Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 21


__ADS_3

"Alfi kau sangat lancang, tidak seharusnya kau mengambil ****** ***** nya, tapi bagaimana lagi jika aku tidak mengambil nya, dia tidak ganti dan pasti akan bauk," ucap Alfi.


Alfi sudah selesai menyiapkan pakaian Riga, karena tidak mau melihat Riga keluar dengan hanya menggunakan handuk. Alfi memutuskan untuk pergi keluar dari kamar mengambil sarapan, ia yakin kalau berada di dalam kamar akan melihat pemadaman yang sangat indah.


"Dari pada aku di kira gadis tida baik, lebih baik aku mengindari nya walaupun aku suka melihat nya," batin Alfi.


Secara perlahan dan sangat hati-hati Riga keluar dari kamar, ia menyesal tida meminta bantuan Alfi karena sekarang kaki nya benar-benar sangat sakit. Ia tidak tau jika luka di kaki nya cukup besar.


"Ah kenapa aku jadi seperti ini, dasar gadis bodoh bukan nya menawarkan bantuan pada ku," ucap Riga sambil memakai pakaian yang sudah berada di atas kasur.


Selena dan Sarah merasa aneh saat Alfi mengambil banyak makanan, di mata mereka berdua Alfi benar-benar seperti gadis kampung. Alfi sadar jika ia menjadi perhatian mereka berdua, selagi mereka berdua tidak bertanya Alfi tidak akan mengatakan hal apapun.


"Kau gadis kampung, mau kau bawa kemana makanan itu," tanya Selena.


"Ke kamar, bukan hanya untuk ku, untuk Riga juga, dia tidak bisa makan di sini," jawab Alfi.


"Kenapa Riga tidak bisa makan di sini," tanya Sarah.


"Karena kelelahan," jawab Alfi dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Alfi tidak sadar jika ucapan nya tadi cukup ambigu untuk mereka berdua. Mereka berdua pikir Riga kelelahan karena melakukan hal itu dengan Alfi.


"Ah mana mungkin, dia tidak mungkin mau," kata Selena.


"Siapa yang tidak mau, Riga atau Alfi," tanya Sarah.


"Dua-dua nya tan, mana mungkin Riga selera dengan nya, wanita seksi saja dia tolak apalagi hanya wanita seperti Alfi."


"Hey jangan berpikir seperti itu. Bisa saja Riga terpengaruh, kau pikir sendiri, Riga pria normal yang setiap hari bersama dengan Alfi, satu kamar pulak.


Dia mempunyai n*fsu tidak mungkin dia bisa bertahan. Sedangkan Alfi, dia tidak mungkin bisa menolak Riga."

__ADS_1


"Bisa jadi tan, tante siap mempunyai cucu dari wanita itu," tanya Selena.


"Tidak lah, aku tidak mau mendapatkan cucu dari nya, jangan sampai Riga mempunyai anak dengan nya," jawab Sarah.


"Oke tan, kita selidiki lagi, kita jangan percaya begitu saja dengan nya. Semua nya harus jelas di depan mata kita."


Alfi masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan untuk nya dan juga untuk Riga, Riga yang melihat Alfi datang langsung duduk menyambut makanan yang Alfi bawa.


"Terimakasih," ucap Riga.


"Iya sama sama, maaf kalau pakaian yang saya siapkan tidak tepat, saya bingung harus menyiapkan pakaian yang mana," kata Alfi.


"Tidak papa," ucap Riga sambil mengambil makanan yang Alfi bawa.


Mereka berdua makan dengan kehilangan, tidak ada yang berbicara sedikit pun. Hanya terdengar dentingan sendok dan piring yang saling bertemu. Bagi Riga ini hal yang sangat biasa, ia sangat suka dengan kesunyian sedangkan bagi Alfi ini sangat membosankan, ia rasa ia tidak akan sanggup jika terus hidup seperti ini.


"Ayo Alfi satu bulan hampir berlalu, kau harus sanggup," batin Alfi sambil melirik ke arah Riga.


"Berhenti menatap ku," kata Riga.


Alfi langsung membuang arah pandangan nya, ia tercyduk basah oleh Riga. Rasa nya benar-benar sangat malu sekali.


"Ehm, mau minum," tanya Alfi.


"Boleh," jawab Riga.


"Nanti saja lah, sekalian membawa semua nya ke dapur."


"Terus untuk apa menawarkan ku minum," kata Riga.


"Hehehe saya basa basi saja, jangan lah Marah-marah nanti lama sembuh," ucap Alfi.

__ADS_1


"Diam, aku bosan mendengar suara mu," kata Riga.


"Tidak bosan dengan saya," tanya Alfi.


"Kemarin kau kemana," tanya Riga.


"Hmmm kami ke taman, ke mall dan bermain naik dengan sangat puas," jawab Alfi.


"Harus dengan nya, kenapa dia bisa ke lapangan golf," tanya Riga.


"Saya tidak sengaja bertemu dengan nya, saya tidak tau jika dia datang ke sana juga," jawab Alfi.


"Iya semua serba kebetulan," kata Riga.


"Kenapa, kamu marah saya pergi dengan Daniel," tanya Alfi.


"Aku hanya tidak ingin jika orang kantor melihat mu, jika mereka tau wanita yang di beritakan tunangan dengan ku berjalan dengan pria lain, nama mu akan jelek, aku tidak mau itu terjadi," jawab Riga.


"Maaf, lain kali saya akan lebih berhati-hati," kata Alfi


"Hmmm setelah perjanjian kita selesai, kamu tidak perlu lagi khawatir dengan hal itu, saya akan kembali ke desa dan saya tidak akan menganggu hidup mu lagi," ucap Alfi.


"Jangan membahas perjanjian, itu masih sangat lama, aku tidak yakin kau tidak mempunyai perasaan pada ku, kau pasti punya hanya saja Yoda berani mengatakan nya."


Alfi mengerutkan dahi nya, ia tidak tau jika Riga bisa sepercaya diri ini, padahal ia sama sekali tidak ada baper pada Riga, jika Riga berjalan dengan wanita lain saja ia tidak keberatan sama sekali.


"Tapi saya memang tidak mempunyai perasaan pada kamu, saya ingin mencari pria yang sepadan dengan saya, kamu terlalu tinggi untuk saya"


"Bagus lah, jangan sampai perasaan itu datang, aku tida ingin menikah dengan mu," kata Riga.


"Maaf, kamu seperti nya sangat membenci saya, kamu tau rasa benci itu pasti akan berubah, kamu bisanya suka dengan saya dan meminta saya untuk tetap tinggal di rumah ini."

__ADS_1


"Hey kah sangat percaya diri sekali, aku tidak akan mungkin melakukan nya, aku meminta mu tinggal di sini, itu tidak mungkin terjadi, aku sudah mempunyai wanita yang aku suka, wanita itu sangat jauh dari mu," ucap Riga.


__ADS_2