Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 80 S2


__ADS_3

"Sayang kamu belum tidur," tanya Alfi.


"Bagaimana aku bisa tidur, anak mu liat mata nya melotot terus, aku tinggal tidur dia menangis," jawab Riga.


"Hahaha giliran begini saja anak ku, tetapi jika sedang imut imut nya anak mu, memang kamu ya. Sayang kamu senang membuat daddy kamu tidak tidur seperti ini," ucap Alfi.


"Aku serahkan dia pada mu, aku ingin tidur." Riga langsung meletakkan kepala nya di atas bantal. Ia sudah tidak tahan lagi dengan rasa kantuk ini.


"Bagus sayang, mamah sangat bangga pada mu. Daddy mu memang harus diginikan agar dia tau kalau menjadi wanita itu tidak mudah," ucap Alfi.


Al tersenyum mendengar suara mamah nya. Jika sudah tersenyum seperti ini wajah menggemaskan nya semakin bertambah saja. Pipih gembul nya membuat Alfi semakin geram ingin memakan anak nya sendiri.


"Daddy mu tidak gemuk seperti mu, kenapa kamu jadi gemuk sendiri, apakah saat besar nanti kamu akan mengecil," ucap Alfi.


Siang hari nya. Al sudah berpindah tangan ke paman nya yang baru sampai. Siapa lagi jika bukan Roger yang sudah sejak lama gemas dengan anak nya Riga. Saat melihat Al, rasa ingin mempunyai anak Roger semakin kuat saja, ia tidak sabar mengendong anak yang mirip dengan nya.

__ADS_1


"Al dimana daddy mu," tanya Roger.


"Tadi kata Alfi, Riga masih tertidur karena tidak bisa tidur sepanjang malam. Al membuat Riga bergadang sampai pagi," ujar Tiffany.


"Bagaimana mungkin bisa, bukannya dia pasti akan marah marah jika seperti itu."


"Bagaimana bisa marah, kan anak nya sendiri yang melakukan nya, kalau kau iya lah, ini Al sendiri," ucap Tiffany.


"Ternyata tadi malam bukan hanya kita yang bergadang," kata Roger.


"Lihat dia, dia terus memperhatikan ketika kita sedang berbicara, usia nya belum sampai sebulan tapi seperti nya dia mengerti jika kita sedang berbicara," ucap Tiffany.


"Seperti nya begitu, tapi kan lihat dari bibit nya juga. Kalau kamu tampan, pintar dan menggemaskan anak mu juga akan seperti itu, tapi jika kamu tidak tampan dan menjengkelkan anak mu juga akan seperti itu," ucap Tiffany.


"Kalau begitu sudah pasti anak ku akan jauh lebih tampan dari Al. Hahaha ayah nya saja bibit unggul kok," kata Roger dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


"Hadeh aku saja belum hamil, tapi kamu sudah membicarakan masalah anak," ucap Tiffany.


Nathan sudah bersiap untuk pergi meninggalkan rumah Riga. Sebelum pergi ia harus berpamitan dulu pada al, karena ntah kapan lagi ia bisa bertemu dengan keponakan tersayang nya ini.


"Kau mau kemana," tanya Roger.


"Aku harus segera pergi, aku banyak pekerjaan," jawab Nathan.


Nathan mendekati Al dan mengambil Al dari tangan Roger. Ia harus segera ke bandara secepatnya.


"Paman pulang dulu ya, ntah kapan paman bisa melihat mu lagi. Tubuh dengan baik, dan jangan berhenti merepotkan daddy mu. Setiap bulan paman akan mengirim hadiah mu. Agar walaupun kita tidak sering bertemu kau mengingat paman mu ini." Beberapa ciuman mendarat di wajah Al.


"Kenapa kau berkata seperti itu, kau tidak bisa sering ke sini?"


"Mana mungkin bisa, pekerjaan membuat ku sangat sibuk, ini saja aku harus ke bandara," ucap Nathan.

__ADS_1


Setelah puas mencium Al, Nathan pun pergi meninggalkan rumah itu.


Note; episode selanjutnya kita langsung lompat ke al yang sudah tumbuh besar ya. Author sudah tidak ada ide untuk cerita ini. Jadi kita buat cerita baru kehidupan Al yang sangat manja.


__ADS_2