Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 1 S2


__ADS_3

"Bagaimana Riga," tanya Varo.


"Hmmmm bagaimana apa nya yah?"


"Sudah lebih besar belum, hahaha kau sudah selesai kan," ucap Varo.


"Sudah yah, terimakasih untuk semuanya, aku akan melakukan peluncuran rudal ku malam ini."


"Dengan siapa," tanya Varo.


"Dengan istri ku lah, dengan siapa lagi jika bukan dengan nya," jawab Riga.


"Hmmm istri mu kan sedang hamil, bagaimana mungkin kau bisa melakukan nya," tanya Varo.


"Bisa lah, kemarin aku dan Alfi sudah konsultasi ke dokter. Alfi sudah melewati trimester pertama jadi aku sudah bisa mendapatkan jatah," jawab Riga.


"Ayah, mamah mamah benar-benar tidak bisa hamil," tanya Riga.


"Sudah ayah katakan pada mu, mereka tidak bisa hamil, ayah si ingin mempunyai anak lagi tapi mau bagaimana lagi?"


"Hahaha ayah menikah lagi saja," ucap Riga.


"Menikah tidak seenak yang kamu pikirkan sayang, ayah sudah cukup mempunyai istri tiga, tidak akan menambah lagi," kata Varo.


"Oh iya bagaimana dengan perusahaan, kau sudah mengurus nya dengan baik kan," tanya Varo.


"Sudah lah, aku kan pintar, aku lagi malas ke perusahaan banyak wanita yang mengejar ngejar ku," jawab Riga.


"Oh iya? hahaha kau memang tampan, sama seperti ku. Jadi siapa juga yang tidak mau dengan mu, meskipun kau sudah mempunyai istri kau tetap harus Berhati-hati. Jangan sampai seseorang merusak apa yang telah kau bangun selama ini."


"Bagaimana mungkin orang melakukan itu pada ku, aku sangat mencintai istri ku. Tidak ada yang bisa melakukan hal itu pada rumah tangga ku, istri ku satu untuk selamanya."


"Kau boleh percaya diri seperti itu, tapi kau harus ingat kesialan seseorang tidak ada yang tau, jika memang sudah waktunya untuk sial seperti ayah dulu, kau bisa berkata apa," ucap Varo.


"Hahaha iya yah, terimakasih untuk pengalaman nya. Aku akan menjaga rumah tangga ku dengan sangat baik," kata Riga.

__ADS_1


Saat sedang serius serius nya berbincang Alfi bergabung dengan mereka berdua. Ia langsung memeluk Riga dengan sangat erat. Sudah beberapa hari ini mereka berdua tidak tidur bersama, itu semua karena efek hormon Alfi yang lagi tidak suka dengan aroma tubuh suami nya. Tetapi saat ini seperti nya efek itu sudah tidak ada lagi.


"Tumben," ucap Riga.


"Aku merindukan mu."


"Hahaha seperti nya aku harus pergi, selamat menguji rudal balistik mu Riga." Varo pergi meninggalkan tempat itu. Ia tidak mau menganggu Riga dan Alfi.


"Sudah tidak mual dekat dekat dengan ku," tanya Riga.


"Tidak, aku sangat merindukanmu sayang, kamu kenapa tidak tidur dengan ku lagi."


"Hey hey sayang kamu lupa atau pura pura lupa, bukan nya kamu yang tidak mau tidur dengan ku," ucap Riga sambil mengecup wajah istri nya.


"Hmmmm kamu ni ya, kenapa lancang begini mencium cium ku," kata Riga.


"Hahaha aku ingin mencium mu selalu sayang," kata Alfi.


Riga tersenyum sambil membawa Alfi masuk ke dalam kamar, ia ingin membuat istri nya kembali berteriak menyebut nama nya. Seperti nya hal ini akan menjadi hal yang sangat menyenangkan untuk ia dengar.


"Sayang," ucap Alfi.


"Kamu mau apa," tanya Alfi.


"Kamu tidak merindukan Rudal balistik ku?"


"Hmmm aku takut, kata kamu sudah di perbesar," ucap Alfi.


"Hahaha untuk apa kamu takut sayang, mau mandi dulu, apa langsung," tanya Riga.


"Mandi," jawab Alfi.


"Oh berarti main di kamar mandi sayang," tanya Riga.


"Ah sayang, aku tidak mau," rengek Alfi.

__ADS_1


"Ah sayang aku sangat mau," rengek Riga.


"Sayang," ucap Alfi.


"Iya kenapa sayang." Riga meletakan Alfi ke atas ranjang. Mereka berdua sama sama saling menatap sejenak, sebelum Riga mendekati bibir manis Alfi.


"Kamu tau Kalina kembali mendekati ku," kata Riga.


"Ha bagaimana mungkin bisa?"


"Ya bisa dia kan tidak tau malu," kata Riga.


"Kamu ingat sayang, dulu ia berkata pernah bertemu dengan ku, ya memang waktu itu dia tidak tau siapa aku."


"Hahaha ya ya aku ingat, pantas saja kamu sampai tertawa seperti itu, ternyata dia berbohong di depan orang nya langsung," kata Riga.


"Apa sekarang dia sudah tau kamu siapa," tanya Riga.


"Seperti nya belum, biar saja lah. Aku lebih suka identitas ku tersembunyi," jawab Alfi.


Perlahan Riga mendekati bibir manis Alfi. Mereka berdua sudah sangat lama tidak berciuman, bagi Alfi ciuman kali ini seperti sangat berbeda dari sebelumnya. Mungkin karena efek kehamilan diri nya.


"Aku menginginkan mu." Satu persatu Riga membuka pakaian nya dan pakaian istri nya. Mata Alfi kembali di manjakan dengan kulit bersih dan otot-otot tubuh Riga yang semakin indah saja. Ia masih tidak tau kenapa Riga memiliki kulit sebersih ini.


"Milik mu semakin besar sayang." Riga mulai memanjakan Alfi, ia tidak mau langsung buru buru. Meskipun sudah sangat ingin Riga harus membuat Alfi merasa puas terlebih dahulu.


Setelah beberapa menit melakukan pemanasan. Mata Alfi terbelalak melihat sesuatu yang semakin besar dan panjang. Alfi menjadi merinding melihat benda itu.


"Kenapa semakin besar sayang," tanya Alfi,


"Hahaha aku kan melakukan progam pembesaran. Sudah kamu pasti akan lebih puas," jawab Riga.


Malam ini mereka berdua kembali memandu kasih. Alfi kembali menangis merasakan benda besar itu. Ia tidak tau kenapa suami nya melakukan hal itu, padahal ukuran sebelum nya sudah jauh dari kata cukup untuk nya.


Pertempuran panjang telah berakhir mereka berdua sama sama terlentang dengan keadaan yang lemas dan letih. Akhirnya setelah sekian lama nya Riga kembali mengeluarkan nya, ia sangat puas dengan servis yang Alfi berikan pada nya.

__ADS_1


"Aku sangat mencintai mu sayang," ucap Riga.


"Aku juga, hempaskan pelakor itu." Alfi memeluk Riga dengan erat.


__ADS_2