
Sore hari nya. Alvaro dan Melanie sedang bersiap siap. Satu persatu keluarga dari kota pun datang ke rumah Ryan. Sepupu dekat Alvaro Ivan juga turut hadir. Hanya Pactrik yang tidak bisa hadir karena ia sedang di Korea.
"Alvaro menikah, itu sangat mustahil tapi benar-benar terjadi," ucap Cika.
"Ya kau benar, dia sudah berkata pada ku tidak akan menikah cepat tapi sekarang malah menikah dengan sangat mendadak. Mana di desa lagi, kata dia, dia tidak ingin bersama dengan gadis desa."
"Alvaro sudah menikah kau kapan," tanya Cika.
"Yok nikah, dengan mu saja lah bagaimana kau mau?"
"Ih najis lebih baik aku menikah dengan Pactrik, sudah pintar tampan lagi," ucap Cika.
"Kalian berdua ayo masuk, datangi Alvaro dengan istri nya," kata Varo.
"Iya yah, aku tidak sabar ingin bertemu dengan Alvaro," ucap Ivan.
Ivan masuk ke dalam kamar Alvaro sedangkan Cika anak dari Aldy dan Putri masuk ke dalam kamar Melanie, ia sangat penasaran dengan calon istri Alvaro. Sudah pasti cantik karena selera Alvaro tidak main main.
"Al kau menikah? ini benar-benar sangat aneh, kau sadar tidak si," tanya Ivan.
"Ya sadar lah, iya aku akan menikah, kenapa? kau tidak senang aku menikah," tanya balik Alvaro.
"Ya senang saja si, tapi ini tidak seperti yang kau katakan pada ku, kata nya kau tidak ingin menikah dulu Tapi sekarang apa???"
"Ivan jika tidak karena perjodohan gila ini aku tidak mungkin menikah dengan cepat. Aku tidak bisa menolak perjodohan ini, ya mau bagaimana lagi coba? aku benar-benar terjebak, tapi menikah seperti nya tidak buruk juga," kata Alvaro.
"Hahaha mungkin ini sudah menjadi jalan hidup mu, semoga kau bahagia dengan pernikahan mu ini. Aku sebagai sepupu yang baik hanya bisa berdoa dan berharap semuanya baik baik saja."
"Nah begitu dong, aku kan jadi ada semangat karena di dukungan kalian," ucap Alvaro.
"Nanti malam buat video nya ya, malam pertama mu," ucap Ivan.
"Oke, aku akan membuat Video nanti malam," kata Alvaro.
Cika berjalan masuk ke dalam kamar melanie, ia melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bercermin. Wanita itu adalah melanie calon istri Alvaro. Cika sebagai wanita saja terpana dengan kecantikan melanie. Menurut chika alvaro sangat pintar memilih seorang istri dalam waktu dekat.
"Halo," sapa chika
__ADS_1
"Halo," ucap melanie
"Kau calon istrinya alvaro wah kau sangat cantik,"
Melanie kebingungan karena tiba-tiba ada seseorang wanita masuk ke dalam kamar nya. Apalagi Wanita itu tiba tiba memujinya.
"Hehehe iya terimakasih atas pujiannya. Kamu siapa ya kenapa tiba-tiba masuk ke dalam kamarku?"
"Aku Cika sepupu jauhnya Alvaro. Selamat telah memenangkan hatinya alvaro yang sangat sulit untuk ditaklukkan."
"Hahaha sebenarnya sih tidak, karena pernikahan kami adalah perjodohan, aku tidak benar-benar mencintai Alvaro begitu juga pun dengan Alvaro pada ku. Dan kami berdua tidak bisa menolak perjodohan ini.
"Meskipun begitu kau sangat beruntung mendapatkan alvaro yang menjadi idaman banyak wanita . Kau tahu alvaro tidak pernah dekat dengan wanita manapun sekarang malah menikah, itu sesuatu yang sangat mengejutkan," kata Cika.
Melanie merasa Cika tahu banyak tentang alvaro. Ini kesempatannya untuk mengulik kehidupan pribadi alvaro yang belum diketahui.
"Maaf aku boleh bertanya tentang alvaro?"
"Iya silahkan lah pasti kau ingin tahu banyak tentang nya kan? Kalian pasti baru kenal dan belum saling mengenal satu sama lain. Apalagi alvaro yang cukup tertutup tentang kehidupan pribadinya."
"Apa dia benar-benar belum pernah berpacaran?"
"Apa sikapnya memang seperti itu," tanya Melanie.
"Sifatnya memang seperti itu apalagi mulutnya sangat menjengkelkan, kita harus sabar jika berbicara dengannya jika tidak pasti hati tersakiti olehnya. Apalagi yang tidak biasa bicara dengannya."
"Ya bener mulutnya benar-benar sangat menjengkelkan, aku pikir dia begitu pada diriku saja. Ternyata pada semua orang."
Tak lama Alfi dengan laksmi berjalan menghampiri mereka berdua waktu sudah mulai gelap dan pernikahan akan segera di mulai.
"Sudah siap sayang," tanya Alfi.
"Sudah sangat siap mah tapi aku sedikit deg-degkan."
"Tenang saja alvaro tidak akan memakan mu," ucap Alfi.
"Hahaha tante bisa saja alvaro kan bukan binatang buas yang memakan manusia."
__ADS_1
"Aku deg-degkan bukan karena itu, aku hanya sedikit kurang percaya diri dengan penampilan ku, apa penampilan mu sudah bagus?"
"Melanie kenapa kamu tidak percaya diri dengan penampilanmu. Kamu sangat cantik sayang mamah bangga dengan diri mu," ujat Laksmi.
"Iya melani kau benar-benar sangat cantik alvaro sangat beruntung mendapatkan wanita seperti mu," kata Cika.
"Kamu dengar sayang kamu sangat cantik. Jadi hilangkan rasa tidak percaya itu, Alvaro pasti akan suka dengan penampilan mu."
Apa yang di katakan Melanie bohong, ia memang takut jika Alvaro memakannya malam ini juga. Alvaro sulit untuk di pegang kata kata nya. Kucing mana yang tidak memakan ikan asin yang tersedia di depan nya. Alvaro bagaikan kucing yang selalu siap memakan diri nya.
Riga berjalan masuk ke dalam kamar Alvaro, ia ingin memanggil alvaro yang masih berada di dalam kamar padahal acara akan segera dimulai. Saat melihat Alvaro memakai jas berwarna putih mengingatkan nya pada pernikahannya dulu dengan Alfi. Jika seperti ini Alvaro benar-benar mirip dengan dirinya. Ia merasa seperti menikah kedua kalinya.
"Alvaro kau benar-benar mirip dengan daddy."
"Aku pun merasa seperti itu dad, aku pernah melihat foto pernikahan daddy dengan mama memang daddy sangat mirip dengan ku."
"Kebalik bodoh kau yang mirip dengan daddy mu bukan daddy mu yang mirip denganmu," saut Ivan.
"Ada mengajakmu berbicara, aku tidak bicara denganmu bodoh."
"Sudah hentikan pertengkaran kalian, sekarang ayo kita keluar, karena acara akan segera dilaksanakan," ucap Riga.
"Dad aku sangat takut," rengek Alvaro
"Alvaro berhenti merengek seperti itu, sadar kau akan segera menikah jangan seperti ini terus."
"Iya al, kau seperti anak kecil," ujar Ivan.
"Sudah aku katakan berhenti ikut campur ivan."
"Aku tidak ikut campur aku hanya berkata sejujurnya, kau memang seperti anak kecil padahal kau akan menikah. Ayo rubah sikap mu itu," kata Ivan
"Sudah ku katakan diam jangan ikut campur. Aku tidak ingin mendengar suaramu."
Riga menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran mereka berdua, sudah sebesar ini mereka berdua masih saja bertengkar hanya karena masalah kecil. Ia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 06.30 sudah saatnya acara dimulai.
"Sudah sayang, untuk apa kau takut semuanya akan berjalan dengan lancar. Ayo acara harus segera di mulai."
__ADS_1
Mereka bertiga pun keluar dari kamar dan langsung menuju ke arah halaman yang sudah banyak orang di sana. Mereka menunggu pengantin dan tidak kunjung keluar dari dalam rumah.
"Itu alvaro, dia benar-benar mirip dengan daddy nya," ucap Varo.