
"Terimakasih," ucap Roger.
Tiffany merasakan rasa sakit yang luar biasa di perut nya. Ia sampai pucat merasakan rasa sakit itu. Roger melirik ke arah Tiffany ia yang melihat istri nya seperti itu langsung panik Seketika.
"Sayang kamu kenapa, kamu sakit kan. Apa robek lagi," tanya Roger.
"Tidak papa hanya sakit di perut bagian bawa ku," ucap Tiffany.
"Kami yakin tidak papa, kamu terlihat pucat loh," tanya Roger.
"Tidak papa sayang, bantu aku ke kamar mandi," jawab Tiffany.
Tiffany berusaha berdiri di bantu oleh Roger tiba tiba Tiffany merasakan sesuatu yang mengalir di bawah sana.
"Darah," ucap Tiffany.
"Sayang, ini tidak beres." Roger sangat yakin ada yang tidak beres. Ia memakai pakaian nya dan memakai kan pakaian Tiffany seadanya. Lalu ia membawa Tiffany ke dokter yang ada di kapal ini.
Saat Tiffany sedang diperiksa. Roger menghubungi Aldy agar mendatangi nya. Jika sendiri di sini ia merasa tidak tenang. Ia butuh orang untuk menemani nya.
"Bagaimana Roger," tanya Aldy yang langsung datang ketika Roger menghubungi nya.
"Aku tidak, ahkk kenapa bisa seperti ini," ucap Roger.
"Coba ceritakan pada ku, mana tau aku tau sebabnya," kata Aldy.
"Aku tadi baru selesai berhubungan suami istri. Sebelum nya Tiffany sudah merasa mual saat kami berciuman, aku sudah curiga ada yang tidak beres tetapi kata nya tidak papa hanya mual biasa. Saat selesai berhubungan aku melihat Tiffany sudah pucat dengan merasakan rasa sakit di perut bagian bawa nya. Dia meminta ku untuk membantu nya ke kamar mandi, saat sedang berdiri keluar darah dari pangkal paha nya. Aku tidak tau darah apa itu, sangat banyak dan seger," jelas Roger.
"Apa jangan jangan istri mu keguguran. Berhubung di awal kehamilan memang beresiko. Oleh karena itu dokter sering melarang kita melakukan hubungan saat istri kita hamil trimester pertama."
"Keguguran? bagaimana mungkin, istri ku saja tidak hamil. Tapi apa jangan jangan dia sedang hamil. Dia sempat mual," ucap Roger.
"Bisa jadi, tapi semoga saja tidak. Jangan memikirkan hal yang aneh aneh, tetap berfikir yang positif saja," kata Aldy.
"Hmmm iyalah, semoga saja tidak terjadi apa-apa, aku tidak ingin kehilangan anak ku," ucap Roger.
Tak lama Roger dan Aldy di persilahkan masuk. Tiffany tampak berbaring dengan tangan yang di infus.
"Sayang kamu tidak papa kan," tanya Roger.
__ADS_1
Tiffany hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya. Ia berharap semua nya baik baik saja meskipun ada firasat yang tidak baik sejak tadi.
"Bagaimana dok," tanya Roger.
"Ada dua berita dalam hal ini, berita baik dan buruk," jawab dokter
(Note dokter nya pakai bahasa Indonesia ya, malas translate)
"Berita baik dulu dok, apa berita nya?"
"Istri anda hamil," ucap Dokter.
"Sayang kamu hamil, cepat sekali sayang," kata Roger sambil mengusap dahi istri nya.
"Berita buruk nya dok," tanya Tiffany.
"Tetapi kandungan istri anda tidak bisa terselamatkan, istri anda keguguran," jawab dokter.
"Apa!! ba..bagaimana bisa dok," tanya Roger.
"Untuk kasus ini seperti nya karena hubungan suami istri yang terlalu kasar, apalagi masih pada awal kehamilan," jawab Dokter.
Tiffany yang tidak biasa nya menangis akhirnya kembali menumpahkan air mata nya. Berita ini benar-benar berita buruk untuk nya. Ia tidak menyangka jika ia hamil begitu cepat dan anak nya pergi begitu cepat juga."
"Dia pergi begitu saja, hiks hiks hiks kenapa bisa seperti ini, aku ibu yang tidak becus," ucap Tiffany.
Dugaan yang Aldy katakan tadi benar apa adanya. Ia hanya bisa diam melihat momen haru ini, memang jika jodoh, maut dan rezeki sudah ada yang mengatur nya. Jujur Aldy juga sangat terharu melihat momen sedih ini.
Hari ini Tiffany di rawat untuk sementara waktu di tempat ini. Jadi Roger menunggu Tiffany di tempat itu. Sedangkan Aldy kembali ke kamar nya.
"Sayang," ucap Aldy.
"Ada apa sayang, kenapa mereka tiba-tiba menghubungi mu malam malam begini," tanya Putri.
"Tiffany keguguran sayang. Roger tidak tau jika istri nya sedang hamil anak nya, mereka melakukan hubungan intim dengan kasar dan janin yang ada di rahim Tiffany tidak kuat." Aldy memeluk Putri sambil mengusap perut nya. Ia sangat takut terjadi sesuatu pada anak nya.
"Mereka sangat kasihan sekali. Aku yakin Tiffany pasti sangat terpukul akan kejadian ini," ucap Putri.
"Iya mereka berdua sangat menyedihkan, aku tida akan melakukan hubungan sampai kamu benar-benar siap, aku sangat takut terjadi apa-apa pada anak ku," kata Aldy.
__ADS_1
"Tidak akan, kita akan berhati-hati dan sungguh sungguh dalam menjaganya," ucap Putri.
Pagi hari nya. Riga dan Varo sudah mendapatkan kabar buruk ini. Riga dengan kondisi yang tidak memungkinkan memutuskan untuk pergi melihat Tiffany. Ia tidak perduli dengan dirinya, ia ingin melihat Tiffany dan Roger. Mereka berdua sudah sangat baik kepada nya.
"Roger," ucap Riga.
"Riga, kenapa kau datang, kau sudah baik baik saja," tanya Roger.
"Berhenti memikirkan ku, pikirkan saja bagaimana istri mu. Kenapa bisa seperti ini Roger, kau tidak hati hati," ucap Riga, ia sangat marah karena Roger sangat ceroboh.
"Maafkan aku, aku memang ayah yang tidak bertanggung jawab. Aku tidak tau istri ku hamil."
"Sudah sangat untuk apa saling menyalahkan, semuanya sudah terjadi, ada hal yang lebih baik di lakukan sekarang yaitu memberikan semangat dan suport untuk Tiffany dan juga Roger. Ini bukan hal yang mudah untuk mereka."
"Ya kamu benar,, maafkan aku Roger. Aku sangat bodoh. Aku yakin kalian pasti bisa melalui ini semua dengan sangat baik. Kalian orang yang kuat, Tuhan pasti akan memberikan sesuatu yang luar biasa setelah ini."
"Iya Riga, terimakasih," ucap Roger.
"Tetap semangat, ini bukan akhir dari segala nya." Varo menepuk pundak Roger.
Alfi mendekati Tiffany, ia langsung memeluk Tiffany saat melihat Tiffany yang begitu menyedihkan. Seharusnya ia bisa mengenali jika Tiffany sedang hamil saat Tiffany bertanya tentang kehamilan. Ia bisa merasakan bagaimana kesedihan yang Tiffany rasakan saat ini.
"Alfi hiks hiks hiks."
"Jangan menangis seperti ini, kamu wanita yang sangat kuat, maafkan aku Tiffany, aku gagal menjadi sundari yang baik untuk mu."
"Tidak Alfi, kamu tidak salah, aku yang salah. Aku tidak tau jika aku sedang hamil. Semua sudah pergi begitu cepat."
"Sudah sekarang tenangkan diri mu, jadikan semua ini sebagai pelajaran hidup. Setelah ini pasti ada hal yang lebih besar yang akan datang dalam hidup mu. Liburan ini adalah hal yang membahagiakan untuk kita, jangan sampai liburan ini menjadi sesuatu yang menyedihkan. Kamu bisa melawati ini semua."
Inilah yang Tiffany butuhkan saat ini dukungan dari seseorang. Ia jadi lebih baik dari sebelumnya. Alfi memang sangat membantu nya.
"Sayang," ucap Tiffany.
"Sudah jangan memikirkan hal yang tidak tidak, seperti yang Alfi katakan semua nya pasti akan lebih baik," kata Roger.
"Semangat semua nya, jadikan liburan ini kebahagiaan untuk kita semua," ucap Varo.
Memang belakangan ini banyak hal terjadi pada mereka semua tetapi mereka yakin pasti ada hal baik yang akan menghampiri mereka setelah semua musibah ini.
__ADS_1