
"Kenapa kamu langsung pergi meninggalkan ku," tanya Riga.
"Untuk apa aku di sana, aku masih belum ingin mendengar apapun dari mu," jawab Alfi.
Setelah selesai makan, Riga menarik Alfi, ia memeluk perut Alfi yang memang sudah mulai membesar, ntah kenapa ia sangat merindukan anak nya ini. Ingin sekali ia berkunjung ke sana.
"Riga lepaskan, jangan membuat ku kesal," ucap Alfi.
"Aku merindukan anak ku sayang kamu ingin memisahkan ku dengan anak ku sendiri," kata Riga.
"Tapi anak kamu belum lahir, bagaimana bisa aku memisahkan kalian," ucap Alfi.
"Tetap saja aku merindukan nya," kata Riga.
Alfi membiarkan Riga memeluk perut nya sesaat. Ntah kenap ia juga cukup merindukan Riga, usapan tangan Riga di perut nya membuat nya terasa sangat rileks.
"Anak ku seperti nya suka," kata Riga.
"Tidak," ucap Alfi.
"Hmmm aku tau anak ku siapa, pasti otak nya saka kayak daddy nya," kata Riga.
"Siapa pria itu," tanya Riga.
"Dia? teman dekat ku," jawab Alfi.
Alfi merasa ini kesempatan nya untuk membuat Riga cemburu pada nya.
"Teman dekat, kalian pergi berdua ke sini?"
"Hmmm ini Vila nya, kami liburan bersama. Mana tau setelah aku pisah dengan mu, aku bisa mendapatkan nya."
"Sayang, kenapa berkata seperti itu, kamu ingin berpisah dari ku," tanya Riga dengan nada yang sangat kesal.
"Iya, kenapa kau tidak akan suka? kamu saja selingkuh dari ku," kata Alfi.
"Sayang, aku tidak selingkuh dari mu, dengarkan baik baik aku tidak selingkuh dari mu," ucap Riga.
"Sudah berapa kali aku katakan aku tidak peduli, kamu mau selingkuh atau tidak itu urusan mu," kata Alfi.
__ADS_1
"Sayang aku...
"Sudah aku tidak ingin mendengar alasan dari mu," ucap Alfi dan ingin meninggalkan Riga.
"Mau kemana?"
"Ada banyak hal yang ingin aku lakukan dengan Roger," kata Alfi.
"Alfi jangan keluar dari kamar," ucap Riga.
Alfi seperti tidak mendengar ucapan dari Riga, ia tetap melangkah dari kamar.
"Alfi," bentak Riga yang membuat Alfi langsung menghentikan langkah kaki nya.
"Naik ke atas ranjang, aku suami mu. Jika aku murka setiap langkah kaki mu, kutukan untuk mu," ucap Riga.
Alfi menahan tangis nya mendapatkan bentakan dari Riga, ia ingin kembali melangkah kan kaki nya. Tetapi Riga kembali membentak nya.
"Alfi!!! kembali ke ranjang!!!!." Suara Riga kian mengeras.
Alfi membalik badan nya, ia berlari ke arah ranjang sambil menangis. Alfi menangis sambil membelakangi Riga, ia memeluk batal guling sambil sesegukan.
Riga berusaha menenangkan emosi nya. Ia tidak masalah Alfi marah pada nya, tetapi ia sangat tidak suka jika Alfi sudah bermain main dengan pernikahan mereka. Ia ingin pernikahan nya satu untuk selamanya. Jika ia menjelaskan semuanya Alfi juga pasti akan mengerti tetapi saat ini Alfi saja masih tidak kau mendengar penjelasan apapun dari nya.
Riga mendekati Alfi dan memeluk Alfi dari belakang, perlahan ia ingin berbicara dengan Alfi agar semuanya jelas.
"Sayang maafkan aku, aku berkata kasar pada mu. Aku tidak masalah jika kamu marah pada ku, tapi aku sangat tidak suka kamu mempermainkan pernikahan kita, aku sangat membenci hal itu. Pernikahan kita hal yang sakral tidak baik untuk di permainkan sayang," ucap Riga.
"Kamu pasti melihat ku berpelukan dengan Putri kan. Kamu pasti berfikir aku selingkuh dengan nya. Tetapi itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku tidak selingkuh dengan nya. Aku memeluk nya sebagai ucapan terimakasih nya pada ku sayang. Dia akan menikah dengan Aldy, kamu ingat Aldy kan, mungkin saat ini mereka berdua sudah menikah, karena kemarin dia meminta izin pada ku untuk menikah dengan Putri."
Alfi hanya diam mendengar penjelasan Riga. Ia marasa bodoh itu pasti, semenjak hamil perasaan nya tidak pernah bisa terkontrol, otak nya selalu saja berfikir negatif yang membuat nya selalu berfikiran yang tidak tidak pada Riga. Padahal kenyataan nya Riga tidak melakukan apa yang ia pikirkan selama ini.
"Sayang," ucap Riga.
"Hmmmm," gumam Alfi.
"Sudah jelaskan, aku tidak marah pada kamu kalau kamu memikirkan yang tidak tidak tentang ku. Tapi aku mohon jangan mempermainkan pernikahan kita, kamu satu satu nya wanita di dalam hati ku sayang, tak ada yang bisa menggantikan kamu di hati ku."
"Maafkan aku." Alfi membalik badan nya dan langsung memeluk Riga dengan erat.
__ADS_1
Apa yang di katakan Riga memang benar, banyak perjuangan yang Riga lalukan untuk nya, sudah terbukti dengan datang nya Riga yang begitu cepat, bahkan tidak sampai 12 jam ia sampai Riga sudah sampai di Vila ini. Riga bahkan melupakan segalanya demi diri nya.
"Hahaha seharusnya aku yang meminta maaf pada mu, aku terlalu emosi sayang, aku memang sangat sulit mengontrol emosi ku," ucap Riga.
"Aku yang salah, kamu sampai sakit karena aku," kata Alfi.
"Aku hanya perlu penjelasan dari mu, siapa pria itu sayang? kamu benar-benar ingin berpisah dengan ku," tanya Riga.
"Tidak, dia bukan siapa siapa ku, aku baru kenal dengan nya, dia penjaga Vila ini," jawab Alfi.
"Hmmmm sudah berani bermain main dengan api?""
"Api saja takut dengan mu, kamu sangat galak dan menakutkan," kata Alfi.
"Hahaha aku tidak menakutkan kok, mana ada aku menakutkan," ucap Riga.
"Saat sedang sakit saja marah nya kamu begitu mengerikan, nafas kamu seperti ingin lepas dari tempat nya," kata Alfi.
"Jadi inti nya harus apa???"
"Jangan membuat singa ku ini marah," ucap Alfi.
"Aku membuat banyak makanan tadi, kamu ingin makan masakan ki tidak," tanya Alfi.
"Tidak mau, aku hanya ingin memakan kamu sayang," jawab Riga.
"Kamu sedang sakit sayang, jangan aneh aneh," kata Alfi.
"Kata siapa aku sakit."
"Ssssttt tidak ada, besok saja kamu sedang sakit, aku ambil kan kamu makanan dulu." Alfi melepaskan pelukan dari Riga dan pergi meninggalkan Riga.
Riga hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri nya, ia tidak habis pikir dengan Alfi yang banyak sekali drama nya. Dulu saat belum hamil Alfi wanita anti drama tetapi sekarang sudah melebihi artis sinetron.
"Hahaha tidak papa, dia seperti ini karena benih ku di dalam rahimnya," kata Riga.
Alfi berjalan mendekati Roger yang sedang bermain handphone, ia ingin mengatakan jika semua drama sudah selesai.
"Alfi kamu menangis," tanya Roger.
__ADS_1
"Hehehe sedikit, drama kita sudah selesai ya, pak harimau marah besar."
"Kan sudah aku katakan jika jangan bermain-main dengan api," ucap Roger