
"Al jangan sakit," ucap Melanie.
"Kata siapa sayang, diam sedikit lagi," kata Alvaro.
Alvaro berusaha memasukan nya secara perlahan, ia sudah memberikan beberapa menit pemanasan sebelum nya. Pasti bisa masuk ke dalam sana.
"Al al sakit al." Melanie memajukan badan nya karena terasa sakit untuk nya.
"Tak bisa." Alvaro menyerah, ia membalik tubuh Melanie dan melakukan nya seperti biasa nya. Ia tidak tega dengan Melanie yang sudah hampir menangis.
"Begini enak," tanya Alvaro.
"Ya enak Al, pelan tapi, jangan kuat kuat," jawab Melanie.
"Aku ingin anak yang, aku ingin anak dari mu...," ucap Alvaro.
Melanie memeluk Alvaro agar tidak terjatuh, ia tidak tahan jika hanya bertahan di atas badhup saja. Gerakan yang di tumbukan Alvaro membuat Melanie merasakan tekanan yang cukup kuat, jika tidak pegangan ia bisa terjungkal ke belakang.
Alvaro mencium bibir Melanie dengan sangat ganas, semua hal yang ia punya ia gunakan dengan sangat baik. Melanie sampai kewalahan meladeni Alvaro tetapi jujur ia sangat menikmati semua nya.
"Al al." Tubuh Melanie menegang dan ia sampai ke puncak pertama nya.
__ADS_1
Alvaro tersenyum merasakan sesuatu yang mengalir keluar dari dalam sana. Jika seperti ini terus ia yakin ia akan segera mempunyai keturunan.
Ivan sudah terlalu lama menunggu Alvaro dan Melanie. Ia memilih memasak sesuatu untuk ia makan, sebenarnya rasa kesal tadi malam masih terbawa sampai sekarang. Ia tidak pernah menyangka Pactrik melakukan hal itu pada nya.
"Memang ya musuh tidak dapat di duga, gunting dalam selimut memang sangat berbahaya."
"Ah Bajingan." Lagi dan Lagi Ivan terkena sial, tangan nya terkena minyak panas karena terlalu kuat menggunakan Sutil. Memang jika sudah sekali terkena sial akan begitu sampai seterusnya.
Setelah matang Ivan makan dengan lahap sendirian, terkadang hidup menjomblo memang sangat tidak enak. Ia sudah ingin menikah seperti Alvaro yang hidup dengan sangat bahagia.
"Makan apa," tanya Alvaro.
"Roti isi telur," jawab Ivan.
Alvaro mengambil handphone nya dan sedikit menunjukkan video yang ia buat tadi.
"Alvaro," ucap Ivan
"Hahaha kau mau? tidak bisa ini privasi ku," kata Alvaro.
"Lihat al," ucap Ivan.
__ADS_1
"Tidak boleh, kau mana boleh melihat nya, kau belum menikah nanti kau kepengen lagi," kata Alvaro.
"Tidak papa, mana al." Ivan ingin mengambil paksa handphone Nathan tetapi tidak bisa.
"Hahaha ada syaratnya, nanti malam aku berikan. Tapi hari ini kau harus menuruti semua perintah ku," ucap Alvaro.
"Aku?"
"Ya lah, siapa kan kau yang mau," kata Alvaro.
"Ya ya ya," ucap Ivan.
Setelah selesai makan, dan Melanie sudah keluar dari dalam kamarnya. Mereka pun langsung pergi ke rumah Riga. Riga meminta mereka untuk datang dan sebenarnya ia juga sudah sangat merindukan rumah.
"Aku sangat merindukan rumah," kata Alvaro.
"Hahaha kau si manja mana mungkin bisa lama lama meninggalkan rumah," ucap Ivan.
"Diam aku sudah tidak manja lagi pada orang tya ku, ya kan sayang, aku sekarang manja pada mu." Alvaro menciumi wajah Melanie, hal itu terkadang membuat Melanie geli.
"Apa benih ku terasa bergerak di dalam sana sayang," tanya Alvaro.
__ADS_1
"Mas jangan menanyakan hal yang aneh," kata Melanie.
"Baru tau, suami mu memang aneh," ujar Ivan.