata Roger.


"Roger jangan begitu aku tidak suja, kamu kan sudah janji tidak akan membuat ku kesal lagi, lah ini kamu membuat ku kesal."


"Hehehe maaf maaf, di kamar mandi ya," kata Roger.


"Tadi malam sudah," ucap Tiffany


"Lagi sayang, kan hari ini belum."


"Tapi masih sakit," kata Tiffany.


"Memang masih sakit karena belum terbiasa," ucap Roger.

__ADS_1


"Janji tidak akan sesakit yang kemarin," tanya Tiffany.


"Iya sayang janji," jawab Roger.


"Jika ingin saja manis kali mulutnya," kata Tiffany.


"Hahaha jangan begitu, kamu pasti akan suka dengan posisi yang ini," ucap Roger.


Riga sudah tidak tahan menunggu Roger yang tidak muncul juga. Ia harus pergi bekerja, jika terus menunggu tanpa kepastian seperti ini, waktu nya bisa habis sia sia.


"Aku menyusulnya ke kamar, mau pamit saja susah sekali." Riga berlari dari ruangan ke kamar Roger.


Di dalam kamar Roger masih mencari posisi yang enak, ia tidak mau terlalu terburu-buru. Selagi Roger mencari posisi, Tiffany merendahkan diri nya di dalam bethup.


"Roger, Tiffany," Teriak Riga.


Sudah berulang kali Riga memanggil Roger tetapi mereka berdua tidak keluar juga dari dalam kamar.. Dengan penuh keberanian Riga membuat gagang pintu kamar itu dan ternyata tidak di kunci.


"Roger seperti nya ada orang," kata Tiffany.


"Mungkin ayah, aku keluar dulu." Roger berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


"Riga kenapa dia masuk ke dalam," batin Roger.


"Hey ada apa," tanya Roger yang membuat Roger terkejut.


"Bajingan kau mengejutkan ku, malah masih telanjang bulat lagi."


"Hahaha maaf maaf, aku lagi mau mandi" kata Roger.


"Mau mandi yakin, kenapa tu otong bangun, mau tempur atau mandi," tanya Riga.


"Hahaha iya iya, kau tau saja. Ada apa kau datang," tanya Roger.

__ADS_1


"Aku pergi dulu, ada pekerjaan, nanti ceritanya lewat Handphone saja. Jangan lupa pakai pelumas, besar sekali itu, takut Tiffany mati karena itu." Riga pergi meninggalkan Roger, ia geli sendiri melihat Roger seperti itu.


"Jangan lupa Riga," kata Roger.


"Jangan lupa untuk apa," tanya Riga.


"Membuat anak lagi, jika kau mendengar cerita ku, pasti kau sangat iri pada ku," jawab Roger.


"Hahaha tidak akan, aku sudah merasakan nya lebih dulu dari mu, untuk apa aku iri pada mu," kata Riga.


Riga berjalan pergi meninggalkan kamar itu. Ia kembali ke ruang tamu bergabung dengan yang lainnya.


"Dimana dia," tanya Varo.


"Sedang ehem, tadi malam ini tidak cukup seperti nya," jawab Riga.


"Memang pengantin baru, tapi ya mau bagaimana lagi, hahaha aku dulu juga seperti itu," kata Varo.


"Bukan hanya kau Varo, aku pun juga. Satu hari mendem di dalam kamar," ucap Bram.


"Wah malah pada curhat ini," kata Riga.


"Hahaha kami mengingat masa muda kami, emang kau saja yang pernah muda, kami juga pernah," ucap Varo.


"Kau benar Varo," ujar Bram.


"Aku kasihan dengan Tiffany," ucap Alfi.


"Tiffany ayah tidak menyangka akhirnya kamu bisa melakukan hal itu juga dengan seorang pria, mana pria seperti Roger lagi, maafkan ayah pasti kamu tersiksa malam ini dengan Roger," kata Bram.


"Hahaha paman benar, pasti Tiffany sangat tersiksa dengan hal ini, tapi jangan khawatir aku sudah memberikan pelumas untuk Roger, jadi dia tidak akan terlalu tersiksa."


"Sudah jangan membahas hal ayo cepat makan, aku ingin pulang ke rumah," ucap Varo.

__ADS_1


__ADS_2