
"Riga," ucap Alfi.
"Hmmmm, ada apa," tanya Riga.
"Tangan mu," jawab Alfi.
"Kenapa dengan tangan ku, ini." Riga menaikan tangan nya ke atas dada Alfi.
"Riga kau mau apa, aku sudah minta maaf untuk masalah tadi malam."
"Aku tidak bisa memaafkan mu begitu saja, kau tau aku punya trauma tentang hubungan suami istri, pada malam itu aku menghadapi trauma itu tanpa bisa melakukan apapun, bagaimana jika kau jadi aku," kata Riga.
"Aku sudah minta maaf, ya mau bagaimana lagi. Aku tidak tau kenapa aku jadi seperti itu," ucap Alfi.
Riga tersenyum di belakang Alfi, ia sangat senang membuat Alfi tidak bisa melakukan apapun di depan nya. Tidak menolak nya lagi dan tidak marah marah pada nya lagi, ia sangat suka dengan Alfi yang seperti ini.
Riga mengambil pakaian Alfi dan memakainya nya, tangan nya dengan lincah mengancing satu persatu kancing baju itu. Alfi sudah berpakaian dengan lengkap tetapi Riga masih belum melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Bantu aku memakai pakaian," bisik Riga.
"Tapi nanti aku melihat senjata laras pendek mu," kata Alfi.
"Tidak aku pakai celana dulu." Riga mengambil pakaian nya dan langsung memakai dalaman dan celana, bahaya jika Alfi melihat semua nya.
Seusai dengan perintah Riga, Alfi membalik badan nya dan mulai memakaikan Riga pakaian. Mata nya tidak bisa berpaling dari bentuk tubuh Riga yang menurut nya sangat sempurna. Beberapa tanda kemerahan masih terlihat dengan jelas, ia tau tanda tanda ini ia lah yang membuat nya.
"Kenapa kau ingin mencium nya lagi," tanya Riga.
"Ke danau, aku sudah mempersiapkan kapal kecil untuk kita, malam ini kita menginap di situ," jawab Riga.
"Kita akan berkamping?"
"Bisa di katakan seperti itu, kita akan mengelilingi danau berdua, nanti ada tempat untuk mendirikan tenda," kata Riga.
"Ya ya ya aku suka, aku sangat suka. Kau tau aku sudah sangat ingin berkamping."
__ADS_1
"Hahaha ya aku tau lah." Riga merasa bangga saat melihat Alfi yang sangat antusias.
"Terimakasih ayah, kau mertua yang baik, aku jadi bisa lebih dekat dengan anak mu ini, ntah sampai kapan aku menyimpan rasa ku pada nya," batin Riga.
Setelah selesai berpakaian mereka berdua memasukkan beberapa pakaian ke dalam tas ransel. Riga menyelipkan satu baju dinas yang kakek nya berikan pagi tadi, ia ingin melihat Alfi memakai baju itu, ia yakin pasti Alfi terlihat sangat seksi.
Mereka berdua turun dari lantai atas dengan membawa ransel. Hal itu cukup mengejutkan Warsa dan yang lainnya. Warsa pikir Nathan marah dan kabur dari rumah karena masalah tadi malam.
"Kau mau kemana," tanya Warsa.
"Aku mau liburan dengan Alfi, jangan ganggu kami berdua," jawab Riga.
"Oh silahkan, kami tidak akan menganggu kalian berdua, tetapi sebelum pergi sebaiknya makan terlebih dahulu," kata Warsa.
"Hmmmm," gumam Riga, sebenarnya Riga masih sangat marah pada kakek nya dan Nathan, Nathan sudah berulang kali menghubungi nya pagi ini tetapi ia enggan mengangkat nya, ia ingin memberikan pelajaran pada Nathan yang sudah berani mengerjai nya.
Setelah selesai sarapan pagi mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah. Sarah dan Selena hanya bisa saling menatap melihat kedekatan Riga dan Alfi, mereka berdua bingung apa kah bisa mereka memisahkan Riga dengan Alfi.
__ADS_1