
"Riga," ucap Tiffany.
"Ha ada apa," tanya Riga.
"Ke rumah ku lah, ada hal genting Riga. Jika kau tak datang aku tidak tau siapa lagi yang bisa menghentikan Alvaro dan Roger. Mereka sangat marah pada Pactrik."
"Ha bagaimana bisa??"
"Pactrik membawa istri Alvaro pergi ga, kau datang jangan menambah masalah," kata Tiffany.
"Iya aku datang ke sana, tidak aku tidak akan menambah masalah," ucap Riga.
Alvaro dan Roger melihat kedatangan Pactrik dengan istri nya. Alvaro mengepal kan tangan nya dengan keras karena ia benar benar sangat marah pada Pactrik, bisa bisa nya Pactrik membawa istri sepupu nya sendiri. Mau bagaimana pun hubungan mereka berdua dulu, tetap saja tidak seharusnya Pactrik melakukan hal gila itu.
"Pactrik," ucap Alvaro.
Alvaro mendekati Pactrik dan langsung memukul wajah Pactrik dengan sangat kuat. Hal itu membuat Pactrik terpental jauh.
"Bajingan kau, aku akan membunuhmu," ucap Alvaro.
Belum sempat Alvaro memukul diri nya kembali Pactrik menendang Alvaro sampai Alvaro terjungkal kebelakang, hal itu membuat Alvaro semakin marah dan pertengkaran antara mereka berdua tidak bisa di hindarkan.
__ADS_1
"Sayang sudah pisahkan mereka berdua," ucap Tiffany.
"Sayang ini urusan pria, anak mu sudah keterlaluan, biarkan dia mendapatkan balasan nya," kata Roger.
"Sayang sudah, sayang," teriak Melanie.
"Diam," bentak Alvaro, sudah pasti Alvaro juga sangat marah pada Melanie, Melanie pergi tanpa kejelasan yang pasti. Tetapi itu urusan nanti di apartemen sekarang ia masih ingin memberikan pelajaran bagi Pactrik.
"Alvaro hentikan," bentak Riga.
Sontak Alvaro menghentikan pukulan nya, wajah nya juga bonyok karena beberapa kali Pactrik juga memukul nya, tetapi masih lebih perah Pactrik.
"Ayah ampun yah." Sebelum mendapatkan golem penas dari ayah nya Pactrik terlebih dahulu bersujud di depan Roger. Pilips pecah karena pukulan kuat Alvaro, hal itu membuat wajah Pactrik penuh dengan darah.
"Roger, kau mau membunuh anak mu," ucap Riga.
"Dia keterlaluan Riga, aku tidak sudi mempunyai anak seperti nya."
"Tidak sudi, ya sudah aku akan mengambil nya. Kau seperti tidak pernah nakal, aku tau Pactrik salah tetapi jangan seperti ini. Pactrik melakukan ini juga ada alasannya, bagaimana jika diri mu di posisi Pactrik, dia kehilangan seseorang yang ia cintai dan malah menikah dengan sepupu nya sendiri, ya aku akui Pactrik sangat salah, tetapi menyelesaikan semuanya dengan kekerasan bukan hal yang benar. Kau lupa bagaimana kau dulu sangat sulit mendapatkan nya. Bagaimana kau dulu menginginkan Pactrik," ucap Riga.
"Alvaro bawa istri mu pulang," kata Riga.
__ADS_1
"Tapi dad..."
"Alvaro," bentak Riga.
"Iya.. Ayo." Alvaro menarik Melanie pergi dari sana.
"Lihat wajahnya sudah penuh dengan darah, kau tidak kasihan dengan nya, di mata hati nurani mu Roger. Sudah Pactrik ikut dengan paman." Riga membawa Pactrik pergi dari sana, ia ingin membawa Pactrik ke rumah sakit.
"Paman maafkan aku paman ya aku salah, aku mengaku salah."
"Sudah diam lah, darah nya semakin banyak, iya aku memaafkan mu. Ayah mu sedang emosi jika kau di sana bisa mati kau di buat nya," kata Riga.
Riga sudah memikirkan bagaimana membuat anak ini agar lebih baik lagi, Ia yakin Roger juga pasti akan setuju dengan rencana nya. Semua ini demi kebaikan Pactrik.
Alvaro membawa Melanie pulang ke apartemen, ia memeluk Melanie dengan sangat erat. Akhirnya nya bisa kembali bersatu dengan Melanie. Ia sangat tidak rela jika Melanie pergi meninggalkan nya begitu saja.
"Sayang," ucap Alvaro.
"Maafkan aku, aku pergi tanpa mendengar alasan dari mu," kata Melanie.
"Jangan begitu lain kali, aku tidak mungkin selingkuh dari mu," ucap Alvaro.
__ADS_1
Rasa cinta nya pada wanita di depan nya ini sudah tidak ada tanding nya lagi. Alvaro benar-benar sangat mencintai Melanie..
Untuk bulan ini sampai di sini dulu ya, lanjut bulan depan alias july see you...