Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 43


__ADS_3

Riga duduk di balkon kamar nya dengan hanya menggunakan jubah mandi yang menutupi tubuh nya, ia memijat kepala nya yang terasa cukup pusing karena mimpi buruk nya tadi. Sudah cukup lama mimpi ini tidak terjadi pada diri nya, tetapi sekali terjadi terasa sangat menyeramkan.


"Ah kenapa aku tidak memimpikan nya saja, kenapa harus mimpi buruk itu," ucap Riga.


"Alfi buatkan aku teh hangat," teriak Riga.


"Aku bukan pembantu mu," ujar Alfi.


"Aku suami mu, dan kau istri ku. Kau wajib melayani ku," kata Riga.


"Sial." Alfi berjalan keluar dari kamar untuk membuat kan Riga teh hangat.


Saat sedang menunggu kedatangan teh hangat nya, Riga mendapatkan panggilan telepon dari Nathan. Riga ragu ragu mengangkat panggilan itu, ia takut Nathan sudah tau atas pernikahan nya.


"Gas aja lah," batin Riga.


"Lama sekali," ucap Nathan.


"Ada apa?"


"Hey kau lupa, hari ini jadwal kita," kata Riga.


"Jadwal apa, aku tidak memiliki jadwal apapun dengan mu."


"Bermain golf," kata Nathan.


"Oh itu, aku tida bisa, kau saja lah. Aku sedang sibuk," ucap Riga.


"Kau sibuk atau sok sibuk," kata Nathan.

__ADS_1


"Sibuk lah, aku sekarang sudah mempunyai tanggung jawab," ucap Riga. Riga ingin sekali mengatakan jika diri nya sudah menikah, tetapi ia takut Nathan mengejek nya karena ia menikah dengan Alfi. Seseorang yang ia hina sejak pertama kali bertemu.


"Bagaimana dengan Alfi? kau tidak merindukan nya?


"Tidak, jangan membahas nya," kata Riga.


"Kenapa pulak, kau tidak mau aku membahasnya, kau suka dengan nya?"


"Tidak aku tidak suka dengan nya."


"Riga ini teh mu." Alfi berjalan mendekati Riga. Riga sangat terkejut sampai menjatuhkan handphone nya.


"Alfi," ucap Riga.


"Apa, ini minuman mu," kata Alfi.


"Bukan nya terimakasih malah mengusir ku." Alfi pergi meninggalkan Riga.


Handphone Riga kembali berdering, Nathan kembali menghubungi nya karena penasaran siapa yang sedang bersama dengan Riga. Kali ini ia menghubungi Nathan dengan sambungan Video call.


"Hmmm, handphone ku tadi jatuh."


"Siapa wanita yang sedang bersama mu," tanya Nathan.


"Tidak ada, tadi hanya Selena," jawab Riga.


"Tidak tida aku mendengar suara Alfi, kau sedang bersama dengan nya?"


"Tidak siapa-siapa di sini, tadi hanya Selena, kau tidak percaya sekali dengan ku." Riga menunjukkan keadaan di sekitar nya.

__ADS_1


"Kau yakin tidak ada Alfi di sana, kalau ada pun tidak papa," kata Nathan.


"Tidak ada, ya sudah aku sedang sibuk, besok aku berkunjung ke rumah mu," ucap Riga sambil memutuskan sambungan telepon itu.


Nathan tidak curiga sama Sekali dengan Riga, ia berpikir tidak mungkin Riga ada di dalam sana, pasti ia salah mendengar saja. Sebelum meletakkan handphone nya, Nathan mengirimkan alamat rumah ayah nya, karena saat ini ia tinggal bersama dengan ayah nya.


Riga menikmati teh yang Alfi buat untuk nya. Memang benar jika sesuatu yang di buat istri itu terasa lebih nikmat dari biasa nya.


Setelah senja sudah lewat baru lah Riga kembali masuk ke dalam kamarnya. Mata nya mencari keberadaan istri tersayang nya, saat menemukan Alfi yang sedang berganti baju Riga bersembunyi untuk mengintip istri nya.


"Kenapa dia tidak berganti di ruang ganti, tapi papa bonus untuk ku," batin Riga


Walaupun hanya mendapat ke belakang. Riga tetap menikmati pemandangan indah itu, saat ini yang cabul adalah diri nya sendiri, padahal ia yang sering mengatakan cabul pada Alfi.


"Kulit nya tidak putih, masih bersih kulit ku. Tapi tetap saja adik ku bangun, sudah berapa cm ya bangun nya," batin Riga.


Setelah Alfi selesai baru lah Riga keluar dari persembunyian nya. Ia langsung naik ke atas kasur untuk menyembunyikan adik nya yang sedang meminta keadilan.


"Riga," ucap Alfi.


"Hmmmm," gumam Riga.


"Kau sudah sejak tadi di sini," tanya Alfi.


"Ya," jawab Riga.


"Kau melihat aku ganti tidak," tanya Alfi.


"Jika aku liat pun aku tidak akan bern*fsu," jawab Riga berbohong, padahal adik nya sedang menuntut keadilan.

__ADS_1


__ADS_2