
Di rumah sakit...
Selagi Alfi di periksa. Riga mondar mandir tidak jelas, ia masih saja memikirkan hal yang tidak seharusnya di pikirkan oleh nya, banyak sekali hal bodoh yang Riga pikirkan tentang anak nya saat ini.
"Wanita mirip dengan istri ku," ucap Riga.
"Wah wah tuan Riga, kenapa anda yang seperti orang panik seperti ini, kemari mendekat lah. Anak anda sudah terlihat dengan jelas."
"Bagaimana bagaimana," tanya Riga sambil mendekati Alfi.
"Wah dari wajah nya si tampan, aku yakin pria," kata Alfi.
"Tidak sayang, dia pasti wanita," ujar Riga.
"Dia pria sayang, percaya lah dia pasti Pria," kata Alfi.
"Wah wajahnya sudah terlihat seperti tuan Riga yah, seperti nya dia akan tampan seperti ayah nya."
"Mati," ucap Riga.
"Siapa yang mati sayang," tanya Alfi.
"Tidak ada," jawab Riga.
"Wajah sudah mirip dengan ku, tidak papa asalkan dia wanita dan sikap nya tidak sama dengan ku," batin Riga.
"Dan tara dia pria," kata Dokter.
"Ah tidak, pasti salah kan dok, dia tidak pria kan di, dia pasti wanita," ucap Riga.
"Sayang jangan mulai lagi deh, dia pria wajah sampai jenis kelamin sudah sama dengan mu, jadi jangan berpikir dia tidak memiliki mirip dengan mu. Aku jamin seratus persen dia copyan dari mu."
Riga yang mendengar hal itu terasa ingin pingsan seketika, ia tidak mau anak nya mirip dengan nya. Ia tidak mau itu terjadi. Tapi mau bagaimana lagi semua nya sudah terjadi.
Setelah pemeriksaan selesai Riga dan Alfi pulang ke rumah. Riga pulang dengan kondisi yang sangat lemas. Semua nya tidak sesuai dengan harapan nya.
"Sayang kamu kenapa, kamu lemas ya. Anak kita copyan dari kamu."
"Sayang jangan berkata seperti itu," kata Riga.
"Hahaha lagian kamu tu aneh, ya sudah nanti setelah pulang aku berikan jatah, agar kami tidak lemas lagi," kata Alfi.
__ADS_1
"Jatah oke oke," ucap Riga dengan sedikit lebih bersemangat.
"Hahaha jatah saja langsung oke, semakin kamu sering mengunjungi nya semakin mirip kamu dengan nya, rasakan itu," kata Alfi.
"Tidak tidak, jatah di tunda," ucap Riga.
"Yes aku sangat senang."
Semakin lama pasangan ini semakin aneh saja, tetapi itu lah mereka, jika tidak aneh bukan Riga dan Alfi nama nya.
Di rumah Riga langsung menjumpai ayah nya untuk membahas acara pernikahan Varo. Sebagai anak yang baik ia harus membantu ayah nya dengan baik pula.
"Sudah berapa persen yah, persiapan nya," tanya Riga.
"Eh kau sudah datang. Hmmm sudah 80 persen si," jawab Varo.
"Kalau masalah Jolie Biarkan kakak nya yang mengurus nya, apa ayah juga yang mengurus semua nya," tanya Riga.
"Iya ayah semua yang mengurus nya, oh iya ayah ingin menyediakan panggung untuk tempat bernyanyi pasti sangat keren," kata Varo.
"Nah itu bagus, kita akan bersenang-senang di pesta itu. Oh iya yah, jangan lupa penyanyi nya yang seksi, nanti kalau kita jadi nafsu ada istri yang sudah Ready."
"Otak mu ya, mau acar ini di bubarkan kakek mu, jangan aneh aneh Riga. Aku memberikan mu satu tugas saja. Undang semua orang yang kita kenal saja dan tentu saja keluarga saja. Kalau orang luar jangan sampai ada yang datang, pernikahan ini privasi ayah," kata Varo.
"Malam pertama itu sudah aku siapkan, jangan ikut campur ya tentang masalah malam pertama," jawab Varo.
"Hahaha ayah sudah membobol berapa wanita si, keren banget," tanya Riga.
"Baru satu dan dua dengan yang ini, dua lagi kan ayah nikahin sudah menikah dengan seseorang, jadi sudah tidak ada lagi," jawab Varo.
"Hebat sekali, sebaiknya aku panggil Roger juga, agar dia membantu ayah, Jolie kan adik nya juga ya walaupun bukan adik kandung tetap saja," kata Riga.
"Ya sudah kau telepon lah dia," ucap Varo.
"Aku telepon sekarang," kata Riga sambil menghubungi Roger.
Roger meraba raba kasur nya untuk mengambil handphone nya. Ia masih kelelahan setelah selesai bertempur dengan istri nya.
"Hmmm ada apa," tanya Roger.
"Kau ke sini lah, adik mu akan menikah tapi kau tidak memperhatikan nya," jawab Riga.
__ADS_1
"Aduh aku lupa, iya maaf Riga. Sampaikan maaf ku juga pada paman, nanti sore aku akan ke sana, aku akan menginap untuk membantu paman," kata Roger.
"Nah gitu dong, ajak istri mu sekalian," ucap Riga.
"Iya aku akan mengajak nya, sekali lagi maaf Riga, pasti aku akan membantu paman untuk mempersiapkan pernikahan ini," kata Roger.
"Oke kami tunggu kedatangan mu." Riga mematikan sambungan telepon itu.
"Hmmm Riga, bagaimana kandungan istri mu," tanya Varo.
"Sangat baik yah, dan cucu mu pria, aku sangat bingung, mana wajah nya sangat mirip dengan ku lagi."
"Hahaha sudah Terima saja, dia anak mu pasti dia akan mirip dengan mu, kalau kau tidak mau aku bisa merawat nya."
"Ada aku berkata tidak mau yah, aku mau tapi aki hanya takut saja," kata Riga.
Saat mereka berdua sedang mengobrol tiba-tiba Jolie datang dan langsung duduk di atas pangkuan Varo. Ia memeluk Varo dengan erat, seperti seorang kekasih yang sedang bermanja pada suaminya.
"Sayang kamu kenapa, kamu seperti kelelahan," tanya Varo.
"Aku lelah beristirahat," jawab Jolie.
"Hahaha sabar sayang, setelah semua nya selesai kita akan pergi sesuai dengan keinginan kamu."
"Mau kemana yah," tanya Riga.
"Pas sekali ada kau, kami akan pergi Hanymoon naik kapal pesiar, rencana nya kami ingin pergi setelah pernikahan selesai, nah kau ikut atau tidak?"
"Boleh tu, aku ajak Aldy dan Roger juga ya, pasti semua nya akan terasa sangat seru."
"Jadi ikut tidak, kau bebas mengajak siapa saja, aku akan memesan tiketnya," kata Varo.
"Ya aku ikut, jangan lupa untuk Aldy serta istri nya, Roger dan juga istri nya. Kalau ramai ramai pasti akan lebih saru."
"Hahaha siap, aku sudah memikirkan nya, semua nya pasti akan seru dan berkenang untuk kita semua."
"Sayang, jadi kita menikah lusa," tanya Jolie.
"Jadi lah, semua akan siap dengan cepat."
Riga sudah tidak tahan berada di sana, ia merasa ayah nya sudah seperti ABG kembali, dan Riga benar benar sangat jijik melihat hal itu.
__ADS_1
"Sabar Riga, ayah mu hanya ingin muda kembali, itu juga hanya sesaat, jangan sampai kau seperti ayah mu ini," batin Riga sambil menggelengkan kepala nya.